Waspadalah!

parent

Lagi-lagi hari ini mendapat link yang informatif dari emak-emak di ReOS (kumpulan recommended online shop dan buyer di FB). Salah satu ummahat menunjukkan satu link mengenai keteledoran seorang ibu yang tengah ber-BBM-an di ruang tamu, sementara anaknya yang baru 1,5 bulan meninggal lemas, akibat kehabisan nafas saat menangis ditempat tidur, karena gelisah anak ini tertimpa bantal pada mukanya sehingga sulit bernafas hingga lemas dan menemui ajalnya. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un.

Semoga Allah melindungi kita dari kejadian yang demikian. Cukuplah hal ini menjadi pelajaran bagi kita sebagai ummahat agar lebih hati-hati dan waspada dalam menjaga buah hati kita. Sebuah pengingat juga bagi saya pribadi.

Berikut saya copas artikel tersebut yang saya ambil dari sini. Insya Allah bukan hoax, karena penulis berada di klinik tempat anak tersebut dibawa oleh keluarganya. Kejadian ini ada di Baturaden, Banyumas.

**********

Satu Lagi Kejadian Menyedihkan, Seorang Ibu Asyik BBM-an, Bayi Mati Akibat Tertimpa Bantal

Sungguh aneh jagad ini, karena keranjingan BlackBerry dengan BBM-an, seorang ibu menelantarkan anaknya yang masih berusia satu setengah bulan meninggal lemas, akibat kehabisan nafas saat menangis ditempat tidur, karena gelisah anak ini tertimpa bantal pada mukanya sehingga sulit bernafas hingga lemas dan menemui ajalnya.

Kejadian ini baru saja terjadi sekitar jam 11.45 siang ini, saat sang suami pulang dari tempat kerjanya untuk melaksanakan sholat jum’at dan meyiapkan segala sesuatunya dari rumah, setelah memasuki kamar didapati bayinya sudah lemas tak ada suaranya seperti biasa, sementara sang ibu tengah asyik ber-BBM-an ria dengan BB-nya di ruang tamu.

Seketika itu juga sang bapak melarikan bayinya itu dan membawa ke klinik kami untuk memeriksakan keadaan bayinya, namun sekali lagi sebuah kejadian menyedihkan telah terjadi, bayi itu telah diperiksa oleh dokter dan didapati sudah tidak bernyawa lagi walau masih terasa hangat sepertinya nyawanya lepas baru beberapa menit yang lalu, dokter yakin dengan kematian bayi ini karena tidak ditemukan suara jantung, suara paru dan dipastikan pupil (iris) dari kedua matanya yang sudah melebar (midriasis) dan tidak adanya refleks cahaya dari pupil mata itu, ini adalah salah satu tanda pasti kematian karena relaksnya otot siliaris pupil dalam bola mata.

Saat datang ke klinik kami, bapak ini membopong bayinya didampingi sang ibu yang masih menggenggam BlackBerry-nya itu, setelah dokter menjelaskan semua keadaan yang ada, spontan sang bapak merampas BB istrinya itu dan melemparkan ke tembok klinik hingga hancur berantakan, pemandangan emosi yang tak terkendali dari seorang bapak yang telah kehilangan seorang anak pertamanya, akibat kelalaian seorang istri yang lupa akan kewajibannya mengurus dan menjaga bayinya akibat asyik berBBM-an dengan BlackBerrynya itu.

Inilah sebuah pelajaran lagi yang kita bisa petik, dari sebuah kejadian nyata akibat kemajuan tekhnologi dibidang gadget yang membuat seorang ibu lalai pada bayinya yang menangis, tapi tetap asyik dengan BlackBerry-nya itu.

Sungguh miris sekali melihatnya…

Ibu…janganlah kau lupa akan tugas muliamu untuk memelihara, merawat, membesarkan, menjaga dan mendidik anak-anakmu itu…  Astaghfirullahal’adzim…

Salam Perihatin, Titi.

6 Comments

  1. naudzubillahi min dzalikkkk, semoga Allah menjauhkan dariku musibah gitu2. Um, ana kadang ada perlu ke warung dan bbrp ninggalin Salman bobo sendirian, tapi masih mikirin sebaiknya pintu dikunci (dari luar) apa engga, jadinya malah lama keluar rumahnya hanya utk bolak-balik ngecek pintu udah dikunci apa ngga.. *stresssss*

  2. na’udzubillahi min dzalik….jadi peringatan buat saya, semoga bisa menjaga anak saya dengan baikk. saya kadang juga meninggalkan fatih ketika bobok untuk membeli sesuatu, tapi warungnya deket aja. tetep aja kalo lagi antri saya mending pulang aja, kadang bolak-balik nengok ke rumah kalo-kalo fatih bangun……orang ngira n bertanya2 mungkin saya aneh ya, mondar-mandir…..but ga peduli deh, saya lebih tahu apa yang say perbuat….hehe.

  3. kalau anak-anak dah pada diem n saya sibuk di dapur or di depan laptop…. waah harusnya dah siaga satu, tp kdg jg yaah gitu asiiik aja dg kegiatan sendiri, namun alhamdulillah selama ini anak-anak seringnya ada di deket saya, ikut nyuci piring, ataupun buat aksi heboh biar uminya ga betah di depan layar leppy…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s