Two Accidents in a row

Na’am, dua accidents dalam waktu yang berurutan, dialami oleh sepasang suami istri yang sedang terpisah oleh jarak dan waktu *l384y.com*.

Hari Selasa yang lalu qodarullah zauji perahunya terbalik miring karena salah satu cadik perahu patah akibat diinjak zauji (-_-‘) sehingga kapal tidak imbang dan oleng. Walhasil para penumpangnya tercebur ke laut, alhamdulillah semuanya selamat. Barang-barang di dalam perahu pun masih aman, “hanya” basah terendam air yang ikut masuk ketika perahu oleng, termasuk alat-alat elektronik yang ada di situ. Walaupun sudah dimasukkan ke dalam box ternyata air tetap nembus. Begitu pun dengan uang dan berkas-berkas yang ada di perahu jadi ikut basah. Akhirnya kata zauji malem-malem pada ngeringin alat, nyetrika uang dan kertas-kertas.

Hari Rabu pagi, saya jatuh dari motor. Ngga jauh kok, di rumah aja jatuhnya hehe.. Sebelum peristiwa itu terjadi, sekitar jam 7-an  ada tetangga depan saya yang berteriak-teriak “bapaaak.. bapaaak” sambil lari-lari menggendong anaknya. Ternyata anaknya mengalami kejang/step ketika sedang digendong ibunya berbelanja di warung depan rumah saya. Entah ya, mungkin karena masih mikirin peristiwa itu jadi pikiran saya agak ngga konsen. Waktu mau berangkat kantor, seperti biasa saya memanasi motor dan bersiap meluncur dari turunan rumah saya. Na’am, berhubung rumah [kontrakan] saya terletak agak tinggi dari tanah sekitarnya, jadi ada semacam prosotan untuk lewat motor dengan 5 anak tangga dikanan kirinya. Qodarullah saya lupa menaikkan standar motor dan terjadilah peristiwa itu, dengan sekonyong-konyong saya terjerembab dari tangga atas hingga ke tangga kedua dari bawah. Karena saya memakai rok jadi ngga bisa sigap “njagani” motor, jadilah ikut ambruk bersama si supri alias supra fit. Akibatnya spion kanan pecah, foot step keangkat, dan rem kaki ngga “makan” (opo iki basa indonesiane). Alhamdulillah saya ngga apa-apa, cuma agak grogi aja, motor yang udah nyala saya stater lagi berkali-kali hihi.. Sesudah itu juga saya jadi agak deg-degan dan parno kalo mo turun naik motor dari perosotan, saya pastikan benar bahwa standar udah terangkat.

Sekian cerita ngga penting hari ini hehe.. smoga smua senantiasa dalam perlindungan Allah, dan jadi pelajaran supaya lebih berhati-hati lagi. Waspadalah.. waspadalah.. *halah*

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s