Khadimah, Perlukah?

Dari awal pernikahan saya tidak pernah punya khadimah (PRT). Alhamdulillah semua bisa ditangani saya dan zauji. Walaupun hasilnya ngga bisa maksimal ;p misalnya aja hampir setiap hari kami beli makanan di warung karena saya ngga sempat masak (paling hanya nyiapin sarapan yang gampang-gampang kaya buat semur telur, telur ceplok, mata sapi, ato dadar, tahu penyet, tempe penyet), ngga setiap hari ngepel dan nyapu, dan juga ngga smua setrikaan bisa diatasi, tapi sejauh ini alhamdulillah smua bisa dikerjakan sendiri, saling bantu dengan zauji.

Zauji sebenarnya agak kasian sama saya, apalagi sekarang badan rasanya sudah tambah berat. Pulang kerja (ato keesokan harinya) terkadang masih harus beres-beres, cuci piring, setrika, dll. Zauji bilang untuk mencari tenaga pocokan (ngga nginep) buat membantu pekerjaan rumah. Tapi saya kekeuh ngga mau. Rasanya ngga rela kewajiban saya digantikan orang lain. Saya pribadi merasa lebih bahagia jika bisa meladeni zauji, sesuai dengan kemampuan saya tentunya. Apalagi termotivasi juga satu hadits di bawah ini..

Dari Ali r.a.: Ketika menikahkan Fatimah, Rasulullah Saw. mengirim beludru, bantal yang berisi serat, dua buah piring dan dua buah gelas kepadanya. Suatu hari, Ali berkata kepada Fatimah, “Aku telah menimba air sehingga dadaku sakit, Allah telah menganugrahkan kepada Rasulullah Saw. pelayan-pelayan. Karena itu, pergilah kesana dan mintalah seorang pelayan untuk kita.” Fatimah berkata, “Demi Allah, aku juga telah menumbuk gandum sehingga kedua tanganku melepuh.” Lalu Fatimah menemui Rasulullah Saw. Melihat kedatangan putrinya, beliau bertanya, “Ada apa gerengan putriku?” Fatimah menjawab, “Aku datang untuk memberi penghormatan kepada ayah.” Fatima merasa malu untuk meminta sesuatu kepada Nabi Saw. sehingga ia pun pulang dengan tangan hampa.

Akhirnya mereka berdua (Ali dan Fatimah) menemui Nabi Saw. Ali menceritakan keadaan mereka berdua kepada beliau. Mendengar hal itu, Rasulullah Saw. bersabda, “Demi Allah, aku tidak bisa memberikan apa pun kepada kalian. Aku juga meninggalkan Ahli Suffah yang kelaparan. Aku tidak mempunyai apa pun yang bisa aku berikan kepada mereka. Akan tetapi, aku menjual sesuatu yang hasilnya aku berikan kepada mereka.” Ali dan Fatimah pulang ke rumah mereka. Kemudian, Nabi Saw. mendatangi mereka dan mendapati mereka sedang berbaring, berselimutkan kain beludru yang sangat kecil. Apabila mereka menariknya untuk menutup muka, kedua kaki mereka terbuka. Sebaliknya, apabila mereka menarik untuk menutup kedua kaki, muka mereka pun terbuka. Rasulullah Saw. bersabda, “Tetaplah di tempat kalian! Maukah kuberitahukan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari daripada yang kalian minta kepadaku?” Ali menjawab, “Tentu”

Nabi Saw. bersabda, “Ada dua kalimat yang telah diajarkan jibril kepadaku, yaitu kalian membaca tasbih, tahmid dan takbir masing-masing sepuluh kali setiap selesai melaksanakan shalat. Ketika kalian akan tidur, bacalah kalimat-kalimat tersebut masing-masing sebanyak tiga puluh tiga kali.” Ali berkata, “Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkan aku tidak pernah meninggalkan itu semua sejak diajarkan oleh Rasulullah Saw.” Ibn Ah Kiwa’ bertanya, “Meskipun pada malam Perang Shifin?” Ali menjawab, “Semoga Allah membinasakan kalian, wahai para perampok! Ya, meskipun pada malam Perang Shifin.” (H.R. Al Bukhari dan Muslim.)

Tapi akhir-akhir ini seringkali kepikiran, gimana nantinya kalo saya udah balik kerja ya? siapa yang akan membantu menjaga anak saya? T_T  Na’am, saya sangat paham kalo tangan ibu adalah yang terbaik untuk merawat anak.  Insya Allah rencana akan datang juga tidak akan berlama-lama kerja, tapi untuk saat ini saya belum bisa resign. Bismillah.. smoga Allah memberikan jalan yang terbaik buat kami sekeluarga.

4 Comments

  1. sedikit berbagi ^^…
    dulu waktu Abdullah mau dibawa ke jogja, cuma satu pesan ibu saya, “harus ada khadimah, kalo nggak, ke jogjanya ditunda aja.” maksa banget, ya. he- tapi saya pun maklum, tentunya ibu nggak ingin saya kerepotan atau si kecil nggak keurus. maklum, edisi perdana…jadi masih tuing tuing soal merawat bayi ^^
    ternyata kehadiran khadimah memang sangat membantu, terutama saat saya merasa sakit paska melahirkan (kalo orang jawa nyebutnya ‘ngrangka’i’/ demam karena aliran ASI nggak lancar dan mengendap di PD). saya carinya orang sekitar kontrakan aja, sengaja yang nggak nginep tapi kalau malam2 dibutuhkan bisa minta tolong.
    rencana saya mau stop bantuan dari khadimah maksimal sampai usia si kecil 1 tahun (skarang udah 8,5 bulan). makin bertambah umur, makin enak ngerawatnya dan nggak begitu repot kayak bulan2 awal.
    selamat menanti datangnya sang pelita hati ^^
    (btw, kalau liat orang hamil, jadi pengen hamil lagi…teringat masa2 indah selama kehamilan ^^)

    • jazakillah khoiron atas share-nya ya umm.. :)
      kalo paska lahiran Insya Allah ditungguin ummi sebentar, jadi agak meringankan beban
      bingungnya nanti kalo dah balik kerja, pengennya kaya anti, cari orang skitar rumah yg ngga nginep.. walopun resikonya kalo ditinggal zauji dinas harus mampu ngatasi sendiri -_-‘

      pengen hamil lagi?monggo aja umm.. ikhtiar utk adiknya Abdullah, merasakan lagi tendangan2 mungil dari dalam perut :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s