Cantikmu untuk siapa?

Setelah menikah, banyak hikmah dan pelajaran yang bisa saya ambil. Terutama dari zauji. Perlahan, setahap demi setahap -bi idznillah (dengan izin Allah)- zauji selalu berusaha mengarahkan saya menuju kebaikan, Insya Allah. Salah satunya adalah masalah berdandan.

Na’am, sebagai wanita tidak saya pungkiri bahwa saya senang berhias dan ingin tampak cantik. Dulu sebelum menikah, terkadang saya memakai bedak dkk ketika pergi atau berangkat ke kantor. Tapi sekarang, saya hanya berdandan ketika di rumah. Apa yang mengubah pola pikir saya?

Seperti wanita pada umumnya, saya menyimpan bedak dkk di tas. Suatu saat tiba-tiba di salah satu “temennya bedak” saya tertempel secarik kertas bertuliskan “dipakainya kalau di rumah saja ya”, tulisan tangan zauji. Saya tersenyum membacanya, dan sejak saat itu “benda itu” saya tinggal di rumah, tidak pernah dibawa lagi ke kantor. Selain itu zauji juga sering bilang “dandannya di rumah aja ya”, “cantiknya buat suami aja ya, jangan dinikmati orang lain”.. kurang lebih seperti itu. Itulah awal dari perubahan pola pikir saya.

Kata-kata zauji membuat saya tersentuh. Dibalik kata-kata yang terkesan “egois” itu, tersimpan makna yang sangat dalam. Makna bahwa sebagai suami ia ingin melindungi istrinya… dari fitnah, dari “pandangan liar” dan gangguan kaum lelaki, serta ingin menjaga kehormatan istrinya. Seorang suami sudah seharusnyalah mempunyai rasa cemburu (bukan “dikuasai” rasa cemburu lho), terutama bila istrinya berbuat hal-hal yang menyimpang dari tuntunan agama.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

“Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala cemburu dan cemburunya Allah bila seseorang mendatangi apa yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Sa’ad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu berkata :
“Seandainya aku melihat seorang laki-laki bersama istriku niscaya aku akan memukulnya dengan pedang sebagai sangsinya. Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda, “Apakah kalian takjub dengan cemburunya Sa’ad, sesungguhnya aku lebih cemburu darinya dan Allah lebih cemburu dari padaku”. (HR. Al Bukhari).

Ali Radhiyallahu ‘anhu ketika diutus kesuatu negeri beliau berkata kepada penduduknya : “Aku telah mendengar bahwa wanita-wanita kalian akan mendekati orang-orang kafir azam di pasar-pasar, tidakkah kalian cemburu, sesungguhnya tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak memiliki rasa cemburu.”

Saya sangat bersyukur dikaruniai suami yang punya al ghoiroh (rasa cemburu). Bayangkan seandainya seorang suami tidak punya rasa cemburu. Dia biarkan istrinya berdandan cantik di luar rumah, memakai parfum nan wangi dan berpakaian menarik yang memperlihatkan auratnya sehingga menjadi tontonan gratis dan dapat mengundang hasrat kotor kaum lelaki. Na’udzubillah.. wallahul musta’an.

Na’am, saya tidak ingin menjadi bagian dari “fenomena terbalik” yang ada di sekitar saya. Seorang wanita yang seharusnya kecantikannya hanya dinikmati oleh suaminya -sebagai orang yang berhak atas dirinya- malah menampakkan kemolekan dan keindahan tubuhnya untuk diperlihatkan kepada laki-laki lain. Dan ketika di rumah, dimana seharusnya menyenangkan dan menyejukkan pandangan suami, tetapi hanya berpakaian dan berdandan seadanya.

Coretan ini tidak lain saya maksudkan sebagai lecutan bagi saya pribadi untuk berlaku lebih baik, menjadi istri sholihah.. yang menyenangkan ketika dipandang, yang menaati ketika diperintah, serta yang menjaga harta dan kehormatan dirinya ketika suami pergi..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud no. 1417)

Bismillah.. smoga Allah memberkahi petunjuk dalam tiap langkah kita smua para muslimah, diberkahi kekuatan dalam mengamalkan tuntunan-Nya, serta menolong dan menjaga hati kita agar tetap istiqomah di jalanNya, menjadi wanita sholihah… sebaik-baik perhiasan dunia.. Insya Allah..

‘Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s