Jangan Panik!

Sebagai new parent adakalanya kita panik dikala sesuatu terjadi dengan bayi kita. Saya juga pernah merasakannya beberapa kali, diantaranya yaitu ketika Khansa  seminggu sesudah lahir mengalami muntah gumoh. Sesudah itu Khansa langsung saya kekepi, ta gendong kemana-mana. Bahkan waktu zauji mau meletakkannya di kasur pun tidak saya perbolehkan. Rasanya kasihan melihat Khansa yang tertidur lemas (ato malah pules yak?), saya gerakin tangan dan kakinya dia hanya diam, padahal biasanya gerak-gerak heboh.

Begitupun ketika saya mengamati kaki Khansa kok agak bengkok, bentuknya O. Langsung saya browsing dan menemukan bahwa itu adalah hal yang wajar pada bayi. Setelah saya tanya ke bidan waktu dia imunisasi BCG kata bliau juga ngga apa-apa. Sabtu yang lalu waktu Khansa imunisasi DPAT 1 dan polio 2 saya tanyakan kembali ke dokter spesialis anak yang kami datangi (*dasar emak-emak parno) bliau bilang ngga apa-apa . Kata bliau memang bayi ada kecenderungan kakinya O karena menyesuaikan diri ketika di rahim. Insya Allah nanti ketika dia mulai berdiri dan “lunjak-lunjak” maka kakinya akan mulai terangsang untuk lurus.

Berikut saya list beberapa kepanikan ato kekhawatiran yang biasanya new parent rasakan (ato hanya saya ya?hihi..)

A.  Anak Gumoh

Bisa dipastikan hampir semua bayi yang menyusui, baik ASI maupun memakai susu formula, pasti mengalami gumoh. Gumoh bayi ini dipastikan tidak akan membahayakan kondisi bayi, selama hal itu bisa ditolerir dan tidak mengkuatirkan alias volume masuk dengan keluar masih berimbang.

Gumoh ini terjadi akibat beberapa hal.

  1. Fungsi saluran pencernaan yang belum optimal. Dalam hal ini, lambung memegang peranan yang paling penting. Karena disinilah semua asupan yang masuk, baik berupa susu atau ASI atau mungkin yang lainnya, akan melewati lambung terlebih dahulu. Gumoh dapat berkurang, setelah fungsi lambung dan organ pendukungnya berkembang dengan optimal.
  2. Tingkah laku anak. Semakin banyak gerakan si kecil ketika minum susu, atau ASI maka akan semakin besar kemungkinan untuk gumoh. Apalagi bila si kecil sedang menangis. Karena ketika menangis, udara malah akan banyak tertelan sehingga kondisi lambung si kecil akan penuh dengan udara. Sehingga ketika minum susu atau ASI, yang ada malah cairan yang masuk akan terdorong keluar.

Sumber di sini.


B. Nafasnya Bunyi Nggrok Nggrok

Bunyi ngrok…ngrok…itu disebabkan kemampuan membersihkan lendir pada bayi yang belum optimal. Saluran napas setiap saat akan memproduksi sekret (lendir) yang bermanfaat untuk fungsi pernapasan itu sendiri. Sekret berfungsi menahan benda asing atau kuman yang masuk ke dalam saluran napas. Lendir akan dibersihkan oleh sebuah sistem pembersihan di dinding saluran napas yang disebut sistem bersihan mukosilier. Jumlah sekret yang sedikit secara tak sadar akan tertelan. Bila banyak barulah lendir ini merangsang refleks batuk. Pada bayi-bayi muda, kemampuan mukosilier ini belum berlangsung optimal sehingga sekretnya tak bisa dibersihkan secara sempurna. Ini menjawab mengapa bunyi napas mereka kerap terdengar ngrok-ngrok. Namun seiring perjalanan usia anak, maka kemampuan mukosiliernya akan semakin baik sehingga bunyi ngrok-ngrok pada napas bayi akan menghilang dengan sendirinya.

Lebih lengkapnya tentang nafas nggrok-nggrok bisa dibaca di sini.

C.  Kaki Bengkok Berbentuk O

Bentuk kaki yang bengkok ini erat hubungannya dengan sikap bayi ketika masih dalam kandungan. Di dalam kandungan bayi berada dalam posisi di mana kedua tungkainya tertarik sedikit ke atas dengan telapak kaki saling berhadapan. Posisi ini terus bertahan sampai ia dilahirkan.

Oleh karena itu janganlah Anda terlalu sering membungkus bayi dengan selimut tebal dan kencang, sehingga akan menghambat pergerakkan kakinya. Biarkan kaki bayi bebas bergerak. Gerakan kaki seperti menendang atau mengangkat kaki berguna untuk melatih otot kaki.

Sumber di sini.

D. Bayi Muntah

Ini karena bayi menelan susu atau ASI dan udara, sementara udara berada di bawah susu saat berada dalam perut. Ketika perut bayi berkontraksi, udara keluar dari dalam perut dan membawa susu masuk kembali ke kerongkongan. Bisa juga karena bayi baru belajar menyusu, ia mengisap terlalu banyak atau terlalu cepat. Bayi yang dipeluk terlalu keras setelah makan juga terpicu untuk muntah.

Mengatasinya:

  • Perlambat pemberian susu. Bila diberi susu formula, beri sedikit saja dengan frekuensi agak sering.
  • Sendawakan bayi selama dan setelah pemberian susu. Bila bayi diberi ASI, sendawakan setiap kali akan berpindah ke payudara lainnya.
  • Susui bayi dalam posisi tegak lurus, dan bayi tetap tegak lurus selama 20-30 menit setelah disusui.
  • Jangan didekap atau diayun-ayun sedikitnya setengah jam setelah menyusu.
  • Jika diberi susu botol, pastikan lubang dot tidak terlalu kecil atau terlalu besar.

Sumber : di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s