Tantangan dalam Mencari Ilmu

Sudah dua minggu ini tempat kajian yang biasa saya datangi bersama zauji pindah tempat. Tadinya di masjid Al Muhajirin di Perumahan Griya di daerah Jalan Baru Bogor, kemudian pindah ke Masjid Al Muttaqin di Jalan Pandu Raya di daerah Indraprasta Bogor, sedangkan untuk waktunya tetap jam 09.00 – 11.00.

Fenomena pindah tempat kajian sepertinya sudah ngga aneh lagi. Di perumahan saya sendiri (Puri Nirwana 1), tadinya tempat kajian di musholla Muhajirin (waktu itu saya belum pindah ke sana), dan sekarang berada di rumah ikhwah di blok QQ23 (CMIIW) bagi akhwat, sedang untuk ikhwan di rumah sebaliknya (saya lupa alamatnya). Jadi ketika kajian ustadz bersama para ikhwan, sedangkan untuk akhwat mendengarkan melalui audio. Sebenarnya kasihan juga, karena untuk tempat ikhwan harus menyewa rumah tersebut yang digunakan hanya ketika kajian,  sedangkan sehari-hari kosong.

Kemarin ketika kajian di Al Muttaqin sempat ngobrol dengan seorang ibu, bliau bilang dulu ketika ikut kajian di daerah Bekasi juga sering sekali pindah tempat, bahkan sampai beberapa kali.  Saya jadi bertanya-tanya, apakah yang menjadi keberatan dan sebab kepindahan dari tempat-tempat kajian tersebut?

Ada satu sebab yang saya tahu. Di salah satu tempat yang saya sebut di atas, sebab kepindahannya karena adanya keberatan dari salah satu anggota DKM. Ceritanya dulu pernah ada ikhwah yang mengingatkan sesuatu hal terkait masalah ibadah ke salah satu jamaah masjid, tapi rupanya orang tersebut tidak dapat menerimanya. Entah karena peringatannya terlalu keras atau bagaimana akhirnya dari pihak DKM meminta kajian dipindahkan.

Saya cukup prihatin dengan masalah perpindahan tempat kajian ini, walaupun saya menyadari kalau saya pun tidak terlalu sering datang kajian. Menurut pendapat saya, selain adanya masalah pribadi seperti tersebut di atas, hal lain yang mungkin menjadi penyebab keberatan masyarakat sekitar atau pihak DKM adalah masalah penampilan atau pakaian dari mayoritas pengikut kajian.

Celana ngatung, jenggot, cadar.. 3 hal itulah yang dipandang asing bagi masyarakat, sehingga menimbulkan kecurigaan bagi mereka. Ditambah lagi isu terorisme, dimana penampilan itu diidentikkan dengan mereka. Lha wong saya saja yang “hanya” berjilbab besar pernah dibilang teroris sama orang dekat saya, apalagi jika melihat yang berpenampilan lebih tertutup. Wallahul musta’an.

Padahal kalau saja mereka mau ikut bersama-sama duduk mengikuti kajian, mereka akan melihat manfaat dari ilmu yang disampaikan. Mereka akan melihat begitu semangatnya para thollabul ilm untuk mendapatkan ilmu dari asatidz, mereka datang dari berbagai tempat untuk merasakan nikmatnya ilmu.

Rasulullah shallllahu ‘alaihi wasallam berkata:
” Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”. (Shahihul Jami’ 3913)

Mari kita lihat Keutamaan Ilmu dalam Al Qur’an dan As Sunnah, yang saya kutip dari web di sini :

Allah dan RasulNya telah menerangkan keutamaan ilmu, orang berilmu serta orang yang mempelajarinya, diantara keutamaan ilmu:

1. Allah akan mengangkat derajat orang berilmu:
Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (Al Mujadalah:11)

2. Ilmu adalah warisan para nabi
Rasulullah berkata:
Artinya: “Ilmu adalah warisan para nabi, para nabi tidaklah mewariskan emas ataupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu, barang siapa yang mengambilnya maka telah mengambil bagian yang banyak”. (Shahihul Jami Al Albani : 6297)

3. Allah menginginkan kebaikan bagi seorang yang berilmu
Rasulullah berkata:
Artinya: “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama”. (Shahihul Jam Al Albani’:6612)

4. Ilmu adalah jalan menuju surga
Rasulullah berkata: “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga”. (HR.Muslim)

5. Orang berilmu adalah orang-orang yang senantiasa diatas alhaq hingga menjelang hari kiamat
Rasulullah berkata:
Artinya: “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan niscaya akan dipahamkan tentang masalah agama. Aku (Rasulullah) hanyalah pembagi (sedangkan) Allahlah yang memberi. Akan senantiasa ada sekelompok umat ini (muslimin) yang tetap diatas perintah Allah, tidak akan membahayakan mereka (ketika ada) orang yang menyelisihinya hingga datang urusan Allah (hari kiamat)”

Untuk artikel lengkapnya silakan dibaca di web yang saya sebut di atas.

Smoga Allah mempermudah jalan para tholabul ilm dalam menuntut ilmu..






2 Comments

  1. ass.Assalamu’alaikum.Rossy 50 thn , sy dpt jwbn Sms dr ustd A Muhammad. ada Kajian Agama Islam. Masjid Al Muttaqin di Jalan Pandu Raya di daerah Indraprasta Bogor. Ahad 8-11 pagi.
    sy mau tanya :
    1. Materi ttng apa?
    2. Daerah mana ini?
    3. sy tinggal d Ds Ciherang. Komplek IPB 2. dekat terminal Bubulak. naik angkot apa agar sampe ke mesjid Muttaqin trsbt.
    wassalam. trmh ksh
    Rossy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s