Mau Anak Lelaki atau Perempuan?

Hal ini berawal dari hasil comments antara saya dengan teman-teman SMA yang sudah jadi ummahat di FB. Qodarullah ada salah satu teman saya yang baru saja melahirkan putra keduanya, dan diantara teman yang ikutan comment anaknya kebanyakan laki-laki, hanya satu orang yang kedua anaknya perempuan, yaitu ummu izza. Saya sendiri juga belum tahu jenis kelamin anak saya nantinya, tapi kata dokter hasil USGnya Insya Allah laki-laki. Wallahu a’lam.

Ummu izza kemudian bilang kalo smakin pengen punya anak laki-laki. Sedangkan teman saya yang punya anak laki pengen punya anak perempuan (duh, manusia hehe..). Ya, saya maklum dengan keinginan mereka yang ingin mempunyai anak sepasang biar kumplit isi rumahnya. Padahal kalo mau dipikir-pikir lagi, Insya Allah kelak kalo anak mereka menikah juga akan punya “anak perempuan” dan “anak lelaki” ^^ (na’am, rasanya pasti jauh beda antara membesarkan secara langsung dengan “menemukan” yang langsung sudah besar ;p ).

Memang sih, ada beberapa orang yang bilang kalo pengen anak laki-laki ibunya banyak mengkonsumsi daging, kalo ingin anak perempuan diperbanyak mengkonsumsi sayur. Tapi kebenarannya juga belum bisa dibuktikan, hanya “katanya” saja hehe..

Untuk itulah kemudian saya mengoprek-oprek lagi isi note FB yang pernah saya copas dari ummu yahya yang berjudul “Mengapa Anak Bisa Serupa Orangtuanya?”. Di dalam artikel itu, selain disebutkan hadits mengenai apa yang menyebabkan anak mirip dengan orangtuanya, dibahas juga bagaimana bisa terjadi proses pembentukan jenis kelamin sang anak.

Terkait dengan pembahasan di atas, berikut saya nukilkan hadits yang menyebutkan mengenai pembentukan jenis kelamin anak perempuan dan lelaki :

“Air mani laki-laki itu warnanya putih sedang air mani perempuan itu kuning. Apabila keduanya berkumpul, lalu air mani laki-laki lebih banyak dari air mani perempuan maka anak (yang akan lahir) laki-laki, dengan izin Allah. Bila air mani perempuan lebih banyak dari air mani laki-laki maka anak (yang akan lahir) perempuan, dengan izin Allah….” (HR Muslim no. 315)

Hmm.. bagaimana? apakah ada titik terang? ^^

Sebagai tambahan informasi, mengenai kemiripan anak dengan orangtuanya disebutkan pada hadits yang lain yaitu :

Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, ia berkata: Abdullah bin Salam (seorang Yahudi) mendengar berita kedatangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah. Maka ia pun mendatangi beliau, lantas berkata: “Aku akan menanyaimu dengan tiga perkara, tidak ada yang mengetahui jawabannya kecuali Nabi.” Lalu ia mulai bertanya: “Apa tanda awal datangnya hari kiamat? Makanan apa yang pertama kali disantap penduduk surga? Apa sebab seorang anak bisa serupa dengan bapaknya dan apa sebab bisa serupa dengan akhwalnya (keluarga ibunya)?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam menjawab: “Baru saja Jibril mengabarkan kepadaku.” Maka berkata Abdullah: “Jibril adalah musuh Yahudi dari kalangan malaikat.” Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam lalu menjawab (tiga pertanyaan tersebut):

أَمَّ أَوَّلُ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ فَنَارٌ تَحْشُرُ النَّاسَ مِنَ الْمَشْرِقِ إِلىَ الْمَغْرِبِ وَأَمَّا أَوَّلُ طَعَامٍ يَأْكُلُهُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فَزِيَادَةُ كَبَدِ حُوْتٍ. وَأَمَّا الشِّيْهُ فِيْ الْوَلَدِ فَإِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَشَّى الْمَرْأَةَ فَسَبَقَهَا مَاؤُهُ كَانَ الشِّبْهُ لَهُ، وَإِذَا سَبَقَ مَاؤُهَا كَانَ الشِّبْهُ لَهَ. قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ اللهِ. (حديث صحيح رواه البخاري)

 

“Adapun tanda awal terjadinya hari kiamat adalah keluarnya api yang akan mengumpulkan manusia dari timur ke barat. Makanan yang pertama kali disantap penduduk surga adalah hati ikan yang besar. Sedangkan masalah penyerupaan anak, apabila suami menggauli istrinya lalu air maninya keluar mendahului air mani istrinya maka anak (yang akan lahir) itu serupa dengan dirinya. Apabila air mani istrinya keluar lebih dulu maka anak itu akan serupa dengan istrinya.” Mendengar jawaban dari Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, Abdullah berkata: “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.” (Abdullah bin Salam kemudian masuk islam, radhiyallahu ‘anhu-pen).

Wallahu a’lam. Saya juga ngga tau apakah dari kedua hadits di atas sudah dapat dibuktikan dari segi ilmiah, tapi smoga saja petikan hadits tersebut bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s