Untuk Temanku Sayang

Seringkali saya wall-walking di FB, melihat bagaimana kabar teman-teman akhwat saya. Ternyata ada beberapa hal yang cukup menjadi perhatian saya dan lumayan menjadi ganjalan di pikiran. Hal ini sudah saya sampaikan kepada yang bersangkutan secara pribadi, tapi saya memandang perlunya share di sini sebagai sarana introspeksi dan pengingat bagi diri saya.

Ketika sedang wall-walking, saya melihat teman-teman akhwat saya memajang foto-foto mereka dengan berbagai gaya, memperlihatkan senyum manis dan busana nan elok. Wajah dan penampilan menawan yang seharusnya hanya dinikmati suami, ditampakkan ke semua orang. Ya, saya paham dan husnudzon dengan pikiran mereka, mungkin mereka hanya ingin supaya wajah mereka dikenali oleh teman-temannya, atau sekedar  memberikan kabar terkini pada mereka. Tapi apakah teman-teman saya tersayang tidak takut bahwa foto-foto mereka dapat menimbulkan fitnah?terutama bagi para ikhwan yang mungkin terselip penyakit hati,  tidak takutkah jika foto tersebut disalahgunakan? dan tidakkah suami mereka cemburu jika kecantikan istri mereka dinikmati orang lain? entahlah.. hanya mereka yang tahu jawabannya 1]

Satu hal lagi yang menjadi ganjalan bagi saya. Teman-teman akhwat semasa kuliah… yang dulu begitu rapat menutup aurat mereka, berjilbab lebar hingga dibawah perut, dengan rok yang anggun.. mengapa sekarang berubah? Jilbabnya mengecil, hanya sekedar menutup dada.. bahkan ada yang berganti bercelana ria, menampakkan lekuk kaki mereka yang indah.. wallahul musta’an.

Saya jadi bertanya-tanya, mungkinkah lingkungan yang mengubahnya? Apakah keadaan semasa kuliah dulu, dimana mereka hampir tiap hari bersentuhan dengan dunia dakwah, tidak mereka dapati lagi saat ini? tak adakah kawan seiring yang bisa menjadi tempat saling mengingatkan?

Ya ukhty cantik, saya menyadari bahwa saya pun belum maksimal dalam berbusana muslimah, bahkan masih sering diingatkan zauji disaat lalai (ngga pake manset, ngga pake ciput/daleman jilbab, dll)… masih perlu banyak perubahan yang lebih baik.  Di sini saya hanya ingin  introspeksi diri serta mengajak saudari-saudari saya tercinta untuk mengingat tentang hakikat berjilbab, yang tidak hanya sekedar menutup dada dan tidak menampakkan perhiasan yang tidak biasa nampak.. tapi juga perlindungan  secara utuh terhadap diri mereka. Perlindungan dari fitnah, gangguan, dan pandangan liar laki-laki. Kalau dengan jilbab sebatas dada, bukankah lekuk tubuh mereka masih terlihat? apalagi jika memakai celana yang membentuk kaki dan pantat (maaf).. tidak khawatirkah hal itu dapat menjadi pemandangan indah yang  dinikmati dan bisa menimbulkan syahwat bagi laki-laki yang tidak dapat menahan pandangannya?

Untuk persaudaraan kita karena Allah.. sebagai pengingat bagi diri saya pribadi, berikut saya kutipkan beberapa syarat hijab yang harus terpenuhi 2] :

  1. Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling kuat.
  2. Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.
  3. Tebal dan tidak tipis atau trasparan.
  4. Longgar dan tidak sempit atau ketat.
  5. Tidak memakai wangi-wangian.
  6. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.
  7. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
  8. Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.

Semoga Allah memberkahi kita keistiqomahan dalam menegakkan syariat Allah..

Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa dinnik… “Ya Allah, wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku di atas agama-Mu”

Note:

1] pembahasan mengenai pemasangan foto akhwat di internet bisa di baca di sini

2] artikel selengkapnya tentang hijab dapat dibaca di sini dan sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s