Caution-Wet Floor!

Hari Minggu yang lalu tanggal 31 okt 2010 diawali dengan pagi yang indah.  Saya dan zauji pergi jalan-jalan ke Ecopark di Komplek LIPI. Usai jalan-jalan (zauji sambil lari-lari) melintasi boulevard bolak-balik dari ecopark-gerbang komplek LIPI, kami lanjutkan dengan main badminton sebentar. Alhamdulillah, badan jadi lumayan seger. Habis badminton kami maem bekal makanan kecil yang dibawa dari rumah, ada arem-arem, gorengan, ketan, plus air putih.

Ketika mau pulang tiba-tiba terdengar suara keras…gubraakkk… ternyata ada kecelakaan di dekat Ecopark. Zauji langsung menuju TKP, sedangkan saya disuruh menunggu di tempat. Saya lihat dari kejauhan ternyata ada seorang nenek yang ditabrak anak muda yang naik motor. Karena zauji saya tunggu agak lama ngga balik-balik, lalu saya mendekat ke tempat kecelakaan. Stelah menunggu beberapa lama menemani nenek tersebut,  datanglah anak dari nenek itu dan mobil patroli kawasan membawa nenek tersebut ke klinik terdekat, saya dan zauji lalu melanjutkan perjalanan pulang.

Siang hari, stelah sampe rumah. Terjadi peristiwa yang ngga disangka :'(

Usai sholat dzuhur, sembari makan siang, mesin cuci dinyalakan dan siap utk menggiling baju-baju kami. Sesudah makan, saya lalu teringat satu hal.. saluran pembuangan mesin cuci belum dimasukkan ke kamar mandi (mesin cuci ada di luar di dekat kamar mandi), kalau dibiarkan air buangannya bisa kemana-mana membasahi dalam rumah. Spontan saya lari mendekati mesin cuci.. dan ngga berapa lama.. jedduuuuggg… saya kehilangan keseimbangan dan kepala saya kejedot lantai keras sekali. Pandangan mata saya sempet berbayang sebentar. Ternyata saya terlambat, air sudah terlanjur keluar dan membasahi seluruh lantai tapi saya ngga menyadarinya. Yah, namanya air sabun so pasti licin sekali. Zauji yang kaget langsung datang, memasukkan saluran pembuangan ke kamar mandi dan mendekati saya. Astaghfirullah.. rasanya kepala cenut cenut. Zauji menanyakan apakah saya mual dan pengen muntah. Saya bilang engga (ya, zauji khawatir ada gegar otak atau lainnya, na’udzubillahi mindzalik). Saya cuma bisa bilang “mas, sakit” sambil megangin kepala yang terbentur.

Usai membersihkan diri karena baju basah kuyup kena genangan air, saya lalu tiduran sambil nguyek-nguyek kepala pake rambut. Tadi saya cek di kamar mandi alhamdulillah ngga ada flek ataupun darah. The baby juga dah gerak-gerak kira-kira sejam setelah jatuh. Malamnya saya lalu ingat kalo ada salep buat dioleskan ketika memar tapi lupa-lupa ingat namanya. Zauji lalu menanyakannya ke bulik yang bidan, bulik menyarankan untuk diolesi trombopop,dan utk penghilang nyeri minum parasetamol, yang Insya Allah aman utk bumil.  Zauji langsung ke apotek membeli trombopop dan mengoleskannya di kepala saya yang masih terasa nyeri. Saya ngga minum obatnya, Insya Allah saya usahakan ngga mengkonsumsi obat selama masih bisa ditahan. Zauji bilang masih miris kalo ngebayangin pas jatuh tadi, suaranya keras banget katanya.

Senin sore saya ke dokter, dicek tensi dan fokus pandangan, sama ditanyain ada vertigo sesudah benturan ato engga, mual dan muntah atau engga.. alhamdulillah kemudian beliau bilang ngga apa-apa, hanya trauma paska banturan dengan adanya nyeri. Diminta melanjutkan diolesi trombopop aja.

Duh, maapkeun ibumu yang agak pecicilan ini ya nak.. smoga di dalam sana sehat-sehat saja (rencana baru mau cek dokter kandungan Insya Allah sabtu ini). Bismillah.. smoga smua diberkahi kesehatan.

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s