Makan Sepiring Berdua ^^

Hari minggu yang lalu ketika menghadiri pernikahan teman SMP, saya bertemu dengan ummu davi (salah satu teman SMP saya). Selesai menghadiri walimatul ‘ursy, ketika saya membuka FB dan menyapa ummu davi di status FBnya dia menulis *meri ki aq mesrane ki lho, rak nguatiiii…* . Ketika suatu saat saya bilang hal itu ke zauji, kami cuma bisa saling berpandangan “masa sih?, perasaan biasa aja deh” hehe.. Saya lalu teringat sesuatu yang ketika itu ummu davi heran, “oo.. mungkin karena kita makan sepiring berdua”.

Na’am, sejak awal kami menikah, saya dan zauji membiasakan untuk makan sepiring berdua. Awalnya sih dari zauji yang meminta untuk demikian. Tadinya saya juga pekewuh karena ngga biasa. Memang sih agak ngga ladzim di masyarakat. Keluarga saya dan zauji juga pada awalnya sering mengingatkan untuk makan sendiri-sendiri, tapi lama kelamaan mereka sudah maklum. Sekarang saya terbiasa makan sepiring berdua dan rasanya ada yang kurang ketika saya makan sendirian, terutama kalo pas zauji pergi dinas. (terasa sepi pastinya hehe). Sambil makan bersama kami biasanya ngobrol tentang kegiatan di kantor, berita, atau sekedar obrolan kecil.

Untuk lebih jelasnya tentang kebiasaan saya dan zauji makan bersama dalam satu piring, berikut saya sampaikan tuntunan Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam- mengenai makan berjama’ah :

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda sebagaimana dalam riwayat Jabir radhiallahu ‘anhu:

أَحَبُّ الطَّعَامِ إِلَى اللهِ مَا كَثُرَتْ عَلَيْهِ اْلأَ يْدِي

“Makanan yang paling dicintai oleh Allah adalah bila banyak tangan (berjama’ah pada makanan tersebut).”{HR. Abu Ya’la dalam Musnad-nya dan selain beliau dan hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 2/562 no895}


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَاجْتَمِعُوْا عَلَى طَعَا مِكُمْ وَاذْكُرُوْا اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيْهِ

“Berjama’ahlah kalian pada makan kalian dan bacalah nama Allah, niscaya Allah akan menurunkan barakah.”{HR. Ibnu Majah. Shahih}

Insya Allah adab makan berjama’ah ini akan terus kami lakukan, kecuali ada hal-hal yang tidak memungkinkan bagi kami untuk melakukan itu. Smoga makanan yang kami santap lebih barokah dan Insya Allah semakin mendekatkan hubungan kami sebagai suami istri ^^

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s