Jangan Terpikat oleh Dunia

Allah -subhanahu wata’ala- berfirman:

“Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)

Subhanallah.. petikan ayat Al Qur’an yang menjadi pembuka dari artikel berjudul “Jangan Terpikat oleh Dunia” oleh Ummu Ishaq Atsariyah yang saya baca di sini langsung nyampe ke hati. Betapa seringkali saya hanya memikirkan tentang dunia dan kurang berpikir tentang akhirat. Pengen punya ini itu, pengen kesana kesitu.. tapi bekal akhirat yang saya persiapkan hanya seadanya (astaghfirullah). Padahal bila melihat tauladan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-  dalam beberapa hadits disebutkan…

Suatu ketika Ibnu Mas’ud z melihat Rasulullah n tidur di atas selembar tikar. Ketika bangkit dari tidurnya tikar tersebut meninggalkan bekas pada tubuh beliau. Berkatalah para sahabat yang menyaksikan hal itu, “Wahai Rasulullah, seandainya boleh kami siapkan untukmu kasur yang empuk!” Beliau menjawab:

مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا، مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada kecintaan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2377, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih At-Tirmidzi)

Umar ibnul Khaththab z pernah menangis melihat kesahajaan Rasulullah n sampai beliau hanya tidur di atas selembar tikar tanpa dialasi apapun. Umar z berkata:

فَرَأَيْتُ أَثَرَ الْـحَصِيرِ فِي جَنْبِهِ فَبَكَيْتُ. فَقَالَ: مَا يُبْكِيكَ؟ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ كِسْرَى وَقَيْصَرَ فِيمَا هُمَا فِيهِ وَأَنْتَ رَسُولُ اللهِ. فَقَالَ: أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ لَـهُمُ الدُّنْيَا وَلَنَا الْآخِرَةُ؟

Aku melihat bekas tikar di lambung/rusuk beliau, maka aku pun menangis, hingga mengundang tanya beliau, “Apa yang membuatmu menangis?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, sungguh Kisra (raja Persia, –pent.) dan Kaisar (raja Romawi –pent.) berada dalam kemegahannya, sementara engkau adalah utusan Allah2.” Beliau menjawab, “Tidakkah engkau ridha mereka mendapatkan dunia sedangkan kita mendapatkan akhirat?” (HR. Al-Bukhari no. 4913 dan Muslim no. 3676)

Na’am, begitu zuhudnya Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-. Begitu pula ketika saya membaca satu postingan di web ustadzaris.com yang berjudul “Begitu Sederhana Hafalannya Luar Biasa“. Mengisahkan tentang keteladanan satu ulama besar yaitu Syaikh bin Baz, dimana dengan kesibukannya berdakwah dan menjadi rektor dari Universitas Islam Madinah, ternyata beliau tidak mempunyai rumah. Disebutkan bahwa ketika Dr Zahrani pernah berupaya untuk meminta izin kepada beliau untuk membeli rumah yang biasa beliau tempati jika berada di Mekah karena rumah tersebut biasanya cuma disewa. Komentar beliau,

“Palingkan pandanganmu dari topik ini. Sibukkan dirimu untuk mengurusi kepentingan kaum muslimin”.

Subhanallah.. kalo saya yang ditawari mungkin akan langsung jawab “ya ya ya” tanpa berpikir dua kali :D . Kisah tersebut menjadikan pelajaran bagi saya yang selama ini mikir pengen rumaah aja.. Rasanya hati tertohok tohok T_T

Yah, kalo mikir dunia ngga akan ada habis dan puasnya. Pengen beli macem-macem, bahkan terkadang cenderung pemborosan. Dulu saya suka banget jajan, beli kebablah, martabaklah, mendoan banyumaslah.. Pokoknya ngga bisa liat jajanan makanan nganggur hehe.. Alhamdulillah sekarang sudah banyak berkurang. Ya, mungkin karena sekarang lebih banyak di rumah.. slain juga lebih berhemat dan mikir-mikir kalo mau beli sesuatu karena anggota keluarga sudah bertambah. Padahal dalam satu ayat Al Qur’an disebutkan..

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (QS. Al-Israa’: 26-27)

Na’udzubillahimindzalik.. jauhkan hamba dari sifat boros ya Allah.. :'(

Dan akhirnya postingan ini ditutup dengan satu ayat favorit sebagai pengingat saya kalo lagi kambuh hedonisnya..

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al An’aam: 32)

 

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s