Najis Tralala

Najis dari air kencing bayi perempuan a.k.a pipisnya Khansa. Mungkin ini tidak begitu menjadi masalah (bagi saya) ketika masih nifas karena belum melaksanakan ibadah sholat. Tapi bagi zauji tentu saja itu menjadi perhatian karena ketika hendak menggendong Khansa harus dipastikan bahwa Khansa bebas dari segala bentuk najis baik pup atau pis (hehe.. ngga mau repot gonta ganti baju).

Walaupun saya tahu bahwa untuk menyucikan air kencing bayi perempuan itu dengan cara dicuci, tapi saya sering ndableg alias (lagi-lagi) ngga mau repot sehingga sprei yg kecipratan sedikit air kencing cukup saya lap pake tisu basah ato hanya diciprati air kemudian dilap. Melihat keteledoran saya itu, zauji sering mengingatkan untuk lebih menjaga kebersihan dari najis. Bahkan terkadang zauji sendiri yang turun tangan nyuci bagian sprei yang kecipratan pipis (dimana noda pipis yang tadinya kecil jadi membesar hingga setengah sprei, walhasil akhirnya sprei saya cuci smua -_-‘).

Na’am, apa yang saya lakukan itu salah dan Insya Allah sekarang saya lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan dari najis (walaupun memang agak lebih rekoso sih).

Yang menjadi dasar cara membersihkan najis air kencing bayi yaitu hadits berikut..

Dikeluarkan oleh Abu Daud dan Ibn Majah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

يَغْسِلُ مِنْ بَوْلِ الجَارِيَةِ وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الغُلاَمِ

“Pakaian yang terkena air kencing bayi perempuan harus dicuci, sedangkan pakaian yang terkena air kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan dengan air”.

Alhamdulillah skarang ada clodi, pipis jadi bisa terlokalisir dan ngga mleber kemana-mana. Dulu waktu Khansa masih bayi saya memakaikan popok biasa, cucian jadi segunung karena harus mencuci popok dan alas ompol. Apalagi kalo Khansa habis mandi dan dibedong.. wah, bisa basah sekujur badan sehingga saya juga harus mengganti semua bajunya (nambah cucian deh :D ). 

Membicarakan mengenai bayi, najis, dan diapers membuat saya jadi teringat satu tulisan di blog Ummu Shofi yang pernah saya baca mengenai sholat dengan menggendong bayi yang memakai diapers yang didalamnya sudah ada najis. Sebelum membaca ini, tadinya saya pikir oke-oke saja kalo misalnya seorang ibu ketika sholat sambil menggendong anaknya (apalagi jika anaknya sedang menangis)  seperti yang pernah dilakukan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- ketika sholat sambil menggendong Hasan, Husein atau Umamah, toh anaknya memakai diapers (baik disposal diapers atau clodi) sehingga najisnya ngga kemana-mana. Ternyata hal itu tidak benar, karena ketika sholat tidak diperbolehkan ada najis yang menempel berdasarkan hadits berikut..

Hadist Abu Sa’id Al-Khudry radhiyallahu ‘anhu:

عن أبي سعيد الخدري قال : بينما رسول الله صلى الله عليه و سلم يصلي بأصحابه إذ خلع نعليه فوضعهما عن يساره فلما رأى ذلك القوم ألقوا نعالهم فلما قضى رسول الله صلى الله عليه و سلم صلاته قال ” ما حملكم على إلقائكم نعالكم ” ؟ قالوا رأيناك ألقيت نعليك فألقينا نعالنا فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ” إن جبريل صلى الله عليه و سلم أتاني فأخبرني أن فيهما قذرا ” أو قال أذى وقال ” إذا جاء أحدكم إلى المسجد فلينظر فإن رأى في نعليه قذرا أو أذى فليمسحه وليصل فيهما “

“Dari Abu Sa’id Al-Khudry berkata: Saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mengimami para sahabat dalam shalat tiba-tiba beliau melepas kedua sandalnya, kemudian langsung meletakkannya di sebelah kiri beliau. Ketika para sahabat melihat yang demikian maka mereka melempar sandal-sandal mereka. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat beliau bertanya: Apa yang membuat kalian melempar sandal-sandal kalian? Mereka menjawab: Kami melihatmu melempar sandal, maka kamipun melempar sandal. Beliau berkata: Sesungguhnya Jibril mendatangiku dan mengabarkan bahwa di dalam kedua sandalku ada kotoran (najis), apabila salah seorang dari kalian mendatangi masjid maka hendaklah melihat sandalnya, apabila melihat kotoran (najis) maka hendaklah mengusapnya dan shalat dengan kedua sandal tersebut” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syeikh Al-Albany

Untuk lebih jelasnya dibawah ini saya nukilkan dari blog Ummu Shofi Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers?  dan Terlanjur Sholat Sambil Menggendong Anak yang Ngompol di Popoknya, Perlukah Mengulang Sholat? . Semoga informasi ini bermanfaat dan membuat kita jadi lebih berhati-hati. Kalo memang mau sholat dan anaknya rewel sebaiknya diganti dulu popoknya sehingga Insya Allah akan lebih terjaga dari najis. Untuk amannya sih minta tolong digendongin orang lain dulu ^_^

**********

Oleh : Ustadz Muhammad Arifin Badri hafidzohulloh

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ketika berbincang dengan teman yang sudah menjadi ummahat, beliau bercerita, jika ia sedang sholat dan si anak mengangis maka ia akan ambil anaknya dan menggendongnya, jadi ia sholat dengan tetap menggendong si anak. Ketika ana tanyakan padanya, apakah rasul dulu juga seperti itu? ia bilang ya, apakah itu benar ustadz? apakah sholatnya tetap sah? karena setahu ana kan hanya diperbolehkan tiga gerakan saja? bagaimanakah sholat Rasulullah. Jazakumullah jika dijelaskan, ini sangat berguna jika sudah menjadi ummahat kelak. tentunya seorang ibu akan sangat resah jika anak menangis, sholat tdk dapat khusyu’ dan tentunya akan ringan rasa itu jika diperbolehkan menggendong anak dalam sholat.

Jawaban Ustadz:

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rosululloh, keluarga, sahabat dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat, amiin.

Langsung saja, betul, dahulu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam kadang kala mengangkat cucunya, Hasan, Husain, Umamah rodhiallohu anhum ketika sedang sholat, bahkan suatu saat ketika beliau sedang sholat, beliau menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abil ‘Ash, sehingga ketika sedang berdiri, beliau menggendongnya, dan ketika ruku’ dan sujud, beliau menurunkannya, padahal kala itu beliau sholat mengimami para sahabatnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dan Muslim dan juga lainnya. Oleh karena itu para ulama’ menegaskan bahwa boleh bagi orang yang sedang sholat untuk mengangkat, atau menggendong anak kecil.

Akan tetapi ada satu hal yang perlu diingat, yaitu ketika kita hendak menggendong anak kecil dalam sholat, maka anak tersebut harus dalam keadaan suci, tidak sedang ngompol, atau bajunya dalam keadaan najis, atau mengenakan popok atau diapers yang tentunya berisikan najis. Sebab orang yang sedang sholat diperintahkan untuk meninggalkan atau melepaskan setiap yang najis dari pakaian, atau sandal atau kaus kaki atau tempat ia sholat.

Dengan demikian bila anak kita mengenakan diapers, maka kita tidak boleh menggendongnya, karena biasanya si anak telah pipis atau bahkan buang air besar di dalamnya, sehingga bila kita menggendongnya berarti kita membawa najis ketika sedang sholat, dan ini tentunya terlarang. Dahulu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat mengenakan sandal, dan ketika di tengah-tengah sholat tiba-tiba beliau melepaskan kedua sandalnya, sehingga para sahabat pun ikut-ikutan melepaskan sandalnya. Seusai sholat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa ia diberi tahu oleh Malaikat Jibril bahwa di sandalnya terdapat kotoran (najis), oleh karena itu beliau melepaskan sandalnya. Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Al Baihaqi, Ad Darimi dan lain-lain. Semoga jawaban pendek nan singkat ini cukup memberikan gambaran bagi kita semua. Wallohu a’lam bisshowab.

***

Penanya: Winna

Dijawab Oleh: Ustadz Muhammad Arifin Badri

Sumber : muslim.or.id

**********

Oleh: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rohimahulloh

Pertanyaan:

Seorang wanita bertanya : Terkadang aku menggendong anak perempuanku ketika sedang sholat karena tangisannya yang keras, sedangkan ia memakai popok dan telah berhadats (ngompol ataupun BAB, pent). Bagaimanakah hukum sholatku dan (bolehkah) aku menggendongnya ketika sholat dalam kondisi yang telah kusebutkan?

Jawaban:

Jika padanya terdapat najis maka jangan digendong, jika pada popoknya terdapat najis maka jangan digendong. Adapun jika bersih (suci, pent) maka tidak mengapa. Telah shohih dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam beliau pernah sholat sambil menggendong Umamah bintu Zainab (yakni cucu beliau), beliau sholat sambil menggendongnya sementara orang-orang melihatnya. Ketika beliau akan sujud beliau meletakkannya dan ketika bangkit berdiri beliau menggendongnya lagi. Dan para ulama berpendapat bahwa anak tersebut dalam kondisi bersih dan suci. Dan yang lebih hati-hati bagimu adalah jangan menggendongnya kecuali engkau mengetahui bahwa ia dalam kondisi suci. Ini yang lebih berhati-hati, jangan ia menggendongnya ketika pada anaknya terdapat najis.

Penanya: Bagaimana dengan hukum sholatnya yang telah ia kerjakan dalam keadaan tersebut?

Syaikh: Mudah-mudahan ia tidak perlu mengulangi sholat tersebut, insyaAlloh, mudah-mudahan tidak perlu diulangi akan tetapi untuk selanjutnya hendaknya ia berhati-hati.

[Diterjemahkan dari http://www.binbaz.org.sa/mat/14757]

**********


2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s