Huruf hijaiyyah yang dikenal mayoritas anak-anak di masa sekarang adalah a, ba, ta, tsa, dst.. benarkah hal tersebut?

Selama ini saya tidak begitu nglegewa (jawa,red) atau memperhatikan, bahwa anak-anak sekarang -kebanyakan- (saya ngga pukul rata ya, ngga semuanya lho) tidak mengetahui nama asli dari huruf-huruf hijaiyyah. Saya ngeh-nya waktu  saya dan zauji sedang ngobrol (lupa ngobrol apa), zauji bilang bahwa konsep pembelajaran mengaji sekarang membuat anak tidak mengerti nama asli huruf hijaiyyah. Anak-anak mengenal huruf tersebut dengan mem-fathah-kannya (mudeng dengan kata ini kan? ;p) padahal huruf yang tertera tanpa harokat, yaitu misalnya membaca huruf alif sebagai a, jim sebagai ja, syin sebagai sya, dan seterusnya. Mungkin karena pada awal pengenalan membaca tidak diberitahukan nama-nama huruf tersebut, tapi langsung tancap ke a, a, ba, ba, ta, ta, dst. Wallahu a’lam.

Ketika saya membahas hal ini dengan khadimah saya -ummu bima- beliau pun mengiyakannya. Anak beliau yang belajar mengaji dengan salah seorang muallimah di komplek kami mengeja huruf alif sebagai a,dst. Dan tadi ketika saya mendengar anak tetangga yang sedang main di rumah saya, ketika dia mengeja huruf hijaiyyah yang saya tempel di tembok rumah mengucapkan hal yang sama, a, ba, ta, tsa, ja, dst.

Hmm.. fenomena apakah ini? *lebay*

Sepertinya orangtua perlu turun tangan dalam mendidik anak mereka, termasuk dalam membaca Al Qur’an, dalam hal ini tahapan awalnya yaitu mengenal huruf hijaiyyah. Kita  tidak bisa berlepas tangan menyerahkannya pada ustadz/ustadzah mereka (dengan tidak mengurangi rasa hormat ya, tidak bermaksud underestimate segi keilmuan mereka). Hanya saja sebagai orangtua kita juga berkewajiban dalam mendidik anak secara langsung.

Nah, sebagai pengingat bagi kita semua, berikut saya tempelkan gambar huruf hijaiyyah. Smoga bermanfaat.

Hayoo anaknya masing-masing coba dicek :D

About these ads

About ummuyusufabdurrahman

Serius bisaa.. becanda bisa.. serius sambil becanda bisaa.. becanda sambil serius bisa.. :)) Translation : Serious yess.. joking yess.. seriously joking yess.. joking seriously yess.. halah yes yess.. :))

12 responses »

  1. Ummu Yazid says:

    Assalamu’alaikum…. : ) dapet link dari tempat mba Zulfa (Ummu Ahmad Rini)

    Sependek yang ana tahu, tujuan dasar huruf-huruf tersebut difathah semua a,ba,ta,tsa adalah untuk mempermudah anak untuk lancar membaca Al-Qur’an. Akan tetapi, sayangnya anak juga tidak diajar nama huruf hija’iyyah yang asli….sehingga ketika mereka ditanya semisal, “huruf apakah ini س ?” Mereka kebanyakan (tidak semuanya) bisa jadi menjawab “sa”, dan bukan “sin”. *catatan bagi para pengajar Al-Qur’an*

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatu

      salam kenal ummu yazid :)
      temennya mba rini ya?jangan2 orang kehutanan juga kaya teh rini, ukhty nurdiana, ukhty afifah yuseka, sama della? *asbak*

      iya umm, memang metode itu sangat mempermudah anak supaya hapal.. lha wong anak saya yg usia 14 bulan -bi idznillah- sudah bisa ngomong a ba ta, kalo alif belum bisa xixi *yo mesthi, lha panggil abi aja bah..bah.. -_-‘

      perasaan kalo ana dulu pas ngaji diajarin deh alif ba ta tsa dll (huruf asli hijaiyyah), apa terlalu beda jaman ya umm?
      iya, mudah2an anak2 kita bisa lebih mendalam belajar al qur’annya ya umm, ngga hanya mengerti huruf, tapi juga makhroj dan tajwidnya *PR buat ortunya :D

      syukron sudah mampir umm :)

      • ummu ahmad says:

        ummu yazid itu adik tingkat kita mba indri, tp teknik elektro.. skrg di riyadh tp jauh dr tempat dela.

        ngomong2, dari pertama kali kenal huruf hijaiyah ahmad jg diajarin baca alif, ba, ta tsa, jim, dst… tapi sampai sekarang kalau ketemu huruf2 tsb tanpa di fathah pun bacanya suka a, ba, ta, tsa, ja… kenapa coba? ada yg bisa memecahkan teka-teki ini?

      • owalaahh.. ketemu nang dumay kabeh ngene yaa hehe..
        waaah, mau donk ke riyadh hiks.. yok mba rini, kita rayu swami buat ambil sekulah disana hehe *nebeng mode_on)

        lha kuwii,kenapa ya mba?mungkin luwih gampang anak2 melafalkan huruf nek difathahkan yak *tanya kenapa*

      • ummu ahmad says:

        oya, kalo khansa pingin belajar bahasa arab n tahsin, bisa tuh sama abu yazid… ya kan ummu yazid?

      • walah, tp kok adoh men nang kono mba rin… nyusul ummu yazid wae yok *ngareuup* :D

  2. Ummu Yazid says:

    @Ummu Yusuf: namanya “indri” ya mba? kehutanan juga? ana gak terlalu banyak kenal akhawat lama masalahnya : D.

    Tergantung pengajar itu sendiri sebetulnya, ada yang memang mengenalkan huruf asli hija’iyyahnya…ada juga yang gak.

    “lha kuwii,kenapa ya mba?mungkin luwih gampang anak2 melafalkan huruf nek difathahkan yak”
    ==> Secara umum…mungkin…: – karena oleh pengajarnya belum dikenalkan talaffuzh hurufnya secara benar
    – lebih mudah bagi mereka mengucapkan seperti itu
    – karena terbiasa melafalkan “a,ba,ta”, jadi mereka belum terbiasa memakai nama huruf yang sebenarnya, sehingga yang lebih terpatri di benak mereka adalah apa yang biasa mereka baca, yakni “a, ba,ta,tsa”

    Dan kalau Ahmad, bisa jadi opsi kedua atau ketiga kali yah…wallaahu a’lam.

    Jadi, kalau ana pribadi sih ya..ketika mengajarkan dengan metode Iqra’ atau iqra-Qira’ati….ketika masuk ke huruf baru, dikenalkan namanya semisal, “de…ini namanya huruf alif. Apa namanya ya tadi? ==> biar dia jawab sendiri.” nanti baru diterangkan cara bacanya “a,i,u”…sambil perlahan-lahan dan bertahap dikenalkan juga itu artinya apa sih yang tanda coret atas bawah…tapi tetap titik berat pengajaran pada kemampuan anak untuk membaca, bukan pada mengetahui dengan detail itu namanya fathah, kasrah, dhammah….agar ndak memberatkan anak. Yahh cuma dikenalkan sekilas aja lah tanda-tandanya….gak harus diingat betul-betul. Baru nanti kalau sudah menginjak ke jilid dua dan seterusnya….agak banyak lagi porsi diingatkannya, sehingga diharapkan ketika jilid enam nanti, anak memang sudah siap dan mengetahui dengan baik hukum Al-Qur’an *sesuai dengan tingkat pemikiran mereka tentunya.*

    Sebetulnya ada sih video dalam bentuk nasyid tanpa musik yang mengajarkan huruf hija’iiyah….yang bunyinya gini: “alifun, ba, ta’un, tsa, jiimun, 7haa’un kha’un dal…dsb”
    nanti terus dibilang gini,”alifun arnab yajri yal’ab ya’kulu jazaran kai la yat’ab” ==> pake bahasa arab tapinya…

    @Ummu Ahmad:
    kalo khansa pingin belajar bahasa arab n tahsin , bisa tuh sama abu yazid ==> sama Ummu Yazid juga bisa, kalau sama-sama perempuan kan lebih enak yaa…heheh *PD nee koyok iso tahsin wae*

    • ana bukan orang hutan umm hehe.. qodarullah Della temen SMA ana, ayus temen sekantor (was) ana , eh ternyata bermuara ke mba rini hehehe..
      kalo ana sendiri dari hukum undip :)

      na’am umm, dalam mengajarkan berbagai hal ke anak memang harus bertahap ya, cuma kadang ana terlalu terburu2, pengen anaknya sinau ini itu xixixi.. apalagi skarang lebih banyak waktu luang di rumah *sabar sik kali yaa* ;p

      waa.. mau dooonk khansa sinau tahsin sama ummu yazid :) *siap2 nyusul ke riyadh (amin) ^^

  3. Ummu Yazid says:

    Ralat…salah tulis: hija’iyyah..bukan hija’iiyah

  4. ucokmonalisa says:

    terima kasih saya save buat belajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s