Butir Nasihat Ummu Abdillah Al Wadi’iyyah

Sudah beberapa hari ini saya membaca buku Nashihati Lin Nisa’ Qadhayatahum Al Mar’ah Fatawa Lin Nisa’ yang diterjemahkan menjadi Wahai Muslimah Dengarlah Nasehatku karya Ummu Abdillah al Wadi’iyyah. Buku yang sangat bermanf aat, terutama bagi para akhwat karena di situ dibahas berbagai macam fiqh dan nasihat untuk wanita.

Ketika pertama kali membaca buku tersebut, saya cukup tersentak dengan kalimat yang beliau tulis di bab awal yaitu Anjuran untuk Ikhlash dan Menjaga Waktu.

Pada akhir pembahasan bab ini beliau menulis mengenai tertipunya manusia di dunia ini, yaitu orang yang diberi Allah berupa kesehatan dan kelapangan tetapi tidak digunakan untuk perkara yang bermanfaat baginya, sebagaimana Al Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

“Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu di dalamnya yaitu kesehatan dan waktu luang”

Jiwa itu mau tidak mau berada di antara salah satu dari dua keadaan :

  1. Sibuk dalam ketaatan kepada Allah.
  2. Atau jiwa itu yang akan menyibukkan pemiliknya, karena apabila jiwa tidak disibukkan maka dia tentu menyibukkan. Dan kalau ada yang mengendalikannya tentulah dia istiqamah (lurus).

Setelah itu beliau memberi nasihat (inilah yang mengena di hati saya) :

“Maka efektifkan waktumu dan isilah dengan semua kebaikan karena dia modal utamamu terutama sebelum datangnya anak karena waktu luang saat ini lebih banyak, berbeda dengan yang mempunyai anak maka keadaannya tidak seperti itu, waktunya akan terbagi-bagi. Wallahu Al Musta’an.

Na’am, terkadang saya merasa sedih dengan belum adanya buah hati ditengah pernikahan saya dan zauji yang sudah menginjak 1 tahun 5 bulan ini. Betapa kami sangat merindukan kehadiran keturunan ditengah kebahagiaan kami.

Alhamdulillah saya dan zauji senantiasa saling mengingatkan dan menyemangati satu sama lain, sehingga ketika salah satu dari kami “down”, kami  pun ingat kembali bahwa ini semua adalah kehendak Allah dan Dia-lah maha mengetahui yang terbaik bagi hambaNya. Ya, sebagai manusia kami hanya bisa berikhtiar serta bersabar, sedangkan keputusan mutlak di tangan Allah.

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri” (Ath Thuur :48)

Dari tulisan ummu abdillah tersebut saya tersadar bahwa seharusnya saya memanfaatkan waktu yang saya punya saat ini untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, karena ketika nanti sudah mempunyai anak -Insya Allah- maka waktu akan semakin terbagi-bagi lagi.

Saya pun sudah melihatnya dari pengalaman ummahat, terutama ketika hadir dalam ta’lim. Mereka sibuk dengan buah hatinya masing-masing, dan tidak konsentrasi untuk mendengarkan isi kajian. Saya pernah bertanya ke salah satu ummahat yang saya temui ketika kajian di Istiqlal, dia bilang datang kajian terutama untuk silaturrahim, karena kalo untuk mendengarkan kajian tidak begitu memungkinkan dengan adanya anak bliau yang masih kecil. Biasanya bliau menyiasati mengisi ruhiyah dengan mendengarkan kajian di radio.

Na’am, dengan banyaknya waktu luang yang saya dan zauji miliki saat ini maka semakin banyaklah kesempatan kami untuk menuntut ilmu semaksimal mungkin. Kami masih bisa naik motor ke Bogor  ataupun naik bus ke Jakarta berdua untuk mengikuti ta’lim. Saya masih banyak waktu untuk belajar memasak, menjahit, dan ketrampilan lain yang saya butuhkan. Betapa bodohnya saya yang seringkali menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga hanya untuk bermalas-malasan.

Bismillah.. Insya Allah tulisan ummu abdillah bisa menjadi lecutan bagi saya untuk bisa memanfaatkan waktu lebih baik lagi, sembari terus berdoa..

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.” (Ali Imran :38)

Smangadh! ^^






6 Comments

  1. Bismillah

    “Maka efektifkan waktumu dan isilah dengan semua kebaikan karena dia modal utamamu terutama sebelum datangnya anak karena waktu luang saat ini lebih banyak, berbeda dengan yang mempunyai anak maka keadaannya tidak seperti itu, waktunya akan terbagi-bagi. Wallahu Al Musta’an.”

    bner bgt tuh umm perkataan di atas…kdg ana mw dzikr ba’da sholat ja susah…kdg da yg pgn pi2s pgn poop tp insya Allah itu smua klo ikhlas(diniatkan ibadah hanya kpd Allah) jg dpt ‘ajrum minallah…aamiin

    • iya ya ukh? *belum pernah ngerasain* ;p
      wah, jadi ada satu hikmah lagi yang bisa ana ambil ukh.. yaitu bisa beribadah lebih maksimal, Insya Allah ^^

      dulu mikirnya belum dikaruniai keturunan yaa.. bisa berduaan lebih lama dengan zauji :D , ternyata banyak ibrah yang bisa diambil ya ukh
      jazakillah khoiron atas share pengalamannya ummu rofiif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s