Rumah oh Rumah.. ^_^

Tanggal 28 Februari 2011 kemarin merupakan tanggal awal dari tahun ketiga saya dan zauji menempati rumah kontrakan kami. “Sayang juga uangnya buat ngontrak, kan lumayan bisa buat DP beli rumah”, na’am.. adakalanya hal itu terbersit di kepala saya. Bukannya saya dan zauji ngga pengen punya rumah lho. Dari awal mengontrak sampai sekarangpun pun kami berniat untuk membeli rumah dan sudah hunting ke hampir semua perumahan di sekitar Cibinong. Qodarullah sampai sekarang belum menjadi rizki kami.

Ketika hunting di beberapa perumahan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami sehingga membuat kami masih pikir-pikir. Ada yang karena letaknya terlalu jauh, ngga ada angkot (nanti kalo pas zauji ngga bisa jemput adanya hanya ojek, sedangkan ojek yang bisa saya boncengi di sini hanya satu hehe..), atau karena ngga ada masjid/mushola di kompleknya. Dan yang lebih utama yaitu mengenai pembiayaannya, apakah bertentangan dengan syariat ataukah tidak.

Beberapa waktu lalu ada tawaran menggiurkan dari teman kantor saya yang ingin menjual rumahnya. Dia menawarkan untuk mencicil (tanpa bunga) rumahnya dua kali pembayaran yaitu tahun ini dan tahun depan. Saya dan zauji yang melihat letak rumah teman saya lumayan dekat kantor saya, dan juga cukup luas (128 m2) lalu mencari informasi ke beberapa bank mengenai sistem pembiayaannya untuk dapat membantu kami, karena tabungan kami ngga cukup untuk membiayainya.

Tanya sana sini dan browsing artikel, akhirnya kami mentok bahwa tidak dapat melakukan akad dengan bank, sekalipun itu adalah bank syariah. Masalah utamanya yaitu kami diwajibkan untuk mengambil asuransi kebakaran dan asuransi jiwa apabila melakukan akad jual beli rumah dengan bank (karena sudah menjadi peraturan pemerintah), sedangkan mengenai hukum asuransi tersebut bila saya membaca artikel “Hukum Asuransi” di sini merupakan hal yang haram.

Hmm.. sepertinya salah satu jalan yang sesuai syariat adalah menabung hingga akhirnya mencukupi :D *sabar dulu, Insya Allah akan diberikan yang terbaik oleh Allah ^_^

********

Referensi bacaan mengenai jual beli kredit dan KPR bisa dibaca di sini :

http://al-atsariyyah.com/jual-beli-keuntungan-bagi-yang-meminta-pembelian.html

http://rumaysho.wordpress.com/2009/03/17/jual-beli-kredit-lewat-pihak-ketiga-bank/#more-2062

 

10 Comments

  1. mbak indri.. I fell you. Aku juga seperti dah mentok mbak. Bukan hanya masalah asuransi tapi bank syariah itu ternyata sistemnya sama saja dengan bank konnesdional. Coba baca di pengusahamuslim.com mbak.
    Ada banyak artikel yang insyaAllah semakin menunjukkan bahwa sistem KPR yang ditawarkan masih jauh dari syariah..

  2. Hmm.. sepertinya salah satu jalan yang sesuai syariat adalah menabung hingga akhirnya mencukupi :D *sabar dulu, Insya Allah akan diberikan yang terbaik oleh Allah ^_^

    Sama umm, saya juga sependapat. KPR syari’ah juga sebenarnya mengandung riba.. Insya Allah jika memang sudah rezeki, rumah itu akan jadi milik kita juga. Tentunya diraih dg jalan yang halal, maka akan lebih berkah dan menentramkan, insya Allah. Salam kenal umm ^^

  3. dah beberapa kali aku jln2 ke beberapa perumahan…keliatannya kyk mau beli gitu, padahal cuma liat2. lha wong buat DP aja ga ada duitnya. setelah iseng ngitung, harga rumah yg 200 jutaan lebih, bisa jd 500 jutaan kalo nyicil (KPR). kok eman2 yo…mbayare kok dadi mahal amat. lha kalo dipake cash, sisa 200 jutaan itu kalo dipake sedekah malah bisa berlipat2 bunga2 pahalanya. ya kan? udah gitu, nyicil bulanannya bisa 1,5-2 juta. lha yo gaji PNS malah tombok. nanti makan apa, bayar listrik, air, sampe internet bayarnya pake apa? tiap hari bisa cenat-cenut mikirin utang…udah gitu di akhirat ditanya2 kenapa makan riba segala… tambah cenat-cenut tho?

    hah, ben ra cenat-cenut, mending tuku omah cash, bisa sedekah, bisa bayar keperluan bulanan, bisa makan cukup, bisa ngenet jg ya mba indri? apalagi kalo ngenet sambil bisnis dapet uang halal…

    aku bangga kok jd kontraktor…hidup kontraktor!!!

    • hihi.. podho mba, hidup kontraktor!
      tapi teteup yo mba, jenenge menungsa, pengene duwe omah dewe
      soale rega kontrakan yo tambah suwe tambah duwur jhe hiks..

      mugo2 tabungane iso ndang cukup, sopo ngerti juga ada rizki dari arah tak disangka *ngareup* :D
      smoga Allah membantu ketetapan hati kita utk istiqomah dan bersabar di jalan-Nya
      hidup sabar! ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s