Jenuh..

Jenuh..

Na’am, itu yang saya rasakan akhir-akhir ini dengan rutinitas dan pekerjaan kantor. Walaupun mungkin pekerjaan saya ngga seberat teman-teman saya yang lain, pulangnya pun ngga terlalu sore, di rumah juga masih berdua jadi ngga terlalu repot.. tapi beberapa minggu ini rasanya kok aras-arasen a.k.a agak males ngantor.

Ini adalah beberapa alasan saya kenapa merasa jenuh dan ingin resign..

Pertama, yaitu ketika salah satu atasan saya (laki-laki) membahas tentang ketidakmauan saya bersentuhan tangan ketika bersalaman dengan beliau. Saya sudah menjelaskan tentang dasarnya, serta tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-mengenai itu tapi beliau sepertinya lebih senang dengan pemikirannya sendiri. Akhirnya saya printkan artikel mengenai hukum berjabat tangan dengan bukan mahram yang saya kutip dari sini.  Alhamdulillah sampai sekarang beliau ngga pernah mengungkit-ungkit hal itu lagi.

Kedua, penugasan ke luar kota yang datang silih berganti. Alhamdulillah sampai saat ini bisa diatasi, tapi sepertinya hal ini akan berulang kembali (ya, saya tahu ngga boleh berandai-andai, hanya membicarakan kemungkinan saja *sama aja dunk ;p  ). Saya tahu bahwa ini resiko pekerjaan yang harus saya tanggung karena sudah komitmen untuk bekerja di perusahaan ini, tapi kok rasanya berat mengingat hukum safar bagi muslimah :(

Ketiga, ikhtilath antar lawan jenis. Satu hal yang pasti kita dapati dalam dunia kerja. Dimulai dari ketika berangkat (alhamdulillah sekarang naik bis jemputan, jadi ngga berdesak-desakan di angkutan umum), hingga ketika di kantor. Apalagi qodarullah di bagian saya mayoritas ikhwan :( . Memang untuk ikhtilath ini pasti terdapat dalam kehidupan sehari-hari, terutama bila kita keluar rumah, misalnya ke pasar, ke rumah saudara, ke tetangga..  dan kalo ditambah dengan pergi ke kantor maka lebih banyak lagi ikhtilath yang kita jumpai, sehingga bertambahlah kemadhorotan yang kita dapat, and it will end in kemungkinan lebih  banyak dosa yang kita perbuat :'( 

Keempat, keinginan untuk menjadi seorang istri yang dapat mengurus rumah tangganya dengan baik, misalnya memasak (kalo ke kantor ngga tiap hari masak), bersih-bersih rumah (sering terserang virus malas, biasanya karena kecapekan pulang kantor *alasan), dan sebagainya.

Kelima, memikirkan bagaimana jika nantinya punya keturunan (smoga Allah mengijabah doa kami utk mendapatkannya ^^), maka betapa sedikitnya waktu yang dapat saya luangkan bagi mereka. Pergi pagi, pulang sore.. hanya ada waktu di malam hari untuk mereka. Betapa sedihnya bila mereka lebih dekat dengan khadimat (ART-asisten rumah tangga, bila ada) daripada dengan ibunya.

Keenam, perubahan pola pikir dan pandangan setelah membaca-baca beberapa artikel, khususnya mengenai keluarnya wanita untuk bekerja, seperti yang saya temukan di sini.

Ketujuh, walaupun ngga memaksakan (dalam arti memahami keinginan saya untuk bekerja), tapi zauji lebih senang jika istrinya di rumah  :D  –> alasan yang paling dipikirkan walaupun ditulis terakhir.

Yup, itulah beberapa hal yang menjadi pemikiran dan pertimbangan saya.. sehingga membuat saya ingin resign dari kantor. Saya ingin membuka usaha saja sehingga lebih banyak waktu yang bisa saya habiskan di rumah, dan smoga bisa mengurus rumah tangga serta meladeni suami lebih baik.

Think.. ummu yusuf  abdurrahman think..! usaha apa yang kira-kira bisa dijalankan dengan kemampuan bisnis saya yang terbatas ^^

Smangadh!!



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s