Ketika Pemula Memasak

Sebelum menikah, saya bukan akhwat yang suka memasak. Padahal ummi punya usaha catering, seneng banget masak dan mencoba membuat berbagai jenis kue. Alhasil, setelah menikah saya agak gedandapan alias gragapan juga diminta masak. Nah, kalo udah begini jadi agak nyesel kenapa ngga dari dulu-dulu belajar masak ama ummi hehe..

Pertama masak buat zauji waktu Idul Adha setahun yang lalu. Lumayan panik juga pas dapet jatah daging kambing dari kampung. Langsung deh tanya ke ummi enaknya dimasak apa. Ummi mengusulkan yang gampang aja, dibuat sayur kaldu. Akhirnya dengan beberapa kali telepon, mengumpulkan bahan masakan, racik-racik, dsb… masakan bisa selesai juga. Dua masakan, sayur kaldu daging kambing, dan ca sayur campur daging kambing (ternyata suami suka -banget- makan sayur). Butuh waktu 2,5 jam haha.. lama skalii. Saya ingat waktunya ba’da dzuhur jam 12.00, n mateng jam 14.30.

Alhamdulillah zauji senang, enak katanya *senyum*. Ketika saya cicipi lumayan juga, pedes, seger, dagingnya empuk :D muji sendiri. Saya ingat satu bumbu yang paling penting, yaitu “bismillah”. Tiap mau masukin bumbu nyebut “bismillah”.. teruuss… ampe mateng ;p

Sekarang alhamdulillah sudah mulai bertambah jenis masakannya. Sop-sopan, oseng-osengan, ca-canan, bihun, asem-asem dagink, semur, bacem, perkedel, martabak pokoknya semua dicoba. Teteup aja sih, kalo bingung telpon ummi cara mbuatnya ^^

Dulu pernah zauji minta dibikinin bubur kacang ijo. Agak bingung juga karena belum pernah mbuat. Akhirnya waktu itu zauji yang mbuat, saya bagian ngeliat aja. Suatu saat waktu zauji pulang dari perjalanan dinas, saya mencoba buat bubur kacang ijo sendiri, alhamdulillah jadi n rasanya lumayan. Truss.. waktu puasa kemarin nyoba bikin kolak pisang.. eh, jadi juga. Pokoknya resep aneka makanan dicoba deh, walopun rasanya ngga dijamin ;p

Oya, ada pengalaman juga niy pas ramadhan kemarin. Waktu itu saya sekilas ngeliat resep martabak tahu dari FB kakak kelas saya, Mba Tyas. Suatu saat pengen nyoba. Dengan pede dan berbekal sekilas info seingatnya itu saya mencoba mbuat martabak tahu lumayan banyak, karena rencana mau dikirimin ke tetangga (PeDe). Waktu dah slese mbuat hmm.. rasanya lumayan enak sih, tapi kata zauji “kok ada rasa yang masih mentah ya”. Wah, gaswat padahal mo dikirimin ke tetangga buat mbalikin piring mereka (biasa kirim-kiriman makanan ama tetangga). Ya sudahlah, saya tetep kirim ke mereka. Toh, rasanya ngga parah2 banget ( ;p.. afwan jiddan ya neighbours). Keesokan harinya saya liat lagi resep di FB temen.. ternyata ada satu step yang kurang, yaitu tahunya ditumis dulu barengan ma bawang bombai n kornet hehe.. Insya Allah lain kali mbuat lagi dengan cara yang bener.

Bismillah.. smoga dengan bertambahnya usia pernikahan, bertambah pula kemampuan memasak saya.. agar dapat membahagiakan suami, dan siapa tahu bisa buka usaha warung makan :D

3 Comments

  1. Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,
    Tanpa terasa, untuk sekali lagi, Idul Adha telah berlalu dari hadapan kita.
    Idul Adha…
    Simbol pengorbanan ikhlas dari seseorang untuk sesuatu yang dicintainya.
    Gema perjuangan baru setelah kita menjalani simulasi perjuangan di bulan Ramadhan.
    Sebuah momentum awal, untuk kesekian kalinya, guna mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

    Sekarang, mari kita renungkan sejenak,
    Sudahkah kita mengorbankan ego diri kita untuk memperbaiki keadaan umat?
    Sudahkah kita mengorbankan kepentingan dunia kita untuk memenuhi kebutuhan akhirat?
    Sudahkah kita mengorbankan kehidupan maksiat kita untuk kembali memperjuangkan syariat?
    Sudahkah kita mengorbankan sebagian rizqi yang telah diberikan kepada kita untuk bersyukur atas segala nikmat?

    Ingat saudaraku,
    maut dapat menjemput kita dimanapun dan kapanpun,
    seperti kita lihat telah dialami oleh hewan-hewan ternak ketika Idul Adha.
    Untuk itu, apabila kita belum mewujudkan rasa syukur kita,
    MARI KITA “BERKURBAN” SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KITA SEKARANG JUGA!

    Ketahuilah saudaraku,
    The man who seeks the world
    will get nothing except fading shadows.
    But…
    The man who walks the path of heaven
    will rule over everything.
    yang intinya, gunakanlah duniamu untuk akhiratmu!

    Selamat hari raya Idul adha.
    Semoga Allah memberikan keikhlasan dan kekuatan kepada kita untuk berkurban.
    Dan semoga setiap pengorbanan yang kita lakukan dibalas dengan sebaik-baiknya.

    Mohon maaf jika ada perkataan yang salah atau kurang berkenan.
    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya, jazakallah.

    Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    http://eramuslim.com/nasihat-ulama/ustadz-fathuddin-ja-far-meneladani-konsep-pembangunan-nabi-ibrahim.htm
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/24/tunduk-dan-berkorban-demi-tegaknya-syariah-dan-khilafah/
    http://muslim.or.id/

    _____________________________________
    INDONESIA GO KHILAFAH 2010
    “Begin the Revolution with Basmallah”

    • na’am, iya ukh.. suami lebih senang kalo ana masak daripada beli diluar :D
      Insya Allah, smoga Allah memudahkan ana utk belajar lebih banyak masakan jadi bisa bagi2 (walopun masih yg gampang2), masih pemula niy ukh hehe
      wah… ana tengok di blog anti ternyata anti juga jago masak ya, Insya Allah kapan2 ana praktekkan juga resep anti ^^, jazakillahu khoiron ukh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s