Kiat Mempererat Cinta Suami Istri

kejutan zauji ^_^

Keharmonisan dan keromantisan rumah tangga antara suami dan istri merupakan satu hal yang harus terus dipupuk agar terus tumbuh subur seiring bertambahnya usia pernikahan. Kadangkala hal ini yang dilupakan oleh pasangan suami istri karena sibuknya dalam mengurus pekerjaan dan kegiatan berumah tangga, terlebih bila telah mempunyai buah hati. Rasa lelah dan jenuh akan rutinitas sehari-hari biasanya menimbulkan dampak berkurangnya hubungan emosional dan romantisme seperti masa-masa awal pernikahan (masa siiy?? ;p ).

Na’am, hal ini pula yang dialami oleh saya, yaitu terkikisnya sisi romantis karena tergilas (emange jogjig) oleh kelelahan bekerja dan mengurus rumah tangga serta si mungil Khansa. Jadi ketika malam menjelang dan jam menunjukkan 19.00 WITA (Waktunya Ingin Tidur Awal) ato sesudah Isya’ yang ada mata ini sudah sayup-sayup tinggal 5 watt dan rasanya sudah pengen selonjor saja bareng Khansa di kamar. Padahal zauji baru pulang ngajar ngaji ba’da Isya sehingga kerap mendapatkan saya sudah ongap angop ato bahkan sudah tidur nyenyak ngeloni Khansa (halah, pada dasarnya emang udah pelor *nempel molor* alias ngga bisa liat bantal nganggur).

Qodarullah Allah mempertemukan saya dan zauji dalam naungan pernikahan untuk melengkapi satu sama lain. Saya yang dengan sisi romantis tipis karena sebelumnya tomboy abis (nadane dipas-paske) dipertemukan dengan zauji dengan jiwa romantis cukup tinggi. Hingga tak heran jika zauji pernah beberapa kali menulis puisi atau menghadiahkan bunga mawar yang indah untuk saya.

Berawal dari kerinduan akan romansa romantisme di awal pernikahan, maka kemarin malam zauji memberikan surprise dengan membawa nuansa candle ligt dinner @home ^_^. Begini ceritanya.. eng ing eeng..

Pulang dari mengajar ngaji zauji membangunkan saya untuk makan malam. Saya lihat ruangan di luar kamar kok udah gelap, saya tanya zauji “kok dimatiin semua lampunya?”. “Udah malem”, kata zauji datar. Dengan mata masih ndliyup saya keluar kamar dan mencuci muka di wastafel. Ketika mata memandang ke arah meja oshin tempat kami biasa makan, di sana tampak cahaya dua lilin dengan makanan tertata rapi. Tapi karena saya ngga jelas melihatnya (maklum rabun jauh), lampu saya nyalakan hingga terang benderanglah seluruh ruangan (helaah berkurang deh romantisnya). Nah, baru deh kelihatan tu ada bebek goreng dan lele goreng plus lalapan yang dibeli zauji di warung penyet depan komplek, buah anggur (zaya zuka buah ini) dan pir, dan tak lupa setangkai bunga mawar merah disemprot parfum saya (yang hanya saya pakai di dalam rumah), dan mini white board bertuliskan “love umi”/abi. Whihiii… berbunga-bunga hati saya. Uhibbuka fillah ya zauji.

Langsung deh tanpa babibu kami makan malam berdua (Khansa bobok yg nyenyak yaa hehe) sambil ngobrol. Lampu ruang makan dimatikan dan yang dinyalakan di ruangan lain biar ngga gelap banget. Perasaan udah luamaa banget ngga candle light dinner di rumah, terakhir kali seingat saya tanggal 23 November 2009 (udah hampir 3 tahun yak).

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, jazahullah khairan zauji atas kejutannya. Smoga Allah melimpahkan berkah kasih sayangnya kepada keluarga kita serta menumbuhkan rasa cinta hingga maut memisahkan, Insya Allah.

Menulis hal ini mengingatkan saya akan artikel “Kiat-Kiat Mempererat Cinta Suami Istri”. Berikut saya copas cuplikan dari artikel tersebut, untuk selengkapnya silakan klik di judul artikel. Yuk, mari kita praktekkan basamo-samo, Insya Allah.. terutama yang kiat no 6 ya zauji hihihi *pesan spongsor*

**********

“Kiat-Kiat Mempererat Cinta Suami Istri”

Pertama : Saling Memberi Hadiah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling cinta mencintai” HR Bukhari dalam Adabul Mufrad dan lain-lain, dihasankan oleh Syaikh Al Albani

Kedua : Mengkhususkan Waktu Untuk Duduk Bersama.

Ketiga : Menampakkan Wajah Yang Ceria.

لَا تَحْقِرَنَّ مِنْ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْق

“Sedikit pun janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik, meskipun ketika berjumpa dengan saudaramu engkau menampakkan wajah ceria” [HR Muslim]

Keempat : Memberikan Penghormatan Dengan Hangat Kepada Pasangannya.

Memberikan penghormatan dengan hangat kepada pasangannya, baik ketika hendak pergi keluar rumah, ataupun ketika pulang. Penghormatan itu, hendaklah dilakukan dengan mesra.

Dalam beberapa hadits diriwayatkan, ketika hendak pergi shalat, Rasulullah n mencium isterinya tanpa berwudhu lagi dan langsung shalat. Ini menunjukkan, bahwa mencium isteri dapat mempererat hubungan antara suami isteri, meluluhkan kebekuan ataupun kekakuan antara suami isteri. Tentunya dengan melihat situasi, jangan dilakukan di hadapan anak-anak.

Kelima : Hendaklah Memuji Pasangannya.

Di antara kebutuhan manusia adalah keinginan untuk dipuji -dalam batas-batas yang wajar. Dalam masalah pujian ini, para ulama telah menjelaskan [Di antaranya adalah Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Imam Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajil Qashidin], bahwa pujian diperbolehkan atau bahkan dianjurkan dengan syarat-syarat : untuk memberikan motivasi, pujian itu diungkapkan dengan jujur dan tulus, dan pujian itu tidak menyebabkan orang yang dipuji menjadi sombong atau lupa diri.

Keenam : Bersama-Sama Melakukan Tugas Yang Ringan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tugas-tugas di rumah, seperti menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandalnya dan melakukan tugas-tugas di rumah. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dan terdapat dalam Jami’ush Shaghir. Terlebih lagi dalam keadaan darurat, seperti isteri sedang sakit, setelah melahirkan. Terkadang isteri dalam keadaan repot, maka suami bisa meringankan beban isteri dengan memandikan anak atau menyuapi anak-anaknya. Hal ini, disamping menyenangkan isteri, juga dapat menguatkan ikatan yang lebih erat lagi antara ayah dan anak-anaknya.

Ketujuh : Ucapan Yang Baik.

Kalimat yang baik adalah kalimat-kalimat yang menyenangkan. Hendaklah menghindari kalimat-kalimat yang tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan.

Kedelapan : Perlu Berekreasi Berdua Tanpa Membawa Anak.

Kesembilan : Hendaklah Memiliki Rasa Empati Pada Pasangannya.

Rasulullah bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukminin antara satu dengan yang lainnya itu seperti satu tubuh. Apabila ada satu anggota tubuh yang sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya sebagai orang yang tidak dapat tidur dan orang yang terkena penyakit demam” HR Muslim

Kesepuluh : Perlu Adanya Keterbukaan.

Keterbukaan antara suami dan isteri sangat penting. Di antara problem yang timbul di keluarga, lantaran antara suami dan isteri masing-masing menutup diri, tidak terbuka menyampaikan problemnya kepada pasangannya. Yang akhirnya kian menumpuk. Pada gilirannya menjadi lebih besar, sampai akhirnya meledak.

12 Comments

  1. wuih cuit cuiiiit … subhanalloh barokalloh, moga Allah kian menguatkan cinta kaian berdua ya, hingga makin kompak tuk meraih ridloNya, amiin …
    aku malah blm pernah candle light dinner lhooo, kecuali kalo mati lampu hehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s