Kesalahan Pengucapan “Barakillah”

Sudah lama saya ingin mendalami lebih jauh mengenai bahasa arab, tapi terkendala dengan waktu dan rasa malas (kesed kok ra ilang-ilang tho yoo). Di Cibinong sendiri ngga ada kursus bahasa arab khusus akhwat. Adanya untuk ikhwan, dan berhubung zauji sering dinas jadi lumayan banyak ketinggalan.

Baru saja browsing tentang bahasa arab (mumpung kerjaan sudah selesai dan modem modal sendiri alias ngga make peralatan kantor), jadilah berselancar menyusuri beberapa web arabic. Copas beberapa kosakata ke microsoft word dan berharap semoga ngga males buat baca dan buka-buka lagi file-nya hehe.

Qodarullah menemukan satu artikel menarik mengenai kesalahan pengucapan barokillah yang kadangkala dipakai untuk mengucapkan selamat kepada (objek) perempuan. Berikut pembahasannya dan semoga bermanfaat.

**********

Ketika saat-saat tertentu, kita dianjurkan untuk mendoakan agar Allah memberikan keberkahan. Salah satunya adalah ketika kita berdo’a untuk sang pengantin, yakni dengan doa

بارك الله لك و بارك عليك و جمع بينكما في خير

baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khairin.

“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu di saat senang, dan semoga Allah pun memberikan berkah kepadamu di saat duka dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”*)

Sebagian orang yang belum belajar bahasa arab -semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mempelajarinya-, salah kaprah dengan menggunakan do’a memohon keberkahan ini. Mereka kira, بارك الله  /baarakallaah/ “Semoga Allah memberikan berkah kepada Anda” itu untuk kata ganti أنت /anta/ “Anda laki-laki tunggal”, seperti halnya penggunaan  huruf  ك (baca: ka) pada jazakallaahu khair, syafakallaah, yarhamukallaah. Mereka menyangka bahwa huruf  ك /kaf/ dalam “baarakallaah” adalah dhamir (kata ganti-ed) sehingga ketika mereka mendoakan perempuan tunggal (anti) mereka menggunakan “barakillah“. Padahal huruf “kaf” dalam “baarakallaah” termasuk huruf dalam kalimah “baaraka” yang berwazan “faa’ala“.

Otomatis, penggunaan “barakillah” adalah tidak tepat. Jika mau mendo’akan perempuan, maka yang diubah adalah dhamir-nya. Misalnya baarakallaahu fiiki atau baarakallaahu laki.  Allahu Ta’ala A’lam.

==================

*) Periksa hadits ini  dalam المستدرك على الصحيحين /al-mustadrak ‘ala shahihain/, karya محمد بن عبدالله أبو عبدالله الحاكم النيسابوري /Muhammad bin Abdillah Abu ‘Abdillah Al-Hakim An-Naisaburi/, cet. I Beirut, tahun 1411 H / 1990 M : Darul Kutub Al-Ilmiyyah, tahqiq: Musthafa Abdul Qadir Atha, juz II, hal. 199, hadits nomor: 2745. Kitab ini dicetak bersama kitab تعليقات الذهبي في التلخيص /ta’liqat Adz-Dzahabi fi At-Talkhiis/.

Sumber : di sini

4 Comments

  1. Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya, ahsanti..ana dapat point-nya dan penjelasan anti di postingan ini mudah di ingat, barakallahu fiiki! (tsah, langsung dipraktekin xixixi)

    indi soalan yaa ummu yusuf.. dalam hadits banyak sekali perintah keutamaan salam “assaalamu’alaikum” & menyebarkannya: tapi jika kita salam ke sesama akhwat/umahat ketika bertemu, boleh engga salamnya dg kalimat: assalamu’alaiki” (biasanya sambil mrk di salami satu per satu)?

    alasannya huruf ك dalam “assalamu’alaiki” adalah dhamir utk mu’anats, maksudnya mereka mendoakan keselamatan utk perempuan tunggal (anti). Ana paham perintahnya sendiri kan: “assalamu’alaikum” pake akhiran kata “kum” dari dhamir antum: dhamir utk jamak/memuliakan. cmiiw. Jadi kalo bilangnya “assalamualaiki” gitu hukumnya ttp boleh gak sih?

    oh iya.. ana belinejolie. skrg dah dpt nama kuniah.

    • wah, yang udah ada kuniah hehe.. ahlan wa sahlan ummu salman ^_^

      waduh, kalo masalah bahasa arab ana tu masih prebasic umm (kalo ada yg bawahnya prebasic deh hihi).. tapi sejauh yang ana baca, Insya Allah diperbolehkan utk mengucapkan salam dengan assalamu’alaiki kepada objek wanita tunggal, dasarnya yaitu hadits berikut ..
      Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      يَا عَائِشَةَ، هَذَا جِبْرِيْلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ. قَالَتْ: قُلْتُ: وَعَلَيْهِ السَّلاَمَ وَرَحْمَةُ اللهِ، تَرَى مَا لاَ نَرَى

      “Wahai Aisyah! Ini Jibril, ia mengirim salam untukmu.” Aisyah menjawab, “Wa ‘alaihis salam wa rahmatullah. Engkau (wahai Rasulullah) dapat melihat apa yang tidak kami lihat.” (HR. Al-Bukhari no. 6249 dan Muslim no. 6251)

      utk lebih jelasnya tafadhdholi diperbesar tulisan arabnya :D

      oya, selain itu ana ada link artikel yang Insya Allah bermanfaat ttg pengucapan salam ini, silakeun dibuka di http://salafyitb.wordpress.com/2007/06/21/assalamualaikum-atau-assalamualaika/
      jangan lupa baca thread di bawahnya ya umm, kalo utk ana pribadi agak mumet mbacanya hehehe.. *maklum, ilmunya masih (suangat) terbatas*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s