Nifas

Sudah dua bulan lebih 7 hari sejak melahirkan Khansa, tapi sampai saat ini nifas saya masih belum selesai. Memang sih tinggal sedikit-sedikit, bahkan keluarnya kadang hanya di malam hari. Tadinya sempet khawatir kok lama banget. Pas browsing artikel ternyata ada beberapa ibu yg melahirkan dengan proses cesar mengalami nifas selama 2 bulan.

Terkait dengan hukum nifas, kalo saya baca artikel di sini, disebutkan bahwa hukum nifas bagi wanita yang melahirkan secara normal dan cesar adalah sama.. berikut petikannya :

Tanya: Sebagian wanita mengalami kesulitan dalam melahirkan kandungannya sehingga terpaksa dilakukan pembedahan yang berarti anak yang dilahirkan tidak melalui kemaluan. Apa hukumnya wanita yang mengalami kasus seperti ini dari sisi darah nifasnya? Dan apa hukum mandi mereka secara syar’i?
Jawab:
Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta` yang saat itu diketuai Samahatusy Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullahu menjawab, “Hukum bagi wanita yang mengalami kejadian demikian sama dengan hukum wanita-wanita lain yang mengalami nifas karena persalinan normal. Bila ia melihat keluarnya darah dari kemaluannya, ia meninggalkan shalat dan puasa sampai suci. Bila ia tidak lagi melihat keluarnya darah maka ia mandi, mengerjakan shalat dan puasa seperti halnya wanita-wanita yang suci.” (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 70)

http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=737

Sedangkan untuk lama waktu nifas, saya masih agak bingung. Waktu konsul dengan ummu aisya -salafiyah yg saat ini tinggal di Riyadh-, dia bilang begini..

“nak masalah nifas, tanda sucinya sama dengan haidh. bisa cairan bening bisa jufuf (kering). nak misale isih ono darah, walopun coklat atau kuning yo berarti isih nifas. nak aq cenderung ke ulama fiqh sing merojihkan pendapat nak haidh en nifas ga ada batasan waktunya. dadi yo sabar wae…”

terjemahan bebas :

“kalau masalah nifas, tanda sucinya sama dengan haidh. bisa cairan bening bisa jufuf (kering). kalau misalnya masih ada darah, walaupun coklat atau kuning ya berarti masih nifas. kalau aku cenderung ke ulama yang merojihkan (menguatkan) pendapat kalau haid dan nifas tidak ada batasan waktunya. jadi ya sabar saja”

Saya dan zauji juga cenderung kepada pendapat tersebut, yaitu nifas ngga ada batasan waktunya. Tapi ketika saya browsing, terdapat artikel di sini yang menukil dari  kitab Sittiina Sua’alan ‘an Ahkamil Haidh fish Shalat wash Shaum wal Hajj wal ‘Itimar, As Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjawab pertanyaan seputar nifas dan lainnya, yaitu :

Apakah wanita yang nifas harus menunggu selama 40 hari, tidak boleh shalat dan puasa? Atau yang jadi patokan adalah berhentinya darah yang keluar dari kemaluan si wanita, yang dengan begitu bila darah telah berhenti berarti ia telah suci dan boleh mengerjakan shalat? Berapa lama waktu minimal nifasnya seorang wanita?

Jawab: “Tidak ada penetapan waktu tertentu dalam hal ini. Akan tetapi yang jadi patokan adalah ada tidaknya darah. Kapan darah terlihat keluar dari kemaluan berarti si wanita tidak boleh shalat, puasa dan jima’ dengan suaminya. Bila ia melihat dirinya telah suci walaupun belum lewat waktu 40 hari, dan walaupun masih 10 hari berlalu, atau 15 hari maka ia harus menunaikan shalat bila telah masuk waktunya, berpuasa dan boleh bagi suaminya untuk jima’ dengannya, perkara ini jelas tidak ada masalah di dalamnya.

Yang penting diketahui, bahwasanya nifas itu merupakan perkara yang bisa diraba/dirasa, hukumnya berkaitan dengan ada tidaknya darah. Kapan darah terlihat berarti dihukumi nifas dan kapan si wanita suci (tidak terlihat darah keluar dari kemaluannya) berarti ia terlepas dari hukum nifas. Akan tetapi apabila darah itu keluar lebih dari 60 hari berarti si wanita ditimpa istihadhah, maka ia hanya meninggalkan shalat di waktu yang bersesuaian dengan kebiasaan haidnya, kemudian ia mandi dan shalat apabila telah masuk waktunya.”

Kalo dilihat dari kalimat terakhir dari nukilan di atas, berarti bila darah keluar lebih dari 60 hari maka dihukumi istihadhah.. sedangkan saya kurang lebih udah 67 hari. Hadeh, piye iki? Saya sudah tanyakan hal ini ke Ummu Aisyah karena beliau juga bisa menanyakan ke mualimah di sana, smoga mendapat jawabannya ngga terlalu lama. Tapi untuk saat ini saya masih belum bersuci dan sholat karena belum bersih benar, dan saya meyakini bahwa yang keluar bukan darah istihadhah melainkan sisa-sisa darah nifas.  Wallahu a’lam. Kalo memang dalam beberapa waktu mendatang masih tetep keluar, Insya Allah akan konsul ke dokter *menunggu zauji pulang*.

*********

Update pd tgl 30 Agust 2015 sesudah 4 tahun berlalu (karena banyak yang menanyakan kelanjutannya)

Saya waktu itu jadi konsul ke dokter dan beliau bilang bukan darah haid, jadi jatuhnya masih nifas. Kalau tidak salah ingat saya berhenti di sekitar hari ke 70. Untuk hal ini saya berpegang pada pendapat ulama yang mengatakan bahwa nifas tidak ada batasan lama waktunya, sehingga selama masih ada darah ataupun cairan coklat, kuning maka masih masuk ke masa nifas.

Bagi yang mengalami hal serupa, ini ada kutipan artikel mengenai hukum lamanya waktu nifas, silakan antunna pilih akan berpegang pada fatwa ulama yang mana.

**********

sumber ; http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/lama-waktu-nifas/

LAMA WAKTU NIFAS

Tanya: Berapa lama wanita yang nifas meninggalkan shalat?
Jawab:
Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullahu menjawab, “Wanita yang nifas memiliki beberapa keadaan:
Pertama: Darah nifasnya berhenti sebelum sempurna 40 hari dan setelah itu sama sekali tidak keluar lagi. Maka ketika darah tersebut berhenti/tidak keluar lagi, si wanita harus mandi, puasa (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan), dan mengerjakan shalat (bila telah masuk waktunya).

Kedua: Darah nifasnya berhenti sebelum genap 40 hari, namun beberapa waktu kemudian darahnya keluar lagi sebelum selesai waktu 40 hari. Pada keadaan ini, si wanita mandi, puasa, dan shalat di saat berhentinya darah. Namun di saat darah tersebut kembali keluar berarti ia masih dalam keadaan nifas, sehingga ia harus meninggalkan puasa dan shalat. Ia harus mengqadha puasa wajib yang ditinggalkannya sementara untuk shalat yang ditinggalkan tidak ada qadha.

Ketiga: Darahnya terus menerus keluar sampai sempurna waktu 40 hari. Maka dalam jangka waktu 40 hari tersebut, ia tidak shalat dan tidak puasa. Setelah berhenti darahnya, barulah ia mandi, puasa, dan shalat.

Keempat: Darahnya keluar sampai lewat 40 hari.
Dalam hal ini ada dua gambaran:
1. Keluarnya darah setelah 40 hari tersebut bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya, yang berarti ia haid setelah nifas. Maka ia menunggu sampai selesai masa haidnya, baru bersuci.
2. Keluarnya darah tidak bertepatan dengan kebiasaan haidnya. Maka ia mandi setelah sempurna nifasnya selama 40 hari, ia mengerjakan puasa dan shalat walaupun darahnya masih keluar.

Apabila kejadian ini berulang sampai tiga kali, yakni setiap selesai melahirkan, dari melahirkan anak yang pertama sampai anak yang ketiga misalnya, darahnya selalu keluarnya lebih dari 40 hari berarti ini merupakan kebiasaan nifasnya. Yakni masa nifasnya memang lebih dari 40 hari. Selama masa nifas yang lebih dari 40 hari itu ia meninggalkan puasa yang berarti harus dia qadha di waktu yang lain (saat suci), sementara shalat yang ditinggalkan tidak ada qadhanya.

Apabila kejadian keluarnya darah lebih dari 40 hari ini tidak berulang, yakni hanya sekali, maka darah tersebut bukanlah darah nifas tapi darah istihadhah.
Wallahu a’lam.”

Tanya: Apabila darah terus keluar dari seorang wanita yang nifas sampai lebih 40 hari, apakah si wanita dibolehkan puasa dan shalat?

Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menjawab, “Wanita yang nifas bila tetap keluar darahnya lebih dari 40 hari dalam keadaan darah tersebut tidak mengalami perubahan, maka bila kelebihan waktu tersebut bertepatan dengan masa kebiasaan haid yang pernah dialaminya (sebelum hamil), ia tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa (karena statusnya ia sedang haid).

Namun bila tidak bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya yang dulu, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Di antara mereka ada yang mengatakan: bila telah sempurna waktu 40 hari dari masa nifasnya, wanita tersebut mandi dan harus mengerjakan shalat bila telah masuk waktunya sekalipun darah terus keluar/mengalir dari kemaluannya, karena si wanita sekarang terhitung mengalami istihadhah.

Di antara ulama ada yang berpendapat: si wanita tetap menunggu berhentinya darah sampai 60 hari, yang berarti ia masih berstatus nifas. Karena memang ada wanita yang masa nifasnya 60 hari. Ini perkara yang memang nyata, ada sebagian wanita yang kebiasaan nifasnya selama 60 hari. Berdasarkan hal ini, si wanita yang darahnya terus keluar lebih dari 40 hari tetap menanti sucinya sampai maksimal 60 hari. Selewatnya dari 60 hari, ia menganggap dirinya haid bila darah masih saja keluar dalam hitungan waktu/lama kebiasaan haidnya. Setelahnya ia mandi dan shalat walaupun darahnya masih keluar, karena kali ini ia terhitung wanita yang istihadhah.”
(Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 60-61)

Dinukil dari Asy Syariah No. 44/IV/1429 H/2008. Halaman 87 s.d. 88.


23 Comments

  1. ummu aisyah riyadh? jangan2 orang yang sama dengan yang saya kenal? (teman sekamar saya dulu waktu di jogja, “dela”). jawaban ummu aisyah yang anti sebutkan itu juga senada yang pernah saya terima dari penjelasan ustadz ibnu yunus waktu daurah dulu, kebetulan kami satu majlis….

    salam kenal ummu yusuf….

  2. berarti anti orang semarang nih? mau dong wingko babat, lumpia semarang, n bandeng prestonya….. dikirim ke bandung ya… ^-^
    alhamdulillah, malu saya kalo salah tebak. dela juga teman saya satu fakultas, teman satu wisma, satu kamar, dan satu majlis ta’lim….

    oya, harusnya dela punya CD dauroh ustadz ibnu yunus tentang fiqh haidh nifas, komplit insyaAllah. minta aja umm ke dia…. fiqh haidh n nifas ini memang wajib ‘ain diketahui setiap wanita bu… secara sudah pernah mendapatkan pembahasannya tapi pada prakteknya juga kadang “kebingungan”, ada saja masalah kewanitaan yang baru. Saya juga pernah beberapa kali mengalami nifas yang ga jelas, 3 hari berhenti blassss…. sampai2 saya selalu mengkonsumsi obat untuk mengeluarkan darah nifas selama beberapa waktu. padahal ketika diUSG masih banyak gumpalan darah, n dari nifas2 sebelumnya juga saya ga pernah seperti itu, alias mengalir sampai 40 hari (herannya, benar2 40 hari pas, n di hari ke 41 saya haidh, subhanallah, Allah memang maha kuasa…. )

    • iya umm.. orang semarang yg terdampar di cibinong n di kantor yg orang2nya pada pake basa sunda *lieur euy whehehe..
      waa.. kalo masalah kuliner semarang saya juga mau umm haha.. udah sejak desember ngga pulang niy, Insya Allah baru pulkam pas lebaran.. ayo atuh, maen ke semarang aja

      iya, dela juga njawabnya berdasar pd ta’lim ustadz ibnu yunus dan juga pernah tanya sama istri Syaikh Abdulloh di yaman, katanya beliau juga merojihkan pendapat tadi, pendapat ini juga dipilih oleh syaikh Muqbil.

      tul tul tul.. kalo udah masalah praktek di lapangan (halah) kadang mengalami kebingungan umm.. ini aja ampe skarang ana kadang masih kluar darah (udah hampir 3 bulan), kata dokter siy bukan haid jadi ya Insya Allah jatuhnya masih nifas
      subhanallah.. anti langsung haid ya?padahal full asi ke ahmad umm?masya Allah.. *subur bgt euy

  3. hehe… ibu satu ini anti fesbuk jeng,jadi maklum ga punya akun FB. paling ada yahoo…. ato gmail aja, itu yang paling aktif. ntar via imel aja ya. eh, ummu aisyah mau pulang loh akhir juni-awal sept, liburan katanya. ngajak ketemuan tapi kayaknya aku ga bisa mobile kemana2. jadi penasaran nih sama ummu yusuf…. ^^

  4. Wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh..
    Maaf mba ika, saya sendiri statusnya masih belajar, jadi hanya bisa memberikan link artikel beberapa fatwa ulama :)

    salah satunya bisa dibaca disini http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/lama-waktu-nifas/

    atau bisa juga baca2 disini http://muslimah.or.id/fikih/hukum-seputar-darah-wanita-darah-nifas.html

    Ada perbedaan ulama dalam penentuan batas waktu nifas, ada yg membatasi waktunya dan ada yg tidak.
    Monggo aja mba ika cenderung dengan pendapat ulama yang mana :)

    Wallahu a’lam

    **********************************************************
    sumber ; http://akhwat.web.id/muslimah-salafiyah/fiqh-ibadah/lama-waktu-nifas/

    LAMA WAKTU NIFAS

    Tanya: Berapa lama wanita yang nifas meninggalkan shalat?
    Jawab:
    Samahatusy Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullahu menjawab, “Wanita yang nifas memiliki beberapa keadaan:
    Pertama: Darah nifasnya berhenti sebelum sempurna 40 hari dan setelah itu sama sekali tidak keluar lagi. Maka ketika darah tersebut berhenti/tidak keluar lagi, si wanita harus mandi, puasa (bila bertepatan dengan bulan Ramadhan), dan mengerjakan shalat (bila telah masuk waktunya).

    Kedua: Darah nifasnya berhenti sebelum genap 40 hari, namun beberapa waktu kemudian darahnya keluar lagi sebelum selesai waktu 40 hari. Pada keadaan ini, si wanita mandi, puasa, dan shalat di saat berhentinya darah. Namun di saat darah tersebut kembali keluar berarti ia masih dalam keadaan nifas, sehingga ia harus meninggalkan puasa dan shalat. Ia harus mengqadha puasa wajib yang ditinggalkannya sementara untuk shalat yang ditinggalkan tidak ada qadha.

    Ketiga: Darahnya terus menerus keluar sampai sempurna waktu 40 hari. Maka dalam jangka waktu 40 hari tersebut, ia tidak shalat dan tidak puasa. Setelah berhenti darahnya, barulah ia mandi, puasa, dan shalat.

    Keempat: Darahnya keluar sampai lewat 40 hari.
    Dalam hal ini ada dua gambaran:
    1. Keluarnya darah setelah 40 hari tersebut bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya, yang berarti ia haid setelah nifas. Maka ia menunggu sampai selesai masa haidnya, baru bersuci.
    2. Keluarnya darah tidak bertepatan dengan kebiasaan haidnya. Maka ia mandi setelah sempurna nifasnya selama 40 hari, ia mengerjakan puasa dan shalat walaupun darahnya masih keluar.

    Apabila kejadian ini berulang sampai tiga kali, yakni setiap selesai melahirkan, dari melahirkan anak yang pertama sampai anak yang ketiga misalnya, darahnya selalu keluarnya lebih dari 40 hari berarti ini merupakan kebiasaan nifasnya. Yakni masa nifasnya memang lebih dari 40 hari. Selama masa nifas yang lebih dari 40 hari itu ia meninggalkan puasa yang berarti harus dia qadha di waktu yang lain (saat suci), sementara shalat yang ditinggalkan tidak ada qadhanya.

    Apabila kejadian keluarnya darah lebih dari 40 hari ini tidak berulang, yakni hanya sekali, maka darah tersebut bukanlah darah nifas tapi darah istihadhah.
    Wallahu a’lam.”

    Tanya: Apabila darah terus keluar dari seorang wanita yang nifas sampai lebih 40 hari, apakah si wanita dibolehkan puasa dan shalat?

    Jawab:
    Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menjawab, “Wanita yang nifas bila tetap keluar darahnya lebih dari 40 hari dalam keadaan darah tersebut tidak mengalami perubahan, maka bila kelebihan waktu tersebut bertepatan dengan masa kebiasaan haid yang pernah dialaminya (sebelum hamil), ia tidak boleh mengerjakan shalat dan puasa (karena statusnya ia sedang haid).

    Namun bila tidak bertepatan dengan waktu kebiasaan haidnya yang dulu, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama.

    Di antara mereka ada yang mengatakan: bila telah sempurna waktu 40 hari dari masa nifasnya, wanita tersebut mandi dan harus mengerjakan shalat bila telah masuk waktunya sekalipun darah terus keluar/mengalir dari kemaluannya, karena si wanita sekarang terhitung mengalami istihadhah.

    Di antara ulama ada yang berpendapat: si wanita tetap menunggu berhentinya darah sampai 60 hari, yang berarti ia masih berstatus nifas. Karena memang ada wanita yang masa nifasnya 60 hari. Ini perkara yang memang nyata, ada sebagian wanita yang kebiasaan nifasnya selama 60 hari. Berdasarkan hal ini, si wanita yang darahnya terus keluar lebih dari 40 hari tetap menanti sucinya sampai maksimal 60 hari. Selewatnya dari 60 hari, ia menganggap dirinya haid bila darah masih saja keluar dalam hitungan waktu/lama kebiasaan haidnya. Setelahnya ia mandi dan shalat walaupun darahnya masih keluar, karena kali ini ia terhitung wanita yang istihadhah.”
    (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah, hal. 60-61)

    Dinukil dari Asy Syariah No. 44/IV/1429 H/2008. Halaman 87 s.d. 88.

  5. Assalamu’alaikum

    Bahasannya pas sekali,saya juga mau tanya mba, bagaimana membedakan darah haid dan nifas.
    Saya sudah hampir 3 bulan masih saja keluar darah. Tapi tidak terus menerus, sempat berhenti seminggu sebelum 40hari…kemudian keluar lagi beberapa hari..berhenti lagi..begitu terus…
    Kadang banyaj kadang sedikit.agak ada yg lendir.

    Menurut sepengetahuan mba,bagaimana kasus seperti saya ini.
    Terima kasih sebelumnya mba

  6. Assalamu’alaikum..
    Afwan ummu yusuf,sy jg ngalamin hal yg sama udah 2 bulan lebih msh keluar darah (sedikit dan berwrna coklat)..sy bingung mo shalat atw g?udah konsul ke dokter,takutx penyakit..tp kta dokter gpp,dikasi obt pmbersih rahim sm vit pnmbh darah.mhon pencerahanx.
    Syukran sebelumx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s