Ketika Kau Kenakan Jilbabmu..

Baru hari jumat yang lalu perasaan haru menyelimuti saya ketika ada teman satu bus jemputan  -mba Iik- mengenakan jilbab, alhamdulillah siang kemarin perasaan itu muncul lagi ketika melihat ummu Abel  -teman kantor- juga mengenakan jilbab.

Sungguh alangkah indahnya ketika berkah Allah itu datang …

Mba Iik cerita, sebenarnya sudah dari dulu keinginan mengenakan jilbab itu ada tapi dia beralasan waktu itu anaknya masih kecil-kecil jadi ribet kalo harus mengenakan jilbab sambil mengurusi anak-anak ketika berangkat ke kantor. Sekarang anak-anaknya sudah beranjak besar, sehingga beliau ada waktu untuk merapikan jilbabnya sebelum ke kantor.

Ummu Abel juga hampir sama, dia bercerita kalo keinginan itu juga sudah ada sejak dulu. Hanya saja bisikan syaithan dalam hatinya  membuatnya ragu-ragu. Hingga minggu yang lalu ketika dia cerita ke suami kalo ingin mengenakan jilbab, suaminya berkata “lha kan sudah dari dulu saya suruh make, tapi awas lho nanti kalo sudah make jangan dilepas-lepas lagi lho ya”. Ucapan bernada setengah ancaman itu agak menciutkan hatinya. Kemudian minggu malam dia berkata dalam hati “kalo besok saya keramas brarti ngga pake jilbab, tapi kalo ngga keramas saya pake jilbab” (karena dia punya kebiasaan setiap hari keramas). Keesokan harinya, qodarullah dia bangun kesiangan sehingga tidak sempat keramas. Tiba saatnya untuk menunaikan janjinya yang sudah diucapkannya dalam hati. Pagi ini ummu Abel berangkat ke kantor dengan mengenakan jilbab hijau, serasi dengan baju lengan panjang warna hijau yang dikenakannya. Masya Allah.. ^^

Apapun alasan mereka dan berapapun usia mereka ketika mengenakannya.. tak henti-hentinya saya ucapkan syukur alhmdulillah atas berkah Allah yang dilimpahkan kepada mereka. Sama dengan ketika beberapa sahabat saya mulai berhijab satu persatu, baik teman SMA maupun kuliah ^^

Na’am, kebanyakan wanita menunda untuk mengenakan jilbab karena berbagai macam alasan (termasuk saya yang baru mengenakan selepas SMA, astaghfirullah *menyesal*). Mayoritas beralasan merasa belum siap dan belum dapat hidayah.

Ketika seorang muslimah mengatakan belum siap, maka apakah syariat mempersyaratkan kesiapan seseorang dalam melaksanakan kewajiban berhijab?

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Sampai kapan batasan waktu hingga ia merasa siap? Bagaimana jika ketika sedang menunggu masanya untuk siap kemudian Allah berkehendak mengambil nyawanya sehingga tidak sempat untuk berhijab? meninggal dalam keadaan belum menunaikan perintah Allah.. na’udzubillahi mindzalik.. smoga Allah melindungi kita dari keadaan demikian..

Ketika seorang muslimah beralasan merasa belum mendapat hidayah mengenakan jilbab, maka darimanakah dia tahu tentang hal itu? apakah dia mengetahui ilmu Allah sehingga mengatakan bahwa Allah belum memberikan hidayah kepadanya? akankah dia diam saja dan menunggu hingga hidayah itu dia “rasakan” datang padanya?

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’ad: 11).

Apakah mungkin bahwa seseorang yang hanya berdiam diri di rumah dan mengharapkan rizki datang dari langit maka uang akan jatuh didepannya tanpa ia bekerja atau berusaha? Apakah dia tidak menganggap pengetahuannya tentang ayat-ayat hijab merupakan salah satu bentuk hidayah? apalagi jika ternyata lingkungan di sekelilingnya banyak muslimah yang berhijab.

Kalo memang bisikan syaithan memperlemah kita untuk mengenakan hijab, maka carilah penguatnya. Datanglah ke majelis ilmu, bacalah artikel/buku yang membahas tentang syariat berjilbab, dan perbanyaklah doa dan dzikir kepada Allah agar memperkuat tekad kita. Ucapkan bismillah dan kenakan busana takwa itu, jangan terlalu banyak berpikiran macam-macam dan berandai-andai yang dapat membuka celah syaithan untuk masuk di dalamnya.

Ukhty cantik, kalo niat mulia itu sudah ada di dalam hatimu, maka bersegeralah untuk menjemput ridho Allah dengan menyegerakan untuk melaksanakannya. Insya Allah, akan semakin banyak berkah kebaikan dengan engkau menunaikannya. Allah Maha Tahu yang terbaik bagi hambaNya.

Smoga Allah memberkahi keistiqomahan pada kita untuk menjalankan syariatNya.




4 Comments

  1. Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh ya Ummy,

    :)
    Semoga Allah Yang Maha Baik senantiasa permudah jalan bagi kita dalam meneguhkan keyakinan dan istiqomah dalam memanfaatkan nikmat terindah dariNya, dalam setiap saat dalam setiap keadaan…, aamiin ya Rabb :)

    Salam Ukhuwah,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s