Jangan Salah Berucap

Beberapa waktu yang lalu, saya tulis status di FB.. (terinspirasi dari baca blog ummu shofiyyah) , karena saya pikir tidak semua orang mengetahui hal ini *termasuk saya yang belum lama tahu ^^

“coba tebaak… apa yang seharusnya diucapkan ketika tersandung ato terpeleset? ada haditsnya lho ^_* “


Jawaban dari teman-teman saya bermacam-macam, ada yang astaghfirullah, innalillah, dan lain-lain.. Ada satu jawaban yang benar yaitu bismillah, dari teman saya -Inta- yang sekarang sedang mukim di Riyadh. Dia bilang, orang-orang Saudi apa-apa bilang bismillah. Dia tadinya heran, entah kejedot, kesandung mereka bilang bismillah, berbeda dengan orang Indonesia yang bilang astaghfirullah/innalillah..

Saya lalu sampaikan satu hadist yang menjadi dasar bagi ucapan tersebut, yang lengkapnya sebagai berikut :

Dalam hadits Abul Malih, dari seorang shohabat yang sedang boncengan sama Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:


كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

“Aku pernah boncengan bersama Nabi shollallohu alaihi wa sallam, lalu hewan tunggangan kami tersandung, akupun mengatakan: “celakalah setan!”. Maka Nabi shollallohu alaihi wa sallam berkata kepadaku: “jangan engkau katakan: ‘celakalah setan’, karena jika engkau mengucapkan itu maka setan itu akan semakin besar hingga besarnya seperti sebuah rumah dan setan akan berkata : ‘ini terjadi karena kekuatanku’, akan tetapi katakanlah: ‘bismillah, karena jika engkau mengucapkan itu, setan akan mengecil sampai seperti lalat.”

[HR. Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa’i, al-Hakim, dll. Dishohihkan syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohih al-Kalim ath-Thoyyib 1/174]


Ternyata obrolan berlanjut, Inta bilang kalo di sana (=arab) ketika dapat sesuatu yg bagus (mis: mobil baru, dll) bilangnya: Masya Alloh. Padahal (kata dia) masyaAlloh kalo di indonesia untuk sesuatu hal yg ngga bagus.

Saya langsung browse mengenai ucapan masya Alloh (atas kehendak Allah). Setelah saya baca di sini (membahas tentang penyakit ain), disebutkan bahwa diantara sunnah ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak Allohlah semua ini terwujud”

Hal ini didasari firman Alloh dalam surat Al-Kahfi ayat 39. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan :”Ketika engkau masuk suatu kebun dan kau merasa takjub akan keindahannya,mengapa engkau tidak memuji Alloh atas nikmat yang telah diberikan kepadamu seperti nikmat harta dan anak keturunan yang tidak diberikan kepada selain engkau dan mengapa kamu tidak mengucapkan masya’Alloh la quwwata illa billah.

Nice lesson buat saya dengan kemampuan bahasa arab dan ilmu yang terbatas ini ^^

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s