Dilarang Merokok!

Asap dimana-mana! Di kantor saya yang sekarang ini hampir di segala penjuru saya membaui asap rokok karena rata-rata pegawai laki-laki di sini merokok. Terkadang saya sampai sesak nafas karena ada teman yang merokok di ruangan. Kalau di kantor saya yang dulu alhamdulillah aman karena waktu itu Kepala Bironya tidak memperbolehkan untuk merokok di dalam ruangan. Tapi di kantor saya yang sekarang pimpinannya aja merokok lha gimana mau melarang :'(

Pernah suatu saat saya merasa sangat terdzolimi karena merasa sesak nafas dengan adanya teman yang merokok di ruangan sedangkan saat itu saya sedang ada kerjaan sehingga ngga bisa keluar. Sampe-sampe saya berdoa dalam hati “ya Allah berkahilah pelajaran pada orang tersebut”. Qodarullah beberapa hari kemudian dia batuk-batuk *dahsyatnya doa orang yang terdzolimi dimana tidak ada hijab antara dia dan Allah*. Kalo lain kali doanya “ya Allah berkahilah saya rumah” kira-kira bisa terkabul ngga ya?hihihi ngarep. Maka berhati-hatilah kepada para perokok, siapa tahu tindakan anda mendzolimi orang lan dan mereka tidak ridho dengan perbuatan kalian.

Na’am, saya sebenarnya sangat jengkel dengan sikap mereka yang merokok sembarangan tanpa melihat keadaan sekitarnya. Tapi saya ngga bisa mengungkapkan kejengkelan saya tersebut. Entah apa karena saya jowo banget jadi sense of pekewuh saya tinggi, ditambah lagi sense of narimo ing pandum yang bersemayam di diri saya *hayah* (agak jelek juga dua sifat ini pada situasi tertentu). Jadi yo bisanya cuma diem sambil pasang tissue di hidung plus batuk-batuk dikit *ceritanya nyindir*. 

Tahukah mereka bahwa bahaya yang harus ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif? Hal ini disebabkan karena sebanyak 25 persen zat berbahaya yang terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di sekelilingnya.

Tahukah mereka bahwa Rasulullah tidak memperbolehkan memberi mudhorot kepada orang lain?

Dari Sa’id Al-Khudriy Radliallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لاَضَـرَرَوَلاَضِـرَارَ

Artinya:
“Tidak boleh memberi mudharat (kepada orang lain) dan tidak boleh saling menimpakan mudharat satu sama lain” (HR. Ibnu Majah dan Ad-Daruqutni dll dan hadits hasan)

Tahukah mereka bahwa rokok merupakan salah satu bentuk pemborosan bin penyia-nyiaan harta?

“Sesungguhnya pemborosan-pemborosan itu adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar terhadap Rabbnya” (QS. Al- Isra’:27)

Tahukah mereka bahwa menghirup asap rokok sama saja dengan menghirup racun? Lihat saja zat yang dihasilkan yaitu tar (bersifat lengketdan dapat menempel pada paru-paru), nikotin (bersifat karsinogen alias bisa memicu terjadinya kanker paru-paru), dan karbonmonoksida (membuat darah tidak mampu mengikat oksigen) .

Dari Abu Hurairah Radliallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

وَمَنْ شَـربَ سَـمًّا فَـقَـتّـل نَـفْـسَـه فَـهُـوَ يَـتَّـحَـسَـاه فى نـارِ جـهَـنَّـمَ خَـالِـدًا مُـخَـلِّـدًا فِـيهـاابـدًا

Artinya:
“Barangsiapa yang menghirup racun hingga mati, maka dia akan menghirup racun itu selama-lamanya di neraka jahannam” (HR. Al-Bukhary dan Muslim).

See? tidakkah kalian tahu keburukan a.k.a kemadhorotan dari rokok? *nada tinggi*

Kalopun kalian (baca : perokok) tidak merasa sesak nafas hal ini karena kapasitas total paru-paru 6000 cc, dan bernafas biasa hanya butuh 500 cc udara, ditambah udara dalam paru-paru kita yang tetap sekitar 1000 cc maka sehari-hari yang kita pakai hanya 1500/6000 cc (1/4) dari kapasitas paru-paru. –> terima kasih buat teman SMA saya dr Yanuar yang sudah pernah menginformasikan ini di status FB-nya. Jadi ya jangan berdalih bahwa sekarang masih bisa bernafas dengan tenang karena sesungguhnya telah terjadi kerusakan secara perlahan-lahan pada organ paru-paru kalian (na’udzubillah).

Yah *nunduk pasrah*, saya hanya berharap smoga saja Allah memberkahi mereka (baca : perokok) petunjuk agar tidak menimpakan keburukan pada diri sendiri dan pada orang lain.

Untuk pelengkap berikut saya nukilkan fatwa mengenai rokok

**********

FATWA PANITIA TETAP LEMBAGA RISET ILMIAH DAN FATWA

KERAJAAN ARAB SAUDI
Ketua: Abdul Aziz bin Baz
Wakil Ketua: Abdurrazzak Afifi.
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan – Abdullah bin Quud.

Merokok diharamkan, begitu juga halnya dengan Syisyah, dalilnya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya): “Jangan kalian bunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang terhadap diri kalian“ (An-Nisa : 29)
“Jangan kalian lemparkan diri kalian dalam kehancuran”(Al-Baqarah : 195) Dunia kedokteran telah membuktikan bahwa mengkonsumsi barang ini dapat membahayakan, jika membahayakan maka hukumnya haram. Dalil lainnya adalah firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan..” (An Nisa:5)
Kita dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang. Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam juga menunjukkan pelarangan terhadap pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta. Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: { لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ }
**********

FATWA SYAIKH MUHAMMAD BIN SHOLEH BIN UTSAIMIN
Anggota Lembaga MajElis Ulama Kerajaan ARAB SAUDI
 Telah dikeluarkan sebuah fatwa dengan nomor: 1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut: “Tidak dihalalkan memperdagangkan rokok dan segala sesuatu yang diharamkam karena dia termasuk sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada tubuh, rohani dan harta.”Jika seseorang hendak mengeluarkan hartanya untuk pergi haji atau menginfakkannya pada jalan kebaikan, maka dia harus berusaha membersihkan hartanya untuk dia keluarkan untuk beribadah haji atau diinfakkan kepada jalan kebaikan, berdasarkan umumnya firman Allah ta’ala (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya“ (Al Baqarah: 267)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak akan menerima kecuali yang baik“ (al Hadits)

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s