20 Hari ke Jeneponto

Yup, kali ini zauji dinas ke Jeneponto, salah satu Kabupaten di Sulawesi Selatan. Sejak hari Kamis yang lalu zauji berangkat naik pesawat pagi. Alhamdulillah sudah sampai dengan selamat setelah transit di Makasar dan lanjut perjalanan darat selama 2 jam ke Jeneponto. Seperti dinas biasanya, kali ini Insya Allah juga akan dilakukan selama 20 hari. Berbeda dengan survey di Aceh kurang lebih sebulan lalu yang berpindah-pindah pulau, kali ini zauji dan tim hanya melakukan penyusuran di wilayah pantai Sulsel dan kemungkinan hanya berpindah Kabupaten saja.

Bagaimana kabar saya dan Khansa dua hari ini? alhamdulillah bisa teratasi dengan baik walaupun lumayan capek hehe.. Kalo biasanya ada yg menggantikan mengawasi Khansa, sekarang semuanya sendiri. Ngga tau nih dua hari ini Khansa agak sedikit rewel. Kemarin malam dari jam 00.30 sampai jam 03.00 dia bangun, sampai sempat saya tinggal tidur sebentar saking sepetnya mata. Tadi siang juga tidurnya sebentar-sebentar bangun, mungkin karena hawanya yang agak gerah tadi siang. Trus waktu saya makan siang dia saya dudukkan di “singgasana”nya eh badannya diangkat-angkat sampai seat beltnya lepas. Akhirnya saya makan sambil nggendong dia. Waktu saya sholat Asar juga ngga tenang karena Khansa sudah merengek-rengek dan mulai nangis. Alhamdulillah ummu bima sore itu datang untuk mengambili pakaian di jemuran. Saya minta bantuan bliau untuk memandikan Khansa sementara saya menyiapkan baju Khansa dan air mandinya. Mumpung ada ummu bima saya skalian mandi sebentar. Benar-benar sebentar karena Khansa sudah nangis jejeritan, saya kira minta nen ternyata pengen digendong aja -_-‘.

Alhamdulillah (lagi) dengan kedatangan ummu bima sore itu, karena qodarullah tadi tabung gas saya ngeses dan tercium bau gas. Alhasil pintu dan jendela dibuka dan tabung yang isinya sudah hampir habis itu ditukar ke warung depan dan dibelikan yang baru. Itupun masih ada masalah karena ngeses  ketika dipasang. Ternyata klepnya jelek dan harus diganti. Alhamdulillah dibantuin ummu bima dan ummu pandu dari warung depan untuk mengganti klepnya *sigh, kalo ada zauji tinggal bilang “mass.. tabungnya ngeses” , langsung deh -Insya Allah- beres hehe..

Smoga zauji diberkahi Allah kemudahan dan perlindungan selama dinasnya dan dapat pulang dengan selamat dan sehat. Mungkin kalo Khansa bisa ngomong dia bakal nyariin abinya (halah sok teu). Lha biasanya pagi-pagi diajak becanda dan dimandiin sama abi, eh sekarang ummi lagi.. ummi lagi :D

Oya, tadi pagi waktu saya masak air untuk bikin susu, kemudian saya nengok Khansa sebentar ke kamar eh dia sudah dalam posisi tengkurep *hehe senang*. Buru-buru saya datengin ke kasur, yah dia sudah balik telentang karena tangannya kejepit badan *garuk-garuk kepala*. Habis itu dia ngga mau tengkurep sendiri lagi, harus dibantuin miring dulu -_-‘

4 Comments

  1. Setiap gerakan buah hati memang kebahagiaan dan kebanggaan para orang tua, tapi afwan hal ini bikin diriku heran. Knp ya para umahat pada cerita bhw mereka girang saat bayinya udah bisa tengkurap sendiri. Bukannya posisi tengkurap salah satu penyebab sudden death pada bayi..?! (naudzubillah, semoga kita semua di jauhkan), terus khan ada hadits yg mengatakan tengkurap adalah posisi tidur penghuni neraka. Dari segi medis dan agama, keduanya kurang baik “review”nya. Afwan kalo lancang nanya gini heheh, ana ga ngerti krn blm pengalaman :)

    Btw, qadarullah ana lupa bilang kalo bisa jgn dulu di link ya um krn msh bingung nama kuniah utk di dunia maya (belinejolie nama jahiliyah jaman blm ngaji). insya Alloh kl dah nemuin scepatnya di kabarin. Qta bisa tukeran link blog yg di wordpress.

    • Kalo untuk tidur dalam posisi tengkurap ana juga kurang setuju ukh (kecuali ada hal yang darurat). Na’am, sesuai hadits berikut :
      Abu Dzar Radhiallahu’anhu menuturkan :”Nabi Shallallahu’alaihi wasallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi Shallallahu’alaihi wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :”Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka”. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

      Memang betul bahwa posisi tengkurap bisa menyebabkan sudden infant death syndrome (na’udzubillah), terutama bila bayi tengkurap tanpa pengawasan dan lehernya belum kuat menyangga. Tapi dari artikel yang saya baca tengkurap juga ada manfaatnya.
      Manfaat tengkurap bagi bayi adalah bayi belajar mengembangkan kekuatan leher, punggung, dan otot-otot bagian atas lainnya, hal ini baik bagi sensor motorik dia. Wallahu a’lam. Selengkapnya monggo baca di sini http://balitakami.wordpress.com/2011/03/03/sejuta-manfaat-tengkurap/

      Okay, linknya udah ana delete. Nanti kalo anti udah ada kuniah ana dikabari ya, Insya Allah ana link lagi ^_^

      Jazakillah khoiron :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s