Drama Bus Jemputan

bukan bus yang sebenarnya ;p

Konsekuensi dari bekerja di Jakarta dan tinggal di Cibinong adalah jarak yang lumayan jauh. Dulu ana menempuh perjalanan dengan naik angkutan umum, yaitu bus no 43 jurusan cibinong-grogol, atau bus no 70 jurusan cibinong tanah abang (turun di komdak dan lanjut p6).

Alhamdulillah salah seorang teman saya merekomendasikan bus jemputan kantor, sehingga saya tidak harus brangkat “mruput” (pagi banget) dan pulang “surup” (maghrib). Skarang saya brangkat dari rumah jam 6.30an dan sampe rumah jam 17.30an.

Penumpang bus ini mayoritas lebih tua dari saya, dan mereka smua baik-baik orangnya. Hanya saja saya saja beberapakali menjadi trouble maker sehingga membuat mereka kadangkala jengkel juga sama saya.. (* maap pak, bu..)

Ini adalah beberapa “pengalaman buruk” yang saya masih ingat..

Dulu pernah waktu pulang kantor saya tertahan oleh Asdir (dimintai bantuan membuat surat), jadi begitu saya sampe bawah bus sudah berangkat  meninggalkan kantor. Saya lalu telp supir bus, minta tolong untuk menunggu saya. Mengingat jarak antara kantor dan tempat bus sudah agak jauh, sehingga saya memerlukan waktu agak lama untuk sampai sana. Setelah sampe di bus pada nyoraki n “mleroki” saya  :'(

Peristiwa lainnya, waktu mau berangkat kantor, ketika sampai di pos jemputan, teman-teman saya yang lain sudah ngga ada (artinya bus sudah berangkat). Saya lalu berusaha mengejarnya dengan zauji naik motor tapi  bus sudah ngga keliatan. Saya lalu menelpon sopir menanyakan bus sudah sampai mana, dan ternyata sudah hampir mencapai tol. Saya lalu minta ditungguin. Ketika saya naik bus, ibu-ibu udah ada yang cemberut (ya iyalah).  Trus ada ibu yang bilang ke saya “besok bangunnya lebih pagi ya mba, kalo telat jangan suruh nungguin, naik 43 aja, bla.. bla.. yadda.. yadda..” hehe.. cuma bisa cengar cengir

Dan 2 hari yang lalu ada kejadian lagi. Ketika pulang, saya minta diturunin di suatu tempat karena sudah janjian sama zauji mau beli kain, dan tempat itu pas tanjakan. Tadinya saya dah minta di tempat yang agak landai, biarin deh saya “ngalahi” jalan agak jauh.. tapi sopir bus ngga denger dan memberhentikannya di tanjakan. Alhasil begitu saya turun, ketika bus mau melanjutkan perjalanan tiba-tiba ddrttt… mogok. Batin saya, “astaghfirullah.. masa saya lagi penyebabnya”. Ketika suami saya datang dan melihat busnya mogok lalu bilang “ini habis nurunin de’?” *senyum*.. saya ngangguk sambil mesam mesem sepet. Alhamdulillah setelah 10 menitan bus lalu bisa jalan. Besoknya kena sindir (lagi) *kayaknya lama-lama kebal deh ;p

Yah, smoga Allah memberkahi hati yang lapang pada seluruh penghuni bus XX dan memaafkan kekhilafan saya baik yang disengaja ato engga, dan smoga saya ngga mendzolimi mereka lagi  (merasa bersalah_mode on) ^^

Sekian dan terima kasih cerita yang ngga penting ini ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s