Jangan Menyingkat Salam

Seringkali saya membaca tulisan baik di artikel, email, maupun sms yang isinya menyingkat salam ataupun ucapan baik lainnya yang bermakna doa.

Misalnya saja:

Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh disingkat ass, aww,..

Jazakalloh khoiron disingkat jk atau terkadang ada sebagian yang juga menambahkan katsiiro sehingga disingkat menjadi jkk, dan utk membalasnya wa iyyakum disingkat wyy

Sholallahu alaihi wassalam disingkat SAW

dan sebagainya..

Padahal kata-kata tersebut bermakna doa dan kebaikan. Tatkala disingkat, bukankah hal itu akan menjadi sesuatu yang tidak bermakna?

Jazakallohu khoiron berarti semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, dan jazakallohu khoiron katsiiro berarti smoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak (CMIIW).. sesuatu yang kita ucapkan tatkala mendapat kebaikan dari orang lain.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah,

Hadits Usamah bin Zaid radliallohu anhu bahwa Rasululloh Shallallohu alaihi wasallam bersabda:

من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

“Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khaer (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.”

(HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi)

Serta wyy yang merupakan singkatan dari ucapan “wa iyyakum” yang bermakna “sebagaimana kami mendapat kebaikan,juga kalian” sebagai balasan atas jazakallahu khoir, akan lebih afdhol membalasnya dengan jazakallohu khoir pula (seperti yang ana baca di artikel ini)

Sedangkan untuk assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh yang kurang lebih maknanya “Semoga diberikan keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkahNya kepadamu”. Bukankah itu merupakan suatu doa yang sangat baik?

Kalau memang mau agak singkat, ya pakailah “assalamu’alaikum” saja..paling tidak kita mendapat sepuluh kebaikan.

Hal ini sesuai dengan kisah tentang seorang laki-laki yang masuk ke dalam masjid dan saat itu Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya sedang duduk-duduk, berkata lelaki tadi, “Assalamu’alaikum”, maka Nabi menjawab, “wa’alaikumus salam, sepuluh atasmu”, kemudian masuk lelaki lain dan berkata, “Assalamu’alaikum warohmatullah”, Rasulullah menjawab, “Wa’alaikumus Salam warohmatullah, dua puluh atasmu”. Tak lama kemudian datang lagi seorang lelaki sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warohmaatullahi wabarokatuh”, maka jawab Rasulullah, “Wa’alaikumus Salam warohmatullahi wabarokatuh, tiga puluh atasmu”. (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Begitu pula dengan shalawat, dimana sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)

Maka dalam penulisannyapun, kita tidak seharusnya menggunakan singkatan. Bahkan para ulama pun membenci penyingkatan sholawat kepada Rasulullah sholallahu alaihi wassalam. Untuk keterangan lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Mari kita berusaha untuk mendapat berkah kebaikan dari Allah dengan menyempurnakan doa yang kita tuliskan dengan kalimat yang sempurna.

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s