Serba Serbi MPASI Khansa

Memasuki masa 6 bulan pada tanggal 6 Agustus yang lalu, hal ini berarti Khansa mulai menapaki masa MPAsI (Makanan Pendamping ASI). Mengapa pemberian MPASI pada usia 6 bulan? berdasarkan artikel yang saya baca di sini,

Asi adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia 6 bulan. Selain itu biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.

Untuk perlengkapan MPASI, saya tidak perlu banyak membeli karena alhamdulillah sebagian besar sudah ada di rumah, dan juga ada beberapa kado. Perlengkapan MPASI saya yaitu :

  1. B lender
  2. Food processor (isinya penumbuk, saringan makanan, alat memeras)
  3. Peralatan makan pigeon (BPA Free)
  4. Slabber
  5. Tempat makan bertutup + sendok Tommee tippee BPA Free (saya suka modelnya karena ada sekatnya, jadi bisa untuk bubur dan kuahnya, juga sendoknya ada indikator panasnya jadi kalo makanannya kepanasan maka sendoknya akan berubah warna)
  6. Baby cube 70 ml (utk tempat makanan atau kaldu ketika disimpan di kulkas)

Sebagai ibu yang kurang bisa memasak dengan baik (ngaku.com), saya berusaha mengumpulkan info sebanyak-banyaknya mengenai MPASI. Saya lahap artikel-artikel mengenai MPASI, dan hasilnya.. kena deh pepatah “too much information will kill you” alias kebanyakan info jadinya bingung.

Saya jadi agak bingung makanan apa yang harus saya perkenalkan pertama kali karena ada dua sumber artikel yang berbeda isinya. Dalam satu artikel mengenai panduan MPASI yg dishare teman saya di FB dengan rujukan buku Variasi Makanan Sehat Bayi karya Apriadji, Wied H di situ dijelaskan sebagai berikut

Buah segar menjadi pilihan pertama makanan pemula pendamping ASI. Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang mudah dicerna yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.

Sebaiknya bayi usia dini (6-7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lain yang tidak mudah dicerna. Lagipula, nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah. Pisang adalah satu-satunya buah kaya pati. Oleh karena itu bayi usia dini tidak diberi pisang dalam jumlah banyak (tidak lebih dari 50 gr setiap kali makan) dan diencerkan.

Sedangkan dari kumpulan artikel dari sehatgroup.web.id dikatakan bahwa

Makanan pertama sebaiknya adalah golongan beras dan sereal karena berdaya alergi rendah. Beras dan sereal disangrai dan dihaluskan menjadi tepung, tim dengan air secukupnya sampai matang, kemudian campurkan dengan ASI atau air matang untuk membentuk tekstur semi cair.
Secara berangsur-angsur perkenalkan sayuran yang dikukus dan dihaluskan dan kemudian buah yang dihaluskan, kecuali pisang dan alpukat matang, jangan berikan buah/sayuran mentah.
Setelah bayi dapat mentolerir beras/sereal, sayur dan buah dengan baik, berikan sumber protein (tahu, tempe, dg ayam, ati ayam & dg sapi) yang dikukus dan dihaluskan.

Artikel pertama diminta memperkenalkan buah, sedangkan yang kedua adalah beras dan cereal. Jalan yang saya ambil? sediakan apa yang ada di rumah hehehe.. beres!

Berhubung waktu itu yang tersedia buah alpukat, jadilah saya membuat puree alpukat sebagai makanan pertama Khansa. Saya membuatnya sedikit dulu sebagai perkenalan akan makanan dan tidak memaksakan dia untuk memakannya sampai habis. Kalau dia sudah menunjukkan tanda-tanda ngga mau makan seperti mingkem, disemburkan, buang muka kalo disodorin makanan ya saya sudahi makannya.

Cara membuat puree alpukat simple aja, daging alpukat saya blender dengan sedikit air sehingga agak cair ketka disuapkan ke Khansa. Harusnya siy supaya lebih yummi diberi ASI/ASIP, tapi karena persediaan ASIP menipis ya udah seadanya aja (makkokpelitsiy). Alhamdulillah ketika saya suapin Khansa mau makan puree alpukatnya sampe habis kurleb satu baby cube 70ml.

Ketika memasuki puree alpukat hari kedua, setelah saya kupas dagingnya dan saya blender kok alpukatnya warnanya agak burem, ngga kuning cerah kaya sebelumnya. Tapi karena ketika saya suapkan Khansa mau maem ya udah saya suapin aja. Dannn.. waktu berbuka puasa saya mencicipi puree alpukat yang masih tersisa satu cube di kulkas.. weeeekkk… rasanya ngga enak hahaha… *merasabersalah.com*. Rasanya tawar gitu, bahkan agak-agak pait (maapkeun ibumu ya nduk).

Ya, saya memang ngga menambahkan gula karena berdasar info di sini dengan merujuk di http://www.babyloveclub.com.au/solid-food  bayi dihindarkan dari gula dan garam karena (artikan sendiri ya *males.com*) :

– Sugar – it could encourage a sweet tooth and lead to tooth decay.
– Salt – Don’t add salt as your baby’s kidneys cannot cope.

Akhirnya hari selanjutnya saya memberi Khansa pisang dan alhamdulillah dia doyan banget maemnya.

Setelah itu saya membeli beras merah untuk makanan pokok Khansa yang kemudian saya bikin jadi tepung, caranya nyontek di sini yaitu :

  1. cuci beras terlebih dahulu hingga bersih kemudian rendam beras selama 2 jam (kalo saya cuma rendam 15 menit karena keburu2 hehe)
  2. setelah direndam, lalu tiriskan
  3. beras dihaluskan menggunakan glinder atau blender kecil yang biasa digunakan
  4. untuk blender bumbu
  5.  setelah dihaluskan, beras di saring
  6. terakhir adalah beras di sangrai

Untuk kuahnya, saya bikin kaldu dari ayam kampung, resepnya nyontek di thread sini, yaitu :

KALDU

Ceker ayam / tulang sapi / tulang ayam kampung secukupnya
wortel kecil 1
daun bawang-seledri diikat
1 siung bawang putih besar dikeprak
2 lembar daun salam
1 liter air

Cara masak:
Semua bahan dimasukkan, didihkan dengan api kecil supaya kaldunya mantap. airnya kira2 tersisa 750ml lah.
setelah harum dan matang, saring, dinginkan, masukan dalam ice cube tray/cetakan es batu. Lebih bagus kalo bertutup. bekukan. Dan ambil secukupnya saat akan membuat bubur dengan citarasa gurih untuk bayi.

Yah, begitulah serba serbi MPASI Khansa. Alhamdulillah merasa terbantu dengan Khansa sudah mulai makan karena produksi ASI agak berkurang selama puasa, dan alhamdulillah Khansa maemnya gampang jadi beratnya sedikit demi sedikit mulai bertambah jadi 8,9 kg karena tadinya stabil dari bulan lalu (8,5 kg).

Untuk menambah info per-MPASI-an berikut saya copas dari milis sehatgroup panduan pemberian MPASI utk usia 6 bulan.

6 bulan – MAKANAN PERTAMA
Yang diberikan:
· ASI/ASI perahan PLUS
· SEREALIA: beras putih, beras merah, havermuth
· SAYURAN: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau,labu, zucchini
· BUAH: pisang, alpukat, apel, pir

Yang Belum Boleh Diberikan:
· DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN
· IKAN & KERANG-KERANGAN
· SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN

Tipe:
1 jenis makanan
Semi cair (dihaluskan atau dibuat puree)
Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat,semangka dan pisang)

Frekuensi:
Makan besar: 1-2 kali per hari
Cemilan: 1 kali per hari
ASI: kapan saja bila diminta atau formula umumnya
setiap 3-4 jam

Porsi:
Makanan: 1-2 ujung sendok teh pada awalnya,
bertahap tingkatkan sesuai bertambahnya usia dan
minat bayi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s