Manajemen ASIP

Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 233:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…”

Mengingat bahwa ASI Insya Allah merupakan asupan terbaik bagi bayi, maka mulai Khansa umur 1 bulan saya sudah mulai menyimpan ASIP di freezeer sebagai persiapan ketika masuk kantor kembali.

Untuk botol penyimpan ASIP saya sudah membelinya sebanyak 20 buah di avellino shop, harganya Rp.2500 per botol. Saya membeli di sana setelah browsing kesana kemari mencari rekomendasi terbaik untuk botol penyimpan ASIP. Setelah memakainya memang kualitas botol kacanya bagus (tebal), tutup karetnya mempermudah kita untuk mencuci dan mensterilkan tanpa takut berkarat. Selain itu juga mulut botol lumayan lebar sehingga mempermudah saya ketika memeras ASI dengan tangan dan pada waktu mencucinya.

Untuk botol susunya saya membeli 2 buah botol merk tommee tippee yang ukuran 150 ml di cleobabyshop, di sana harga barangnya cenderung lebih murah dari online shop lain. Waktu itu harganya kalo ngga salah Rp. 62.500 per botol (sekarang harganya Rp.110.000 untuk 2 botol). Saya membeli merk tersebut juga setelah browsing sana sini. Kata para ummahat banyak bayinya yang cocok dengan merk tersebut, dan juga botolnya BPA-free jadi Insya Allah aman untuk bayi. Qodarullah Khansa ngga mau saya beri minum ASIP pake botol itu, jadi sekarang botolnya nganggur deh  di rumah. Adik saya yang berusaha membantu dengan membelikan botol merk dr brown juga belum ada hasilnya ke Khansa. Waktu coba diminumkan dengan botol itu lagi-lagi hanya dikenyol-kenyol saja dan ngga mau menghisapnya. Alhamdulillah ada yang memberi kado botol sendok Pigeon, jadi sampai sekarang Khansa minum ASIP disuapi dengan botol sendok tersebut.

Untuk memeras ASI, pada awalnya saya memeras dengan menggunakan tangan karena praktis dan juga berdasar cerita dari salah satu teman yang setelah mencoba memakai breast pump karena tidak cocok pada akhirnya memeras ASI dengan tangan. Hal itu membuat saya  berpikir dua kali kalo mau beli breast pump. Siapa tahu sudah beli dengan harga mahal ternyata ngga cocok buat saya. Setelah beberapa lama memeras dengan memakai tangan, saya merasakan ada beberapa kendala. Waktu memeras bisa sampai 1 jam kalo pas PD belum begitu penuh. Bisa dibayangkan kalo nanti saya memeras di kantor akan membutuhkan banyak waktu. Belum lagi tangan yang pegel karena memeras dalam keadaan lama, dan leher jadi kaku karena terus menerus nunduk melihat ke arah botol (takutnya meleset pas meres jadi ASI keluar dari botol). Kemudian saya putuskan untuk meminjam dulu breast pump milik teman SMA saya -ummu hammam-, kalo cocok dan nyaman dengan breastpumpnya baru saya membeli yang seperti itu. Qodarullah ummu hammam bilang ke saya untuk memakainya saja selama diperlukan. Ketika saya mau membelinya karena ngga enak kalo pinjam terlalu lama, dia ngga memperbolehkan. Katanya pakai saja dulu karena dia juga belum ada rencana untuk mempunyai anak lagi dalam waktu dekat. Alhamdulillah jadi dapet breast pump gratisan :D, sampai sekarang saya memakainya untuk memeras ASIP ketika di rumah dan juga di kantor. Saya memakai breast pump medela manual. Sebelumnya saya memang sudah melirik-lirik merk ini karena menurut review beberapa ummahat banyak yang cocok dan juga ngga memerlukan listrik sehingga bisa memeras dimana saja. Waktu memeras ASI saya sangat menantikan datangnya LDR (Let Down Reflect) karena bisa membantu saya memenuhi botol dalam waktu ngga begitu lama.

Selama 4 hari ini setiap jam 10-an saya memeras ASI di kantor. Siang hari pulang untuk menaruh ASI di kulkas dan menyusui Khansa. Biasanya saya dapat 150 ml ketika memeras , jadi saya pindahkan 100 ml ke satu botol kaca dan sisanya tetap saya letakkan di botol medela untuk saya tambahkan di malam harinya. Menurut keterangan di beberapa artikel sebelum 24 jam ASIP masih bisa dicampur. Sebaiknya sih disamakan suhunya dulu sebelum dicampur, tapi selama ini saya langsung peras di botol yang sudah ada ASInya hehe.. dasar emak pemalas. Keesokan paginya sekitar jam 3an usai menyusui Khansa dan mengganti popoknya biasanya saya memeras lagi untuk memenuhi target 3 botol per hari.

Beberapa hari ini rata-rata Khansa menghabiskan 2,5 botol @100ml setiap harinya. Pagi jam 9nan habis bangun tidur dia minum 1 botol, siang harinya sambil menunggu saya pulang diminumkan setengah botol, dan sore hari sebelum atau sesudah mandi 1 botol. Bisa pulang ketika jam makan siang sangat membantu menghemat persediaan ASIP saya karena pada waktu itu Khansa mimiknya banyak banget. Ngga bisa dibayangkan kalau saya masih bekerja di Jakarta. Mungkin Khansa bisa menghabiskan 5-6 botol per hari. Benar juga salah satu artikel yang menyatakan bahwa bayi bisa menyesuaikan kebutuhan ketika minum ASIP. Dia minum sesuai yang disediakan dan minum habis-habisan ketika ibunya datang :D

Semoga saja saya bisa memenuhi hak Khansa untuk mendapatkan asupan yang terbaik bagi dirinya. Insya Allah saya akan berusaha semampu saya. Tapi saya ngga akan menghakimi ummahat yang tidak bisa memberikan ASI bagi bayinya. Saya rasa mereka pasti sudah berusaha semaksimal mungkin, hanya saja qodarullah menentukan lain sehingga harus memakai susu tambahan. Na’am, setiap ibu pasti mengusahakan yang terbaik bagi anaknya.

4 Comments

  1. Assalamualaikum ummi….sy jg pgn bs trs mmberi asi ke putri sy..namun kendalanya hmpir sma dg ummi..si adek gk mau minum pke dot/botol..sy pgn bgt beli botol tommee tippee..krn ktanya mirip bgt dgn puting ibu..tp krn hrga yg relatif mhl..sy brpkir 2X tkutnya si adek ttp gk mau spt putri ummi..kan syg beli mhal2..kl blh tau..apa bnr ummi botol tommee tippee,dotnya sgt mirip dg puting PD??mksh sblmnya ats jwbnnya..wassalamualaikum..

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh
      maaf baru sempat membalas comment-nya mba erista
      iya siy mba, harganya agak mahal (di kantong saya) hehe.. sepertinya utk semua produk itu cocok2an mba
      kalo buat anak saya kurang cocok, karena mungkin bahan dotnya kurang elastis alias agak kaku, kalo bentuknya memang mirip put**g mba,
      dulu ada teman menyarankan utk memakai dot pigeon yg warnanya coklat dan agak gepeng, ada dua teman saya yg anaknya pake itu dan cocok, harganya pun relatif murah, mungkin dicoba yg itu saja dulu mba
      mudah2an bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s