Mengikuti perkembangan anak dan menstimulasi mereka dengan hal-hal bermanfaat adalah salah satu tugas orangtua sebagai pengemban amanah dari Allah. Hal inilah yang menjadi satu dari beberapa faktor mundurnya saya dari perusahaan dimana saya bekerja, karena saya tidak bisa memasrahkan pendidikan dan perkembangan anak saya kepada ART.
Ya, karena waktu terus berjalan dan tidak akan kembali… Saya merasa sayang melewatkan tahapan perkembangan anak saya karena kesibukan pekerjaan di kantor. Walaupun secara materi mereka terpenuhi, tapi itu tidak dapat digantikan dengan kehadiran orangtuanya (dalam hal ini -saya- sebagai ibunya).
Saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu ketika ada saudara saya berkunjung ke rumah. Kami ngobrol mengenai alasan saya resign, kemudian dia melihat saya bermain bersama Khansa dan anaknya, ngga berapa lama dia menangis. Dia merasa bersalah kepada anaknya, karena selama ini tidak cukup memberikan perhatian. Ketika dia membelikan mainan ya hanya diberikan “bruk” begitu saja. Bahkan ketika anaknya mengajak main ketika dia pulang dari kantor dia menolaknya karena merasa capek. Padahal mana bisa kita menyalahkan mereka karena ingin bermain dengan kita -ibunya- setelah seharian tidak bertemu dan ditinggal bekerja. In the end of our conversation, saudara saya bilang akan memikirkan untuk mengajukan resign ke tempat dia bekerja. Walaupun saat ini dia sudah settle karena termasuk PNS golongan IV, tapi panggilan jiwa untuk di rumah mendidik anak-anaknya -bi idznillah- akan menjadi hal yang dipilihnya. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi saudara saya tersebut, dan smoga Allah memberkahi dan memberi kemudahan atas niatnya itu.
Ahemm.. kembali ke judul di atas, untuk mengetahui proses stimulasi perkembangan anak berikut saya copas dari sini, artikel mengenai stimulasi dan perkembangan anak usia 15-18 bulan (sesuai usia Khansa yaa :D, tapi di link tersebut juga ada untuk usia dibawahnya).
**********
Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 15 – 18 Bulan

Oleh: dr. Salma Oktaria

Pada rentang usia 15-18 bulan, bagi sebagian bayi terdapat tidak banyak perkembangan motorik dan stimulasi anak yang signifikan, kurang lebih pada usia ini, sikecil menunjukkan aktifitas-aktifitas yang menggemaskan seperti:

Berdiri sendiri tanpa berpegangan
Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
Berjalan mundur 5 langkah
Memanggil ayah dengan kata ”papa” dan memanggil ibu dengan kata ”mama”
Menumpuk 2 kubus
Memasukkan kubus di kotak
Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis / merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing.

Perkembangan Motorik atau Gerak Kasar
Lanjutkan stimulasi berjalan mundur, berjalan naik dan turun tangga, berjalan sambil berjinjit, serta menangkap dan melempar bola. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan)

Bermain di luar rumah
Ajak anak bermain di luar rumah seperti bermain ayunan, memanjat tangga, berlari-lari, di halaman atau di taman bermain untuk umum. Jangan biarkan anak seorang diri ketika ia bermain di luar rumah.

Bermain air
Biarkan anak bermain air di pancuran, kolam renang, dan lain-lain. Beri anak cangkir plastik untuk menuang air dan ember plastik kecil untuk menampung air. Jangan biarkan ia seorang diri, walaupun di tempat air yang sangat dangkal.

Menendang bola
Tunjukkan kepada anak bagaimana menendang sebuah bola besar ke arah tonggak-tonggak agar roboh. Bola dapat dibuat dari potongan koran atau kain, tonggak dapat dibuat dari kotak atau kaleng susu dan lain-lain.

Perkembangan Motorik atau Gerak Halus
Lanjutkan stimulasi permainan balok, memasukkan benda yang satu ke, dalam yang lainnya, dan menggambar dengan krayon, pensil atau dengan jarinya. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan)

Meniup
Ajari anak meniup busa sabun dengan menggunakan alatnya. Bicarakan mengenai bentuk dan bagaimana rasanya meraba busa itu.

Membuat untaian
Ajari anak membuat untaian benda-benda seperti manik-manik besar, kancing besar, makaroni, clan lain-lain dengan tali sepatu yang cukup kuat.

Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa
Lanjutkan stimulasi tunjukkan kepada anak buku dan bacakan setiap hari, nyanyikan lagu atau sajak untuk anak, dan ajari anak menggunakan kata-kata dalam menyatakan keinginannya. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan)

Bercerita tentang gambar di buku/majalah
Sering-sering ajak anak melihat buku bergambar atau majalah. Minta anak bercerita tentang spa yang dilihat di buku/majalah tersebut.

Telepon-teleponan
Bed anak sebuah “telpon” terbuat dari gulungan kertas/kardus bekas. Bust permainan seperti “menilpun nenek” atau “menilpun ayah di kantor”

Menyebut berbagai nama barang
Ketika anda ke pasar, ajak anak. Sebutkan Hama barang-barang yang anda bell. Usahakan agar anak mau menyebutkan dulu sebelum anda melakukannya.

Perkembangan Aspek Sosialisasi dan Kemandirian
Lanjutkan stimulasi (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 12-15 bulan):

  • Bujuk dan tenangkan anak ketika rewel
  • Buai anak dengan penuh kasih sayang, nyanyikan lagu sampai anak tertidur.
  • Biarkan anak membuka bajunya sendiri, bed bantuan sesedikit mungkin.
  • Bermain dengan anak menyembunyikan mainan dan menemukannya kembali.
  • Ajak anak mengunjungi tempat bermain, kebun binatang, lapangan terbang, museum, dan lain-lain.
  • Ajak anak makan bersama-sama anggota keluarga lainnya.

Memeluk dan mencium
Peluk dan cium anak sering-sering dan buat agar ia memeluk dan mencium anda kembali.

Membereskan mainan/membantu kegiatan di rumah
Ajari anak mengambil dan menyimpan mainan, baju dan lain-lain miliknya. Mula-mula anak perlu dibantu, tetapi sedikit demi sedikit kurangi bantuan anda dan ia akan melakukannya sendiri. Anak juga diminta membantu anda menyiapkan meja makan dan melakukan pekerjaan ringan di sekitar rumah.

Bermain dengan teman sebaya
Ajak teman-teman anda yang mempunyai anak sebaya anak anda bertemu secara teratur. Anak dapat bermain dengan teman sebayanya, sementara pars prang tua berbicara mengenai bagaimana menstimulasi anak.

Permainan baru
Tunjukkan permainan baru kepada anak seperti main kejar-kejaran, putar-putaran dan lain-lain.

Bermain petak umpet
Beritahu anak bahwa anda akan bersembunyi. Minta anak mencari anda. Mula-mula, buat agar ia dapat menemukan anda dengan mudah. Setelah anak terbiasa dengan permainan ini, usahakan agar anda lebih sulit ditemukan.[]

About these ads

About ummuyusufabdurrahman

Serius bisaa.. becanda bisa.. serius sambil becanda bisaa.. becanda sambil serius bisa.. :)) Translation : Serious yess.. joking yess.. seriously joking yess.. joking seriously yess.. halah yes yess.. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s