730 hariku

Dindaku,

Tak Terasa sudah dua tahun kita bersama

Sudah 730 hari kita melewati suka duka bersama

Selama itu pula

Waktu terasa mempesona


Marah, senang

Sedih, bahagia

Perjalanan sejoli manusia

Mengarungi bahtera rumah tangga


Dinda,

Besar inginku membahagiakanmu

Biarlah berpayung kontrakan

Biarlah dalam terik dan hujan dijalan

Ku harap sabar dalam genggaman


Sering aku bertanya,

Betapa banyak kemulyaan dindaku

Tapi

Apakah kebaikanku?

Malu

Rasanya malu


Mengadu aku

Menengadah aku

Mengharap aku

Mohon ampunku

Hanya kepada Mu


Robbi,

Hamba hanyalah makhluk lemah

Tak lekang dari dosa dan salah


Engkau hiasi rumahku dengan istri solekah

Sujud syukurku kepada Mu semoga penuh Barokah


Robbi,

Ku nanti sang jabang

Jadikan penghias hidup kami

Jadikan penyejuk hati kami

Dan tetapkanlah syukur di hati


Robbi,

Anugerahkanlah keluargaku sakinah

Hiasilah dengan mawaddah dan mahabbah

Himpunkanlah kami di dunia dan akhirat

Bersama dalam kebaikan penuh rahmat


**********

Itulah puisi yang dikirimkan zauji tanggal 23 November 2010 yang lalu, dan baru saya baca pagi ini.

Tadi pagi pas baca puisinya saya sampe terharu dan berkaca-kaca, slain karena ungkapan kata-kata zauji, juga karena zauji saat ini sedang dinas ke luar. Jadi tambah kangen :'(

23 November 2008, itulah saat kami mengikatkan perjanjian yang kokoh di hadapan Allah -subhanahu wata ‘ala-. Walaupun dengan perkenalan dan persiapan pernikahan yang singkat, kami memantapkan hati utk meraih ridho dan rahmat-Nya. Banyak sekali peristiwa yang sudah terjadi sepanjang 2 tahun pernikahan kami. Pengenalan karakter dan kebiasaan, berbagi ilmu, bertukar pikiran, kesabaran dalam menanti sang buah hati, dan juga kesabaran mendapat tempat tinggal yang terbaik bagi kami. Tangis, marah, canda, tawa menghiasi pernak pernik kehidupan kami.

Banyak hal yang saya pelajari dari zauji, terutama dalam hal syari’at dan ketaatan pada Allah. Saya yang di awal pernikahan agak heran dengan zauji yang selalu berusaha sholat tepat waktu di masjid. Saya yang tadinya agak pekewuh dengan makan sepiring berdua padahal banyak kebaikan yang terdapat di dalamnya. Saya yang tadinya agak jengkel karena dipandang jilbab saya selalu kurang panjang dan baju kurang longgar, padahal itulah pelindung saya dari pandangan mata lelaki yang bukan mahram. Saya yang selalu diingatkan zauji utk lebih rajin ngaji dan hafalan. Saya yang dibelikan buku-buku islami yang bermanfaat. Saya yang diajak zauji untuk ikut kajian. Dan masih banyak lagi hikmah kebaikan yang saya dapatkan dari zauji.

Zauji yang sabar dalam menghadapi saya yang keras kepala dan ngambekan. Zauji yang membantu menyiapkan makanan dikala saya sakit. Zauji yang ngga segan membantu pekerjaan rumah tangga saat dibutuhkan. Zauji yang sabar mendengarkan kebawelan saya. Zauji yang sering mengajak bercanda. Alhamdulillah ‘ala kulli hal. Saya sangat bersyukur pada Allah diberkahi suami seperti Abu Yusuf Abdurrahman.


Ya Allah..

Tumbuhkanlah rasa cinta dan kasih sayang diantara kami hingga maut menjemput,

Smoga Engkau memberkahi kami keistiqomahan dalam menjalankan syari’atmu,

Smoga Engkau berikan petunjuk dan bimbingan dalam tiap langkah kami,

Smoga Engkau berkenan menyatukan kami di dunia dan akherat,

Smoga Engkau mengumpulkan kami di dalam surgamu bersama anak keturunan kami.


Untuk suamiku, cintaku, Abu Yusuf Abdurrahman… ana uhibbuka fillah..

 

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s