Berbeda dengan waktu sedang hamil dulu, yang pada awalnya saya sempat diliputi keragu-raguan mau berpuasa atau tidak di bulan Ramadhan (mengingat masih sering mual karena usia kandungan waktu itu 4 bulan), tapi alhamdulillah pada akhirnya bi-idznillah saya mampu berpuasa walopun bolong 3 hari ;p. Namun pada waktu menyusui kali ini dari awal Insya Allah saya berketetapan untuk melaksanakan ibadah puasa sembari menyusui si genduk Khansa, semampu saya temtunya.

Sekarang sudah memasuki hari ketiga, dan alhamdulillah 2 hari berpuasa diberkahi Allah kemudahan dan kelancaran. Manajemen ASI dan ASIP masih seperti hari-hari biasa. Kalo di siang hari ini jadwalnya (hari kerja) :

  • kurleb antara jam 06.00-07.00 : menyusui Khansa
  • kurleb jam 11.30 : memeras ASIP (biasanya dapet 150-180 ml)
  • kurleb antara jam 16.00-17.00 : menyusui Khansa

Kalo malamnya mah semaunya Khansa aja. Biasanya antara jam 16.00-18.00 dia sudah bobok, dan seringkali bangun buat nenen trus bobok lagi (biasanya 2 jam sekali dia nenen).

Memang siy, ada perbedaan ketika puasa dan engga yaitu perut terasa lebih lapar (yo mesthii), terutama di sore hari ketika harus menyusui Khansa ba’da Asar. Subhanallah, bersyukur dengan adanya LDR (let down reflect) sehingga walopun PD ibu nampak kosong (maaf) tapi ketika bayi menyusui dan timbul LDR maka mereka bisa merasakan nikmatnya ASI ibu mereka dalam jumlah yang cukup.

Sakjane opo tho LDR? kalo saya baca di sini
Let down reflex: An involuntary reflex during breastfeeding which causes the milk to flow freely.

Na’am, bagi ibu menyusui yang berpuasa Insya Allah ngga perlu khawatir bahwa bayi kita akan kekurangan ASI, karena -bi idznillah- semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi.

Sebagai tambahan info dalam dunia per-ASI-an kita, berikut saya nukil artikel dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) mengenai tips menyusui ketika berpuasa.

**********

Manajemen Laktasi Ibu Menyusui Yang Sedang Berpuasa

Dengan perubahan jadwal makan, bukan berarti asupan makanan yang dikonsumsipun ikut berubah. Yang penting, ibu menyusui tetap makan 3 kali sehari dan secara disiplin mengkonsumsi makanan dengan gizi berimbang, yaitu dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein dan 10-20% lemak.

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

1. Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Makan sahur akan menghasilkan energi yang berguna untuk aktivitas kita hari itu. Komposisi makanan dengan gizi berimbang akan menghasilkan sari makanan yang bagus untuk anak

2. Perbanyak konsumsi cairan, mulai dari berbuka hingga sahur

Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter, ditambah dengan jenis cairan lainnya seperti juice buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Anemia adalah berkurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

3. Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI.

Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan dan salam ASI!

**********

About these ads

About ummuyusufabdurrahman

Serius bisaa.. becanda bisa.. serius sambil becanda bisaa.. becanda sambil serius bisa.. :)) Translation : Serious yess.. joking yess.. seriously joking yess.. joking seriously yess.. halah yes yess.. :))

4 responses »

  1. ati says:

    alhamdulillah ketemu artikel ini, saya jg sdh 2 hari puasa padahal bayi saya usiannya baru 2bln, hari ppertma khwatir asi berhenti keluar, tp alhamdulillah asi normal, pantas aja saya rasanya haus terus :) semalam aja minum 1 botol langsung habis.

    • subhanallah.. smoga kita diberkahi Allah kekuatan ya mba biar bisa ibadah dan terus memberikan yang terbaik utk buah hati kita, Insya Allah
      iya, memang harus dibanyakin minum karena banyak cairan yang keluar
      smangaaadhh! hehe

  2. Umminya Azka n Zahid says:

    Subhanallah…mdh2an kita diberikan kekuatan agar bisa ibadah terus… si kecil umurnya 4 bulan..tapi sy niatkan untuk berpuasa, waktu hamil thn lalu pas puasa Ramadhan jg, umur kandungan 2 bulan dan Alhamdulillah bisa full puasanya, semoga tahun ini pun bisa… Amiin…

    • masya Allah, tahun lalu full ya.. saya ngga kuat waktu hari pertama sama waktu mudik :p
      amin, Insya Allah ya umm.. yang penting berusaha semampu kita, diperbanyak asupan cairan waktu buka, sebelum tidur, dan sahur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s