Kebat Kebit Mati Listrik

Dua hari yang lalu di lingkungan rumah saya mati listrik dari jam 17.30 sampe 20.30. Mana ujan deres, zauji lagi dines (dipas-paske). Bi-idznillah bala bantuan datang dari ummu bima. Bliau menyuruh anaknya -Tiwi- untuk menggantikan saya menemani Khansa sebentar supaya saya bisa sholat Magrib. Ummu bima khawatir Khansa masih bangun dan rewel. Qodarullah siangnya Khansa ngga bobok, jadi jam 16.30 setelah nenen dia langsung bobok pules. Tiwi dan adiknya yang masih kelas 2 SD -Bima- kemudian disuruh ibunya menginap untuk menemani saya malam itu. Alhamdulillah ‘ala kulli hal *nikmatnya mempunyai tetangga yang baik*.

Nah, yang membuat saya kebat kebit hati mobat mabit (halah,lebay) tak lain tak bukan yaini (yaitu udah sering) nasib ASIP! Na’am, kalo mati listriknya lama bisa-bisa ASIP simpanan saya yang berjumlah kurleb 20 botol itu mencair. Tentu saja itu salah satu hal yang paling tidak diinginkan oleh para ummahat pemerah ASI (afwan kalo istilahnya kurang elegan hihi). Sebab dari info yang saya dapatkan di sini, apabila ASIP sudah mencair maka tidak boleh dibekukan lagi karena  selama proses pencairan, sebagian zat-zat anti infeksi yang ada di dalam ASIP berkurang, sehingga ASIP menjadi rentan terhadap masuknya bakteri. Pada saat ASIP dibekukan kembali, maka ASIP akan beku bersama dengan bakteri yang sudah ada di dalamnya. Nanti, pada saat ASIP dicairkan kembali untuk minum, zat-zat anti infeksi bertambah lagi yang hilang, dan kemungkinan bakteri untuk masuk juga bertambah lagi.

Akhirnya puter cari akal. Habis sholat magrib saya minta Tiwi nungguin Khansa, sementara saya silaturrahim (sambil nglobi) tetangga belakang rumah untuk meminta tolong mengungsikan ASIP saya di super big freezernya. Bliau adalah pengusaha es krim, dan beberapa waktu lalu ketika saya mau defrost bunga es di kulkas, saya pernah menitipkan ASIP saya sebentar di freezer beliau. Saya kira bliau pake genset jadi bisa mengamankan ASIP walo mati listril. Qodarullah bliau ngga pake genset, tapi katanya kalo untuk  8 jam-an masih bisa beku. Ya, ngga apa-apalah lumayan (sembari berdoa smoga mati listriknya ngga lama). Saya lalu mengambil botol-botol ASIP dan menitipkannya di beliau. Alhamdulillah, where there’s a will, there’s a way, Insya Allah. Skali lagi menikmati kebaikan hati tetangga, alhamdulillah. Saya menyadari kembali mengapa Rasulullah sangat mewanti-wanti untuk berbuat baik bagi tetangga, bahkan dalam satu sabda Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-  “Jibril selalu berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai-sampai aku menyangka bahwa tetangga akan dijadikan sebagai ahli waris.” (HR. Al-Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2624)

Oya, sekedar buat info tambahan dan bahan pengingat saya, berikut saya copas hasil browsing  “Guidelines untuk ASIP beku yang sudah terlanjut mencair” dari milis asiforbaby  :

  1. Kalau mencairnya baru sedikiiiit sekali, hanya lapisan atasnya saja (kurleb 5 ml), dalam keadaan darurat ASIP masih boleh dibekukan kembali;
  2. Kalau ASIP sudah mencair semua, atau sebagian besar (misalnya ASIP sudah kelihatan cair tapi masih ada bongkahan es di tengah2nya), maka ASIP tersebut tahan disimpan di lemari es/kulkas 1×24 jam;
  3. seandainya keadaan sangat darurat, misalnya stok ASIP memang benar2 jadi habis ludes, ASIP yang sudah mencair bisa disimpan di lemari es/kulkas maksimal 2×24 jam…TAPI.. .dengan catatan tidak bau asam, tidak berasa asam dan bayi mau minum;
  4. ASIP beku yang sudah mencair semua atau sebagian besar TIDAK BOLEH dibekukan kembali di dalam freezer.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s