Makan ya.. Bumil..

Innalillahi wa inna ilaihi rooji’un..

Pagi ini mendapat berita mengejutkan sekaligus menyedihkan. Salah satu teman satu bus jemputan saya meninggal.

Memang sudah agak lama bliau ngga keliatan ikut bus jemputan.Pertemuan terakhir yang saya ingat adalah ketika itu saya dan beberapa teman ngobrol tentang kehamilan kami (dalam satu bus jemputan qodarullah ada 3 orang yang sedang hamil). Kemudian ternyata dia juga katanya sedang hamil, sudah test pack 2x positip tapi belum ke dokter. Wah, seneng banget.. jadi ada 4 bumil di bus.

Hingga kemudian tadi pagi, ngga berapa lama sesudah saya naik bus, saya dengar kabar dari teman yang duduk di sebelah saya kalau pada hari Sabtu yang lalu bliau meninggal dunia. Banyak yang ngga percaya karena dia tampak sehat-sehat saja dan terlihat ceria ketika terakhir bertemu, usianya juga masih muda, 32 tahun.

Penyebab meninggalnya beliau kata dokter karena kehamilannya. Tadi teman saya cerita kalo sudah 3 hari dia  ngga mau makan sama sekali karena mual. Ketika dibawa ke rumah sakit bliau batuk-batuk dan akhirnya perdarahan. Oleh pihak RS langsung dikuret, dan ternyata ada pembengkakan di jantung, hingga akhirnya bliau menghadap Allah -subhanahu wata’ala-. Wallahu a’lam.

Baru minggu lalu membaca satu link post teman saya di FB mengenai 2 orang ibu (di London) yang tidak tahan akan “derita” morning sickness yang dirasakan karena kehamilannya, sehingga menggugurkan kandungannya. Mereka mengalami apa yang dinamakan hypermeresis gravidarum. Menurut artikel yang terdapat di detikhealth ini dijelaskan,

Beberapa perempuan mengalami kondisi morning sickness yang sangat parah dan bahkan bisa mengancam hidupnya, karena ia tidak bisa memasukkan makanan atau minuman ke dalam tubuhnya. Setiap makan atau minum selalu muntah dan mual. Karena tidak ada makanan dan minuman yang masuk akhirnya menjadi pusing dan sangat lemas.

Untuk selengkapnya silakan dibaca di sini. Mungkin juga hal itu yang dialami teman saya tersebut,  tapi bliau memilih mempertahankan kandungannya. Wallahu a’lam.

Insya Allah ada hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian ini. Na’am memang tidak mudah jika kita merasakan hal itu sendiri (morning sickness yang parah), tapi adakalanya kita harus benar-benar memaksakan untuk memakan dan meminum sesuatu agar ada nutrisi yang terserap tubuh kita dan sang janin. Kalo muntah ya harus segera diisi lagi, begitu seterusnya. Juga harus mau mencoba asupan makanan/minuman apa yang bisa masuk ke tubuh kita (dengan memperhatikan kandungan nutrisinya). Dan bilamana sudah lemas, maka secepatnya ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan.

Ayo para bumil, mari kita perbanyak asupan yang bermanfaat. Gendut ngga papa, yang penting ibu dan anak sehat, Insya Allah. Smoga kita smua diberkahi Allah kesehatan dan perlindungan, sehingga  terhindar dari penyakit dan hal yang menimbulkan kemadhorotan bagi diri kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s