Mengatasi Demam pada Anak

Pengalaman pertama menghadapi anak yang demam..

Hari selasa pagi saya rasakan badan Khansa agak semlenget alias agak anget. Zauji pikir karena badan saya yang dingin, tapi ummu bima ternyata juga merasakan sama seperti saya. Waktu itu belum saya ukur temperaturnya karena Khansa-nya sendiri juga masih tetap beraktivitas seperti biasa, lonjak-lonjak, gulang guling, teriak-teriak. Saya kira badannya anget karena dia sedang batuk dan pilek.

Sore hari saya coba meredakan flu Khansa dengan resep yang pernah saya baca di salah satu thread di FB.  Saya baluri tubuhnya dengan minyak telon. Saya nyalakan tungku kecil aroma therapy yang saya punya kemudian saya isi dengan campuran air dan minyak kayu putih. Ketika airnya sudah hangat, saya dekatkan di hidung Khansa agar dia bisa menghirupnya dengan harapan melegakan hidung tersumbatnya, karena waktu itu dia terus-terusan bernafas dengan mulut, dan kalo pas nenen kedengeran suara nggrok-nggrok dari hidungnya. Alhamdulillah siy ingusnya jadi agak meler.

Ketika mendekati magrib saya rasakan kok tambah meningkat suhunya. Jam 18.30 diukur sama zauji suhunya 38 oC. Saya lalu menanyakan budhe saya yang dokter anak obat penurun panas untuk anak-anak dan beliau bilang tempra drop. Waktu zauji keluar untuk mengajar ngaji sekalian nitip beli tempra drop untuk jaga-jaga kalo panasnya naik.

Ba’da magrib di rumah hanya saya dan Khansa. Saya coba neneni tapi Khansa ngga mau trus rewel. Akhirnya saya gendong eh genduk malah ngamuk, teriak-teriak sambil badannya diangkat-angkat. Rewelnya pun mereda ketika saya lari-lari kecil sambil nggendong dia. Bayangkeun, mondar-mandir lari-lari di ruang tamu saya yang seuprit  sambil nggendong bayi 9 kilo n ndremimil baca bismillahirrohmanirrohim. Usai lari-lari kecil sambil kemringet saya masih gendong dia sampe tidurnya lelap (karena berkali-kali dia terbangun). Hasilnya pemirsa, lengenku rasane njarem super -_-‘

Alhamdulillah habis itu dia bobok, tapi seringkali bangun, nenen trus bobok lagi. Saya kompres Khansa dengan air anget, juga badannya saya baluri ulegan bawang merah (harusnya diparut siy) dicampur minyak telon. Zauji juga check terus suhunya. Pokoke semua siaga lah. Qodarullah jam 22.00 suhunya naik jadi 39 oC, akhirnya kita minumin tempra. Khansa berontak ngga mau minum, disembur-sembur dan berujung dengan muntah T_T

Jam 23.30 alhamdulillah suhunya mulai normal, 36,5 0C.. eh si genduk malah ngga bobok-bobok. Ngajak becanda, gulang guling. Baru bobok jam 24.ooan. Waktu itu saya lihat Khansa beberapa kali berliur, saya lalu berasumsi kalo Khansa -Insya Allah- mau tumbuh gigi.

Paginya.. eng ing eng.. saya ukur suhunya naik lagi 38,7 0C. Saya lalu memutuskan ngga berangkat kantor. Saya pantau terus sampe siang kok suhunya ngga turun-turun, masih kisaran 38 0C. Khansa lalu saya bawa ke DSA setempat. Oleh DSA diberi obat untuk meningkatkan imunitas terhadap virus namanya isprinol (yang belum saya minumkan sampai sekarang), beliau ngga ngasih anti biotik. Kata beliau kalo 3 hari masih demam dibawa kontrol lagi.

Siangnya Khansa bobok nyenyak, saya berusaha menemani terus (kecuali kalo saya makan atau ke kamar mandi *ya iyalah*). Pikir saya kalo istirahatnya cukup smoga bisa membantu pemulihannya. Saya tanya ke teman saya -Ummu Ib’ham- cara mengobati flu dengan menggunakan kunyit dibakar sperti yang pernah dia praktekkan ke anak-anaknya ketika flu. Dibalas Ummu Ibham dengan kumplit (jazaahallahu khoiron), yaitu :

  1. Kunir disunduk garpu/sunduk sate, dibakar, kunire dipenyet-penyet sampai keluar minyak yang baunya nyegrak, minyak dioles di pangkal hidung
  2. Baskom diisi air hangat dan beberapa tetes minyak kayu putih , bayo ditengkurapkan untuk menghirup uap air hangat tersebut.
  3. Nek rewel karena bumpet hidung ditetesi ASI.

Saya lalu praktekkan yang nomor 1 dan 2. Untuk yang nomor 1 karena kunyit yang ada di rumah sedikit jadi minyaknya juga sedikit. Habis ngolesin kunyit, saya tinggal keluar kamar sebentar eh tiba-tiba Khansa muntah lumayan banyak.  Sesudah menggantikan bajunya yang terkena muntahan saya praktekkan tips kedua. Waktu Khansa saya tengkurepin di atas baskom baru sebentar eh dia sudah nangis. Ya wes bubar kabeh T_T

Sore hari saya ukur lagi masih 38 0C. Ketika mama menelpon, saya sempat dimarahi karena ngga minumin tempra lagi (terakhir minum ya malam hari itu). Bliau bilang kalo anak panas jangan kelamaan. Setelah saya minumkan alhamdulillah suhunya turun berangsur normal hingga malam.

Pagi hari waktu zauji mau berangkat ke bandara sekitar jam 3 pagi diukur suhunya naik lagi 37,8 0C. Subuh sudah mulai turun 37,3 0C. Sekitar jam 6-an saya mandikan Khansa dengan air hangat (karena sebelumnya kalo saya washlap aja dia malah ngamuk). Alhamdulillah tadi waktu saya (terpaksa) berangkat kantor suhunya sudah normal, bobok nyenyak habis nenen. Sebelumnya dia dijemur dulu sama ummu bima untuk meredakan batuk pileknya.

Smoga saja Khansa sehat dan pulih kembali. Ternyata begini rasanya kalo anak sakit yaaa.. T_T

Sebagai pelengkap informasi, berikut saya copas penanganan demam pada anak yang saya copas dari sini.

*********

Apa yang Harus Dilakukan Bila Anak Demam?

dr. Fransiska Sri Susanti, Sp.A.

RS PMI Bogor

Demam adalah reaksi tubuh kita terhadap sesuatu yang mengganggu tubuh kita, misalnya adanya infeksi kuman, benturan terhadap jaringan, dll. Demam berfungsi untuk mengatasi gangguan tadi, dan diharapkan gangguan tadi akan hilang. Jadi, demam sebetulnya bukanlah musuh kita, melainkan teman kita.

Walaupun begitu, banyak orang tua khawatir melihat anaknya demam. Mengapa? Karena umumnya orang tua khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan anaknya. Hal ini amat sangat dapat dimengerti. Anak yang demam seringkali rewel, menangis terus menerus, tidak mau makan, tidak mau minum, bahkan sebagian kecil ada yang kejang karena demam. Jadi, bagaimana sikap kita sebaiknya bila anak demam?

1. Pastikan betulkan demam?

Ukur suhu badan anak dengan termometer yang baik. Lakukan dengan benar supaya didapat hasil pengukuran yang benar. Jangan mengukur suhu dengan sekedar menempelkan telapak tangan karena sensasi suhu yang didapat sangat dipengaruhi suhu lingkungan dan suhu tangan Anda sendiri. Pengukuran ini juga diperlukan untuk menentukan kapan anak diberi obat penurun panas, dan juga sebagai data kepada dokter saat berobat. Pola suhu berhubungan dengan jenis penyakitnya, sehingga memudahkan dokter memperkirakan diagnosis pada anak.

2. Perbanyak minum.

Anak yang demam akan membutuhkan lebih banyak cairan karena banyak cairan yang keluar lewat keringatnya. Cairan ini dapat berupa air putih, asi, susu, teh manis, jus buah, kuah sayur, bahkan bila perlu cairan infus bila anak tidak bisa minum.

3. Turunkan suhu permukaan tubuh

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengompres. Bagaimana cara mengompres yang benar? Tujuan mengompres adalah membuka pembuluh darah tepi, sehingga makin banyak darah bisa mengalir dan membawa panas badan dari dalam badan dan dibuang melalui permukaan kulit. Untuk membuka pembuluh darah tepi yang benar adalah dengan mengompres memakai air hangat kuku atau air suhu ruangan, bukan air dingin atau air es. Air dingin atau air es menyebabkan pembuluh darah tepi menutup sehingga justru tidak dapat membuang panas. Juga tidak diperbolehkan mengompres dengan alkohol karena alkohol hanya menimbulkan sensasi dingin tetapi tidak banyak membantu menurunkan suhu, dan adanya kekhawatiran terhirupnya uap alkohol atau terserapnya alkohol melalui kulit, menyebabkan keracunan alkohol.

TEmpat yang tepat untuk mengompres adalah pembuluh darah besar, yaitu di kiri kanan leher, ketiak, dan lipat paha. Kesulitannya adalah sebagian besar anak tidak suka bila hal ini dilakukan. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menyeka seluruh badannya. Mengompres hanya dahinya tidak membantu banyak. Bila perlu dapat juga anak duduk berendam di air hangat sambil dibasuh seluruh tubuhnya.

Untuk menurunkan suhu permukaan tubuh juga tidak diperbolehkan memakai pakaian tebal, selimut tebal, dsb. Panas tubuh tidak akan bisa keluar. Sebagian anak sering tampak menggigil bila demam, atau tangan dan kakinya dingin. Ini menandakan suhu badan masih akan naik. Dalam hal seperti ini boleh dipakaikan selimut dan sarung tangan serta kaos kaki, tetapi setelah menggigilnya hilang segera lepaskan semua tadi, dan mulailah mengompres.

4. Obat penurun panas.

Haruskah anak minum obat panas bila demam? TIDAK HARUS. Mengapa? Karena kita tahu bahwa panas adalah sahabat kita. Panas hanya perlu dihilangkan bila panas itu mengganggu. Jadi bila anak tidak rewel, tidak pernah kejang, dsb, tidak harus memberikan obat penurun panas. Fungsi obat penurun panas di sini lebih banyak sebagai penghilang nyeri, untuk membuat anak lebih nyaman. Umumnya obat penurun panas hanya menurunkan suhu sekitar 1-1,5 derajat celcius, sehingga kesannya panas tidak hilang. Umumnya obat penurun panas diberikan bila suhu badan mencapai 38-38,5 derajat celcius.

Obat yang bisa dipakai pada anak adalah parasetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini mempunyai efektifitas dan tingkat keamanan yang kurang lebih sama, tetapi ibuprofen lebih berisiko bila diberikan pada kondisi di mana anak sedang terganggu sistem pembekuan darahnya, misalnya pada demam berdarah.

Parasetamol diberikan dengan dosis 10-15 mg/kg/kali. Dapat diulang minimal 4 jam, dan maksimal diberikan 5x sehari.

Ibuprofen diberikan dengan dosis 5 mg/kg/kali bila suhu 38 derajat celcius, dan 10 mg/kg/kali bila suhu badan 39 derajat celcius. Dapat diulang minimal 6 jam, dan maksimal diberikan 4 x sehari.

5. Cari penyebab panas

Mencari penyebab panas perlu dilakukan agar panas tidak terjadi berlarut2. Umumnya bila anak dalam kondisi baik setelah 72 jam panas perlu dicari penyebab panasnya. Bawalah anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh, bahkan seringkali diperlukan pemeriksaan laboratorium. Bila anak dalam kondisi lemah sekali, tidak mau makan dan minum sama sekali, kencingnya sedikit, apalagi disertai penurunan kesadaran, tidak boleh menunggu 72 jam, segeralah bawa anak Anda ke dokter.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu para orang tua dalam bertindak saat anak panas, supaya tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu, atau sebaliknya terlalu meremehkan panas, sehingga anak jatuh dalam kondisi berat. Terima kasih.



2 Comments

  1. assalaamu’alaikum..tinggal d bogor ya um?ana di cileungsi..srg baca blog anti tp jd silent reader..ini br komen krn bbrpa hari yg lalu si adek(9 bln) jg brsan demam..demamny tinggi sampe 39,6 C.naik turun slama 3 hari.kl diksh penurun pns kdg masuk kdg muntah..sdh khawtir di hr ke3ny ana cek darah,krn mulai muncul merah2 di kulit spt DB.alhamdulillah hsl lab normal.dan sore hrny mulai muncul merah2 spt tampek d muka,lhr dan tangan..akhrny ketemu diagnosisny..tnyata roseola infantum/eksantema subitum..

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh..
      ana tinggal di kab bogor umm alias cibinong, wah.. cileungsi.. deket donk, tetanggaan kita ^_^
      roseola infantum?sepertinya saya pernah dengar.. sekarang kondisinya adek gimana?kalo ana googling, roseola tidak perlu diberi obat apa2, hanya perlu diberi penurun panas, eh tapi anti dokter ya?pastinya udah tau donk hehe.. smoga adek cepat pulih ya umm
      Khansa alhamdulillah setelah dua kali saya beri tempra drop udah pulih kembali, skarang udah lonjak2 n pecicilan lagi :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s