Alhamdulillah, genduk sudah berusia kurang lebih 10 bulan. Perkembangannya insya Allah semakin baik, terutama gerakan motoriknya.

Sekarang Khansa sudah bisa berdiri agak lamaan. Kalo di 9 bulan hanya 1-2 detik, sekarang sudah 10 detikan. Insya Allah bisa lebih lama kalo dia sedang konsentrasi, misalnya pegang mainan. Sudah saya pancing untuk jalan eh malah nglabruk, entah ke depan or kebelakang, tergantung dimana ada orang yang nampung -_-’

Genduk tipenya criwiss yo wiss.. bangun tidur langsung ngoceh, kadang diselingi teriak-teriak ngga jelas. Pokoknya kalo ngga ngantuk dia biasanya ngemeng bae. Kata-kata yang sering diucapkan yaitu APA? dan nyam..nyam.. Untuk yang nyam nyam biasanya dia gunakan kalo liat makanan dan juga kalo mau nenen. Pelan-pelan sudah saya bilang kalo nenen itu mimik, tapi dia tetep ngomong nyam nyam (yuk yak yuuk).. Kalo untuk kata APA itu bisa berarti apa aja, liat cecak.. APA? liat ummi masak, APA?.. disapa ama tetangga.. APA? (apa…apa… apanya dong)

Khansa juga suka mengamati binatang. Mulai dari ayam, pus meong, sampai cicak (3 binatang yg sering dilihat). Kalo kita sebut cicak mana?dia langsung sibuk nyari cicak di dinding. Kalo ada cicaknya.. wew, bakal diamati dengan duariusss. Pernah sekali lihat anjing dia ngeliatnya kaya takjub banget.  Dia langsung mbrangkang pengen ndeketi, padahal posisinya dia  lagi digeletakkan di taman (bapak ibunya lagi badminton).. alhamdulillah anjingnya dirantai n lagi diajak jalan ama pemiliknya. Lha nek malah marani kepriben? ummine iso bengak bengok n mblayu ngibrit (mbe golek watu whehehe).

Oya, kemarin ada kejadian yg membuat saya terharu (halah). I’m proud of my Khansa. Ceritanya waktu itu Khansa lagi mau dimandiin sama ummu bima. Qodarullah perutnya tergores kancing baju ummu bima hingga ada luka baret lumayan panjang, sekitar 10cm-an. Dengan merasa bersalah ummu bima bilang ke saya waktu saya pulang kantor. Kata bliau kancingnya langsung dibuang. Saya bilang ke ummu bima “mboten napa-napa”. Saya hanya bertanya, Khansa nangis mboten? kata bliau engga. Waktu lukanya kena air juga katanya ngga nangis.

Sore hari sesudah menggantikan clodinya saya tetesi dengan betadine pada lukanya. Duh, saya lihatnya agak miris, udah panjang, warnanya merah, dan ada bagian yg agak terbuka. Dengan sedikit khawatir saya oleskan betadine, saya takut Khansa nangis (lha wong saya mendeloknya aja nyeri). Welhadalah si genduk kok malah ngekek-ngekek. Perutnya dikembangkempiskan sambil ketawa-ketiwi. Ya Allah nduukk.. ummi bukan ngajak guyon. Apa dia belum bisa mbedain geli dan nyeri yak? -_-’ Alhamdulillah sekarang lukanya sudah nutup dan kering.

Oya, sekarang alhamdulillah sudah nambah lagi kepandaian Khansa -bi idznillah- yaitu berdoa! Sebelumnya dia udah bisa tepuk tangan (udah dari usia 5bulanan), nyeteti binatang (menjentikkan jari walopun ngga bunyi hihi), salim (cium tangan), dan dadahhh.. Sekarang kalo saya bilang “bismillahirrohmaniirohim” otomatis tangannya ditengadahkan ke atas ^_^ . Tapii kalo dia lagi ngga mood, lagi (sok) sibuk, mbok yo kita ngomong bismillah sampe ngeces yo dicuekin Khansa hehehe..

Mudah-mudahan Allah selalu memberkahi dengan kebaikan dalam tiap langkahnya.

Berikut saya copas perkembangan bayi usia 10 bulan :)

**********

TUMBUH KEMBANG BAYI BULAN KE-10

BELAJAR MINUM DARI GELAS
Bayi juga sudah dapat ditatih belajar berjalan!

Motorik Kasar
* Gerakannya untuk duduk sudah lebih bebas. Ia pun makin mahir mengatur posisi tubuhnya.
* Bayi mulai berjalan merambat dengan berpegangan pada furnitur yang ada. Ketika berdiri berpegangan, ia sudah dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama, sekitar setengah menit atau lebih. Telapak kaki sudah dapat menapak dengan baik.
* Ketika dipegangi tangannya untuk ditatih, ia sudah dapat melangkahkan kakinya untuk berjalan.

Motorik Halus
* Koordinasi kedua belah tangan sudah lebih baik. Kubus atau balok mainan yang dipegang oleh masing-masing tangannya sudah dapat dipukul-pukulkan.
* Karena kerja sama kedua tangannya sudah baik, bayi bisa menirukan gerak tepuk tangan.

Kognitif
* Ia masih senang bermain-main menjatuhkan objek. Bayi pun mulai mencoba-coba melemparkan mainannya dengan gembira, seperti mengharapkan suatu sensasi dari permainan tersebut.
* Kemampuannya untuk mengamati sikap, ucapan dan perilaku orang dewasa yang berinteraksi dengannya semakin bertambah. Ia dapat menirukan beberapa hal sederhana yang baru, seperti peniruan kata maupun gerak tubuh.
* Ketika diajak melihat-lihat buku sambil didongengi cerita, bayi mulai menunjukkan perhatian dan ketertarikan pada gambar-gambar di dalamnya.

Bahasa
* Seperti di usia sebelumnya, bayi suka menirukan ucapan yang dikatakan orang dewasa kepadanya. Lakukan dialog lebih sering dengan menggunakan kata-kata sederhana. Ucapkan berulang kali agar dapat ditirunya meski tidak sempurna.
* Bayi mengerti kata-kata yang dikenalnya, seperti jika ditanya, “Mana Ayah?” ia akan memberi respons dengan memalingkan kepalanya mencari orang yang dimaksudkan. Jika ia menemukan “ayah” akan ditatapnya sang ayah.
* Ia sudah mengerti kata “ya” dan “tidak” dan dapat memberi respons saat mendengar kata tersebut. Ia seperti terdiam ketika yang didengarnya adalah kata “tidak”.

Sosial Emosi
* Ia merasa senang ketika mendapat perhatian atau diberi pujian karena melakukan sesuatu. Sesuai yang diharapkan orang dewasa di sekitarnya. Ada kecenderungan ia akan melakukan kembali atau mengulang perilaku tersebut.
* Perasaan takut, khawatir, dan rasa tak nyaman terhadap orang tertentu, situasi atau orang asing, dan ditinggalkan orang terdekatnya masih ditemui di usia ini.
* Antusias mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, apalagi dengan kemampuan motoriknya yang semakin bertambah. Perhatikan faktor keamanan lingkungan di sekitar bayi.

Kemandirian
* Teruskan melatihnya makan sendiri. Ia akan menggunakan jari-jemari tangannya untuk memasukkan makanan ke mulut. Ajarkan cara memegang sendok untuk mengambil makanan di piringnya.
* Ia bisa menggunakan jempol dan jari tangan lainnya untuk memegang gelas dan belajar minum. Gunakan gelas plastik agar aman.

Pertumbuhan
Berat badan sekitar 7,3-9,5 kg, panjang badan 67,2-73,6 cm dan lingkar kepala 42,5-48,5 cm.

Dedeh Kurniasih. Foto: Ferdi/NAKITA
Narasumber:
dr. Rini Sekartini, Sp.A(K)
dari RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta

About these ads

About ummuyusufabdurrahman

Serius bisaa.. becanda bisa.. serius sambil becanda bisaa.. becanda sambil serius bisa.. :)) Translation : Serious yess.. joking yess.. seriously joking yess.. joking seriously yess.. halah yes yess.. :))

6 responses »

  1. ummu salman says:

    alhamdulillahi masya Allah Khansa ngga nangis wkt lukanya ekna air.

  2. ummu salman says:

    alhamdulillah dia sehat.

    apa yaa..Salman dah bisa berdiri2 (lututnya ditegangkan) tapi bertahan cuma sebentar doang. Dah pengen lari2 deh kayanya tuh bocah :/

    Kalo tetanggaan, ana ingin juga silaturahim ketemuin mrk (Khansa & Salman) suruh main ya :P

    • subhanallah.. cepet ya umm.. perasaan baru kemarin anti crita kelahiran salman :)
      kapan yaaa kira2 bisa kopdar hehe.. anti kalo pas pulang ke cikampek kabar2 atuh.. siapa tau bisa ketemuan di tengah2, di cibubur gitu.. *hihi kayakna deketan ana yak :D

  3. ummu salman says:

    haduh, desember lalu kami mudik 8 hari ke Cikampek dan ke Bandung. Qadarullah baru baca reply tsb di atas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s