Olshop Story : Tips Membuka Online Shop

SONY DSC

Yes, I know.. saya belum lama berolshop ria, belum juga ada setahun, tapi insya Allah sudah lumayan mengerti dunia per-olshop-an.. sedikit-sedikit hehe..

Nah ceritanya pengen bagi-bagi pengetahuan (yang sedikit ini), mengenai apa saja sih yang dibutuhkan kalau ingin membuka online shop?

Insya Allah saya akan coba list satu persatu (bagi yang olshop owner dan mampir kesini tolong dikoreksi yaa, maklum newbie hehe) :

1.Timbangan

Alat satu ini diperlukan untuk menimbang. Barang yang akan kita kirim perlu ditimbang terlebih dahulu untuk menentukan perkiraan ongkos kirim ke customer. Kalo melalui JNE 0< 1 kg berat dihitung satu kilo (marginnya kalo ngga salah sampe 1,3 kg). Tapi kalau lewat pos hitungannya per gram, contohnya saya pernah mengirim paket ke Mamuju, untuk berat satu kilo 31.000, dan kalau 500 gram 19.500. Selama ini alat menimbang yang saya gunakan adalaaah… timbangan roti pemberian ibu saya hihi.. alhamdulillah sangat bermanfaat, bisa menimbang hingga 3 kg. Tadinya pengen beli timbangan digital (bisa buat nimbang sampai 40 kg), tapi kata zauji belum perlu karena barang jualan kami ngga terlalu berat *dompetslamet*

2. Meteran

Meteran ini digunakan untuk mengukur volume barang yang sudah kita packed. Kalau volumenya besar walaupun beratnya ringan, maka akan tetap masuk volume. Rumus volume JNE , TIKI, WAHANA yaitu (p x l x t) : 6000 naah ketemu deh angka sekian yang menjadi berat dari barang tersebut.

Untuk JNE ada peraturan khusus. Bagi volume barang yang terhitung di bawah 3,3 kg maka mengikuti kiloan berat dari barang tersebut. Ini sangat menguntungkan bagi saya yang rata-rata produk mainan mempunyai volume besar tapi beratnya ringan. Dengan adanya aturan baru tersebut maka customer bisa mendapat ongkir yang murah walaupun volume barangnya besar.

3. Perlengkapan membungkus

Peralatan perang untuk bungkus membungkus meliputi : selotip coklat/bening, selotip kecil, gunting, cutter. Sedangkan untuk membungkusnya sendiri terserah kita mau memakai apa.  Mau pake kardus monggo, mau pake amplop coklat silakan, mau pake tas plastik boleh saja, mau pake kertas koran ya hayuk. Ada juga yang memakai kertas kado. Kalau saya pribadi biasanya menggunakan plastik hitam atau kardus untuk produk yang rentan patah.

4. Daftar ongkir

Naah.. ini fentink. Daftar ongkir dari jasa ekspedisi yang akan kita gunakan. Informasi ini bisa dicek melalui web-web mereka (jne.co.id, posindonesia.co.id, tiki-online.com, wahana.com). Bahkan sekarang bisa kita download di playstore dari beberapa ekspedisi di atas. Saya sudah memasukkan JNE, WAHANA, dan POS di hp saya karena yang sering digunakan.

Lebih bagus lagi kalo kita fotocopy daftar ongkos kirim dari agen setempat agar ngga perlu setiap saat online. Caranya gimana? minta saja ke agen tersebut untuk kita fotocopy.

5. Rekening Bank

Mau ngga mau kita memang harus punya rekening bank untuk kegiatan online shop. Untuk pilihan bank biasanya rata-rata memakai rekening bank Mandi** dan BC* . Dalam pemakaian rekening bank teteup perlu diwaspadai untuk bunga banknya ya. Riba ngga usah diambil. Taunya jumlah bunganya gimana? yaa, kan ada history transaksi, bisa ngeprint buku tabungan, atau lebih mudah kalau sudah mendaftar internet banking. Bisa diketahui transaksinya secara detail. Internet banking juga memudahkan kita untuk ngecek lebih cepat  apakah transferan dari buyer sudah masuk atau belum.

6. Token Bank

Selain untuk pembayaran PAM, PLN, pembelian pulsa, dsb, token ini bermanfaat jika kita mau mengadakan transaksi tanpa perlu keluar rumah untuk ke ATM. Misalnya ketika kita mau transfer untuk pembayaran ke supplier, atau mau mengembalikan sisa pembayaran dari customer (kalo ada sisanya lhoo, biasanya mah olshop yang nombok karena salah perhitungan ongkir hiks *tunjuk diri sendiri* )

7. Barang dagangan

Yang perlu diperhatikan di point ini adalah bahwa barang dagangan yang kita tawarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita sukai. Misalnya saya jual mainan anak karena memang saya suka banget dengan dengan produk tersebut (sekaligus bisa membeli mainan untuk anak dengan harga lebih murah *modus*).  Ini berguna ketika suatu saat pasar lesu, maka kita masih punya semangat untuk mempertahankannya karena kita ada chemistry dengan produk dagangan kita. Banyak lho pilihan untuk jualan, contoh : baju (mulai dari baju anak, gamis, koko, kemeja, rok, dll), jilbab, perlengkapan rumah tangga (blender, mixer, oven, pisau set, dll), makanan, minuman, dan masih banyak lagi. FInd your passion, yes.

8. Pembukuan

Lhaaa ikiii.. penyakit olshop (termasuk saya) yaitu pembukuan yang kurang rapi. Hal ini menyebabkan bercampurnya keuangan olshop dengan pribadi. Ada laba dikit buat jajan siomay, ataupun terbalik misalnya membeli lakban dengan uang belanja (walopun kelihatannya sepele, cuma lakban.. tapi harganya lumayan mahal, bisa buat beli telur setengah kilo sama tempe hehe..). Kalo kata pakar keuangan nun jauh disana, kita harus membuat pembukuan yang rapi agar terlihat berapa omzet dan laba kita. Apabila perlu membuka rekening khusus untuk pemasukan dan pengeluaran. And one more thing, supaya ngga sembarangan asal ngambil uangnya olshop, kita juga perlu mengalokasikan dana untuk menggaji diri sendiri (note : nek cukup alias nek ono duwite heheu *amin, mudah-mudahan ada*)

Naah, kalo sudah siap perlengkapan perangnya, hal apa sajakah yang kira-kira perlu diperhatikan ketika berolshop ria?

1. Jangan mengirim barang sebelum uang ditransfer oleh customer. Ada beberapa teman olshop yang mengirim barang sebelum buyer mentransfer dan akibatnyah mengalami kesulitan ketika hendak menagihnya.

2. Tulis detail barang sejelas-jelasnya untuk mengurangi pertanyaan yang ngga perlu dari customer (biar hemat pulsa juga kalo customer contact lewat sms)

3. Bikin picture dagangan yang semenarik mungkin, misalnya memperindah background, tulisan, dll.

4. Perhatikan alamat dari customer. Ketika mereka mau order, minta alamat lengkap selengkap-lengkapnya, terutama kecamatannya. Karena berbeda Kecamatan dan Kabupaten bisa menyebabkan perbedaan dalam ongkir. Misalnya Bandung dan Kabupaten Bandung itu beda ongkirnya. Kalau dari tempat saya ongkir ke kota bandung 9ribu, sedangkan ke kabupaten bandung 14.500. Lumayan kan selisihnya?

5. Dan satu lagii..jangan sakit hati kalo ada customer yang hit n run yaa yaitu yang udah deal, bilang mau transfer eh tau-tau menghilang entah kemana. I know it’s hurt, but face it.. insya Allah lama-lama kebal kok hehehe..

Begitulah kira-kira sekilas tentang tips dalam membuka online shop. Monggo kalo ada master-master olshop yang qodarullah mampir, bisa dikoreksi ataupun ditambahi catatan saya.

23 Comments

      • pernah nyoba jualan buku, akhirnya bukunya buat hadiah, n sebagian buat ahmad, sisanya tuh masih teronggok. ga bakat nawarin barang dagangan. mau bisnis OL kok “ga siap” ya… mau jualan ini dah banyak yg jual, mau jualan itu, lbh banyak lg yg dah jual… (alesan).

        kmrn chatt sm tmn soal bisnis OL, berguru critanya, dah dikomporin jg, tp kok kompornya ga mau nyala ya…ga punya keberanian nih. ada jg tmn yg bisnis OL ini akhirnya mlh jd “job utama” n omsetnya melebihi gaji pegawai kantoran.

        padahal aku jg mimpi punya rmh lho mb, mimpi pengen umroh n haji, mimpi pengen nyekolahin ahmad nanti kalo dah gede ke tempat yg bagus (guru yg bagus), tp itu kan butuh biaya… nunggu suami remunerasi lama amat ya…kasian katanya gaji peneliti rendah *halah ini kemakan berita di kompas*. coba ya bisa mengumpulkan pundi2 “berhadiah* sendiri…

      • mba rin, justru inilah salah satu keunggulan onlineshop buat seller pemalu sperti kita (kita?hihihi..)
        tenan lho mba, aku ki wonge isinan nek menawar-nawarkan barang, tapi kalo lewat olshop kan ngga perlu bertatap muka dan bersuara sama buyer, cukup banyakin ngiklan dan paling bales2 comment :)

        wah,sama banget mimpine mba.. opo meneh sing punya rumah n haji..
        nek masalah rumah memang mau ngga mau ngumpulin sendiri sedikit demi sedikit karena ngga mau lewat bank (eventhough bank syariah, takut mbe ribane)
        mugo2 kita diberkahi Allah kemudahan menggapainya ya.. *amin* :D

        nek masalah gaji yo podho wae, opo meneh bar iki insya Allah meh resign, dadi yo prihatin bareng mbe zauji, kudu mulai diperketat pengeluaran yg ngga perlu :)

        afwan emaile rung ta bales yo mba, membutuhkan cerita panjang lebar nek kuwi hehe..

  1. assalamu’alaikum…
    Mba boleh dong sharing pengalaman :) br mau nyoba jualan olshop nih,tp ternyata nyari customer susah ya mba,blm ada yg nglirik daganganku..boro2 dibeli,dikomen jg blm ada..hiks,sedih :( mba awal2 dulu susah gak sih nyari customer..
    Oya mba jualan apa ya,di fb ato website,alamatny/akunny apa? Thx mba :)

      • wa’alaikumussalam

        ngga papa mba, biasa kalo masih awal2 itu butuh banyak kesabaran :)
        saya dulu juga gitu, pas awal jualan nunggu 4 hari (temen olshop lain malah ada yg 4 bulan baru pecah telur ada yg order) dari jembreng poto baru ada yg order, itupun temen sendiri.. seminggu juga belum tentu ada orderan
        dan itu terjadi selama 2-3 bulan awal lah.. alhamdulillah sesudah itu mulai lancar sedikit demi sedikit
        dari yang awalnya nodong temen2 buat ngapprove friend request, alhamdulillah skarang dah banyak yang request friend
        dari yg awalnya hanya temen dan sodara, mulai berlanjut ke customer “asli” :D

        aku jualannya mainan edukatif mba kebanyakan, akun fb di zea edushop (add yaa hehe)

        yg penting banyakin temen sama banyakin ngiklan aja mba, entah di fb, di web, di portal2 jualan kaya toko bagus dsb

        saya sekarang juga masih belajar kok mba, masih ngrintis juga :)

        semangadh yaa.. insya Allah selama ikhtiar dan doa terus jalan, Allah akan bukakan jalan
        barokallohufyki :)

  2. Sist, mau nambahin ya, untuk cek daftar harga dari web tiki silakan cek di http://www.tiki-online.com ato email CS nya untuk dikirim daftar harga ongkir terbaru dengan kota asal pengiriman xxx (terserah sista), biasanya mereka mau kasih kok meski di emailnya agak telat heheheh.

    Sama 1 lagi, coba pake pengiriman PT NCS web nya di http://www.ptncs.com, kalo yg ini ongkir harus minta ke mba CS nya soalnya mereka ngga pasang daftar ongkir di web mereka. Aku juga punya olshop, dah sering pake jasa pt ini dan alhamdulilah cepet dan biaya ongkirnya murah, contohnya: kalo pengiriman dari jakarta ke jakarta menggunakan JNE 6rb, pake NCS cukup 4rb saja.

    Mudah2an berguna

    • wah bermanfaat banget mba arum infonya, terima kasih banyak yaa :)

      selama ini saya prefer jne karena ada fasilitas cek ongkir dan tracking online, tapi ngga menutup kemungkinan pake yang lain..
      beberapa kali pake maxindo utk volume besar atau yg diluar jawa, memang lebih lama nyampenya tapi lbh murah

      skali lag thank sharingnya ya mba ^^

  3. mbak mau nanya aja nih, tlg dijawab ya :)
    aku buka olshop udah sekitar 3 bulanan tapi masih sepi pembeli nih, padahal aku udah usahain semampu aku biar org2 pada beli, tapi belum ada, gimana ya caranya biar orang2 tertarik trs beli barangku, apa aku kurang maksimal dalam berusaha? trimakasih ;)

    • mba elfrida, saya dulu membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan hingga mendapat customer yang “beneran” (sebelumnya hanya dari teman dan keluarga)

      bahkan ketika awal merintis usaha, omzet sebulan (alhamdulillah) 300rb, ngga tiap hari ada orderan, bahkan sempat ada 2 minggu sama sekali kosong pembeli hehe..

      alhamdulillah seiring berjalan waktu, mulai menambah varian produk, menambah teman2 di fb (sampai beberapa kali dibanned facebook), juga bergabung dengan beberapa komunitas pedagang di fb, omzet semakin lama semakin meningkat

      terus berusaha dan tetap semangat ya mba, tambah teman, tambah produk, tambah intensitas iklan (di fb, bbm, portal2 gratisan, blog, dll).. smoga diberkahi Allah kemudahan ya

  4. Assalamualaikum salam kenal mba ^.^

    Mbaa boleh sharing gaa contoh pembukuan sederhana yg dipake..pmbukuan aku bener2 kacau, pengennya langsung keliatan laba hari itu(sebenernya sih bisa aja)cm Karna semua day kerjain sdr sering bgt lupa dicatet yg penting barang Ada yg laku hihii., jd sammpe skr aku g tau keuntungan udahb brp

    Trus umm, ols nya dibantu admin ga?klo iya tugasnya apa aja?n kisaran gajinya brp?

    Maaf nanyanya Banyak yaaa hehehee,,mdh2an Ummu bersedia buat sharing. Makasiii ^.^

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh..
      lhaa itu mba ivien, pembukuan saya juga masih berantakan hihi..satu PR yang harus saya selesaikan ini hehe..in sya Allah sedang mau merapikan dulu
      In sya Allah kalo sudah rapi saya publish di blog ya
      satu yang pasti yaitu rekening utk olshop disendirikan, jadi tidak tercampur dengan pengeluaran rumah tangga
      saat ini saya masih dibantu suami saja mba, belum ada asisten olshop, in sya Allah kalo sudah ada asisten saya share juga di blog ini ya

  5. Assalamualaikum kak. Infonya bermanfaat banget alhamdulillah. Mau nanya juga ni sdkt tetg olshop yaa. Sblmnya untk pemilihan brang dagangan kita itu gimana sih kak yg cocoknya? Misalnya barang yg cpt laku dan yg memg d butuhkan gituuu. Kalau pakaian kan terkadg buat mahasiswa ga selalu beli juga, palingan ya makanan yg lebih trjamin dlm penjualannya. Tp saya ga hobby untk membuat varian varian makanan kaaak. Apa sih dagangan yg cocok gtu kak untk d jual sm mahasiswa? Mohon bantuannya ya kak semoga bermanfaat buat saya. Trmksh

    • Wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh..
      Untuk pemilihan barang dagangan, kalau saya prefer barang apa yang saya sukai mba, dalam artian passion saya memang disitu. Jadi misalnya nanti pada suatu waktu ada kendala, maka kita masih bersemangat untuk memperjuangkannya

      Berdasar pengalaman pribadi, dulu saya pernah jualan jilbab, gamis, makanan, tapi akhirnya saya sudah menemukan passion dan “jatuh cinta” pada produk mainan anak

      Jadi silakan saja mba Dhaifina temukan dulu kira-kira apa yang mba sukai untuk dijual. Bagi kalangan mahasiswa biasanya sih kebanyakan produk fashion ya utk yang online, sedang untuk offline bisa produk makanan murmer hehe.. Semoga diberkahi Allah kemudahan dan kelancaran atas usahanya ya.. semangadh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s