Nasi Goreng Haram?

Eits, jangan kaget dulu. Nasi goreng macam mana kok sampe haram memakannya.

Hal ini berawal dari perbincangan teman-teman ngaji zauji ketika sedang mengikuti kajian rutin mingguan di komplek kami. Entah darimana obrolan berasal, tiba-tiba mereka membahas mengenai penggunaan angciu (arak merah) dalam berbagai masakan oleh para pedagang kaki lima di daerah Cibinong (dan mungkin juga di kota-kota lain), diantaranya adalah nasi goreng. Ketika saya browsing, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang angciu ini.

Ang ciu adalah sejenis arak Cina. Arak merah ini biasa digunakan sebagai penyedap masakan. Biasanya, dikemas dalam botol ukuran besar seperti botol kecap yang bersegel merah dengan tulisan Cina. Ang ciu biasanya berbentuk cair dengan warna kemerahan seperti teh. Komposisinya, terdiri atas ketan hitam, ketan hitam, angkak, dan rempah-rempah. Kadar etanol (sejenis alkohol) dalam ang ciu berkisar 12-17%. Adapun ciri masakan yang memakai arak adalah timbulnya  kobaran api saat proses pemasakan. Permasalahannya, ketika makanan itu siap dihidangkan penggunaan arak sulit dideteksi (Emulsi Edisi 08/2009).

Hmm… kalo dipikir-pikir, kok tega yaaa mereka menambahkan sesuatu yang haram pada masakan mereka, di negara yang sebagian besar penduduknya adalah muslim (dan bisa jadi yang jual adalah seorang muslim!). Menyedihkan sekali.  Tidakkah mereka tahu akan keharaman khamr? Padahal telah jelas dalil tentang hal ini baik dari firman Allah di dalam Al Qur’an maupun hadits Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون، إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاغُ الْمُبِينُ|

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah,  adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kasmu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. (QS. 5:90-92)

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

إن على الله عز وجل عهدا لمن يشرب المسكر أن يسقيه من طينة الخبال قالوا يا رسول الله وما طينة الخبال قال عرق أهل النار أو عصارة أهل النار

(Sesungguhnya  ada janji Allah bagi barangsiapa yang meminum minuman yang memabukan yaitu Allah akan memberinya minum cairan penduduk neraka)), mereka bertanya, “Wahai Rasulullah apakah itu cairan penduduk api neraka?”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ((Keringat penduduk neraka atau ampas (sisa perasan) penduduk neraka)) [HR Muslim 3/1587 no 2003, dari hadits Ibnu Umar]

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

أتاني جبريل فقال يا محمد إن الله لعن الخمر وعاصرها ومعتصرها وشاربها وحاملها والمحمولة إليه وبايعها وساقيها ومسقيها هذا حديث صحيح الإسناد وشاهده حديث عبد الله بن عمر ولم يخرجاه

((Jibril telah datang kepadaku dan berkata, “Wahai Muhammad sesungguhnya Allah melaknat khomr dan pemerasnya (misalnya yang memeras anggur untuk dijadikan khomr-pen), dan orang yang meminta untuk memerasnya, peminumnya, yang membawa khomr dan yang meminta untuk dibawakan khomr kepadanya, penjualnya, yang menuangkan khomr, dan yang meminta untuk dituankan khomr”)) [HR Ibnu Hibban (Al-Ihsan 12/178 no 5356) dari hadits Ibnu Abbas, Al-Hakim di Al-Mustdrok 2/37 no 2234, dan beliau berkata, “Hadits ini isnadnya shahih dan ada syahidnya dari hadits Abdullah bin Umar”, Ahmad 1/316 no 2899]

Oya, ketika googling saya juga mendapatkan satu artikel dari Republika yang menguatkan akan keharaman pemakaian angciu dalam masakan yaitu keterangan dari LP POM MUI (dibawah saya copas artikelnya).

Kalo dari keterangan LP POM MUI ternyata angciu juga ada teman-temannya, termasuk mirin dan sake yang sering digunakan dalam masakan Jepang. Merinding juga kalo baca tentang ini. Ternyata arak berkeliaran di sekitar kita ya (woi, kemana aja bu). Kalo ngga hati-hati bisa-bisa tanpa sengaja kita mengkonsumsinya selama ini. Alhamdulillah kalo untuk makanan Jepang yang pernah saya makan paling banter adalah Hoka-Hoka Bento, dan Insya Allah Hokben sudah ada sertifikasi halal dari MUI ( CMIIW ) jadi -Insya Allah- ngga terlalu khawatir dengan itu. Kalo membaca keterangan tentang angciu di atas dimana salah satu cirinya yaitu timbulnya kobaran api saat proses memasaknya, berarti kalo di sea food-sea food itu juga ada donk huaa… :'(( . Ternyata paling aman -Insya Allah- adalah masak sendiri yaa. Hyuk mari.

**********

Republika: Jumat, 24 Juni 2005

LP POM Menjawab

Angciu Pengempuk Daging

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Saya ingin bertanya apakah angciu atau red wine yang dipakai untuk memasak
hukumnya halal? Biasanya bahan tersebut dipakai di restoran-restoran, tapi
kini di swalayan juga banyak dijual sebagai ‘bumbu’ pelengkap masakan. Saya
pernah menggunakan juga karena saran teman, angciu bermanfaat agar daging
yang kita olah empuk dan harum.

Wassalam,

Leni Yuliati Vila Dago-Pamulang Tangerang

Jawaban:

Penggunaan arak dalam masakan itu sepertinya sudah melekat, sulit dipisahkan. Banyak kegunaan yang diharapkan dari barang haram tersebut.
Kegunaan pertama adalah melunakkan jaringan daging. Para juru masak meyakini bahwa daging yang direndam dalam arak akan menjadi empuk dan enak.
Oleh karena itu daging yang akan dipanggang atau dimasak dalam bentuk tepanyaki seringkali direndam dalam arak.

Selain itu arak juga menghasilkan aroma dan flavor yang khas, yang oleh para juru masak dianggap dapat mengundang selera. Aroma itu muncul pada saat masakan dipanggang, ditumis, digoreng, atau jenis masakan lainnya.
Munculnya arak itu memang menjadi salah satu ciri masakan Cina, Jepang, Korea dan masakan lokal yang berorientasi pada arak.

Jenis arak yang digunakan dalam berbagai masakan itu bermacam-macam, ada
arak putih (pek be ciu), arak merah (ang ciu), arak mie (kue lo ciu), arak gentong, dan lain-lain. Sedangkan untuk masakan Jepang kita mengenal adanya
mirin dan sake yang sering ditambahkan dalam menu mereka. Produsennya pun
beragam, ada yang diimpor dari Cina, Jepang, Singapura, bahkan banyak pula buatan lokal dengan menggunakan perasan tape ketan yang difermentasi lanjut
(anggur tape). Penggunaan arak ini pun beragam, mulai dari restoran besar, restoran kecil bahkan warung-warung tenda yang buka di pinggir jalan.

Keberadaan arak ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Sementara itu ada kesalahan pemahaman di kalangan pengusaha atau juru masak yang tidak menganggap arak sebagai sesuatu yang haram. Apalagi dalam proses pemasakannnya arak tersebut sudah menguap dan hilang. Sehingga anggapan itu menyebabkan mereka tidak merasa bersalah ketika menghidangkan masakan itu kepada konsumen Muslim.

Anggapan itu tentu saja perlu diluruskan karena dalam Islam hukum mengenai
arak atau khamr ini sudah cukup jelas, yaitu haram. Bukan saja mengkonsumsinya tetapi juga memproduksinya, mengedarkannya, menggunakan manfaatnya, bahkan menolong orang untuk memanfaatkannya. Nah, ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam membeli masakan, sekaligus juga menjadi perhatian bagi para pengelola restoran yang menjual produknya kepada masyarakat umum agar tidak menggunakan arak tersebut.

( Tim Auditor LP POM MUI )

6 Comments

  1. haram itu kan kalau penggunaannya berlebihan, dan membuat orang yg memakannya muntah. Jika makanan atau minuman bisa memberikan manfaat kesehatan utk manusia kenapa disebut haram. Sumua itu ada pasti ada tujuannya jangan berpikiran sempit seperti jaman jahilyah saja masa orang nggak pinter2 maunya dibodohi terus. intinya kalau kita makan muntah itu haram walaupun hanya makan ayam yg halall tetap dikatakan haram…..

    • Minta tolong disebutkan dalil atas pernyataan mba intan ya “kalau kita makan muntah itu haram walaupun hanya makan ayam yg halall tetap dikatakan haram”

      Nuwun sewu mba, bodoh itu kalau bicara tanpa dalil/ilmu, hanya sekedar mengikuti tanpa dasar alias taklid buta.. jelas saya juga tidak menyetujui hal tersebut ^^
      Ketika membicarakan sesuatu terkait agama maka harus ada dasar yang kuat, baik mengambil dari Al Qur’an, hadits, ataupun fatwa ulama. itulah mengapa perlunya menuntut ilmu, bahkan sampai ke liang lahat

      Terkait masalah khamr (dalam hal ini anggur), ada beberapa dalil mba, diantaranya :

      “Khamr itu induk segala keburukan. Barangsiapa yang meminumnya, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama empat puluh hari. Dan barangsiapa yang mati dimana khamr itu ada dalam perutnya, maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 3810, Al-Waahidiy dalam Al-Wasiith 1/224, dan Al-Qadlaa’iy 6/2 sebagaimana dalam Silsilah Ash-Shahiihah 4/469 no. 1854].

      Telah menceritakan kepada kami Musaddad : Telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari Abu Hayyaan : Telah menceritakan kepada kami ‘Aamir, dari Ibnu ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa : ‘Umar pernah berdiri di atas mimbar, lalu berkhutbah : “Amma ba’du, pengharaman khamr turun, dan ia dapat berasal dari lima bahan : anggur, tamr, madu, hinthah (jewawut), dan gandum. Khamr itu segala sesuatu yang dapat mengacaukan akal” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5581].

      “Telah menceritakan kepada kami Qutaibah : Telah menceritakan kepada kami Ismaa’iil – yaitu Ibnu Ja’far – , dari Daawud bin Bakr bin Abi Furaat, dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jaabir bin ‘Abdillah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Apa-apa yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun hukumnya tetap haram” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 3681; dishahihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shahih Sunan Abi Daawud, 2/419].”

      Rujukan : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2011/02/minuman-yang-mengandung-alkohol-khamr.html

      Smoga Allah mendekatkan kita pada ilmu dan memberi petunjuk yang haq dan bathil ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s