Kajian (Mingguan) Salafy di Cibinong

Selama ini zauji mengikuti kajian mingguan bahasa arab dan kajian kitab di rumah salah seorang tetangga kami, di komplek Puri Nirwana 1 Cibinong. Kajian tersebut diisi oleh ustadz Abdullah al Bogory, setiap hari Minggu.

Kajian bahasa arab diperuntukkan khusus ikhwan, biasanya dimulai pukul 17.00 hingga maghrib. Sedangkan ba’da Maghrib hingga sekitar pukul 21.00 diisi dengan kajian berbagai macam kitab. Kajian kitab sendiri bisa diikuti baik ikhwan maupun akhwat. Untuk ikhwan diadakan di rumah tetangga kami bernama pak heri (afwan ngga tau kuniahnya) sedangkan untuk akhwat di rumah ummu safa, para ummahat mendengarkan kajian melalui handphone yang sudah didekatkan ke speaker rumah yang satunya.

Sebelum hamil dan melahirkan Khansa, saya pernah beberapa kali mengikuti kajian kitab. Walaupun ummahat yang datang bisa terhitung sedikit (kurang lebih 5 orang), tapi nampak sekali keinginan ummahat tersebut untuk menimba ilmu. Mereka bahkan membawa anak mereka yang masih kecil (bahkan ada yang bayi). Ya, tentu saja disela-sela mendengarkan kajian ilmu itu, sering terdengar intermezzo tangis bayi ataupun ummahat yang kerepotan karena anaknya keasyikan bermain ataupun mengganggu temannya.

Sejak melahirkan Khansa, saya sama sekali tidak pernah mengikuti kajian tersebut *malu*. Alasannya karena Khansa biasanya ba’da maghrib sudah tidur, sedangkan saya tak sampai hati untuk membawanya ke tempat kajian tersebut karena dikhawatirkan dia bangun sehingga mengganggu jadwal istirahatnya. Alasan klise ya, jangan ditiru ;p
Saya sudah bilang zauji kalau bisa diusulkan agar kajian dilakukan dipagi atau sore hari agar lebih banyak ummahat bisa ikut. Tapi sampai saat ini belum bisa dilaksanakan usulan tersebut karena tidak bersesuaian dengan jadwal ustadz.

Nah, pada hari Minggu yang lalu zauji bilang ke saya kalau tetangga yang biasanya ketempatan acara untuk kajian ikhwan akan pindah. Beliau meminta bantuan kepada ikhwan lain yang bersedia agar rumahnya bisa digunakan untuk tempat kajian yang baru. Oleh karena pada “enten-entenan” ato main tunggu-tungguan, alias ngga ada yang ngacung, akhirnya pak Heri meminta zauji agar bersedia membantu, dan zaujipun menyanggupinya.

Ya, walaupun kami sendiri masih kontraktor di rumah ini, tapi semoga dengan adanya kajian di rumah kami bisa menjadi berkah tersendiri baik bagi kami maupun tetangga di sekitar kami.Khususnya buat saya yang lumayan kesed inih ;p Insya Allah dengan adanya kajian di rumah kami, maka saya pun bisa ikut mendengarkan tanpa khawatir Khansa tidurnya terganggu.

Hanya saja mungkin kendalanya speaker yang harus terpasang. Na’am, saya paham bahwa fungsi speaker tersebut -mungkin- selain untuk syi’ar juga untuk menghindari fitnah (siapa tahu ada yang mengira bahwa kajian yang ada menyimpang, na’udzubillah). Tapi di sekitar kami banyak anak kecil (termasuk anak saya), dan dengan terpasang speaker yang agak keras, kemungkinan dapat mengganggu istirahat mereka. Mudah-mudahan bisa diatasi dengan memperkecil volume.

Dan smoga saja si genduk yang super nggratil dan suka ingin tahu ini bisa diajak bekerjasama dengan tidak melakukan aksi-aksi hebatnya seperti menyobek buku kajian, jalan-jalan di majelis, atau bahkan minta digendong peserta kajian -_-‘ (fyi, entah kenafa Khansa ituh lebih suka digendong sama ikhwan dibanding ke akhwat *hadeh* )

——

Update :

Oleh karena ust Abdullah Bogory berangkat ke Yaman, maka ta’lim di Cibinong insya Allah akan diadakan sebulan sekali pada minggu ke II -insya Allah- dengan ust. Mubarok, tempat ta’lim akan ditentukan sebelum ta’lim berlangsung (belum ada ketetapan tempat)

7 Comments

    • amin, iya insya Allah umm.. alhamdulillah diberkahi Allah kemudahan, mungkin karena saking kesednya daku xixixi..

      haha ngga tau tu knapa khansa bisa begitchu yaa.. pernah ana bawa ke kantor, sama temen2 ana yg cewe susah banget mau digendong, eh pas ada bapak2 malah ngulurin tangan minta digendong, mau ana ajak pulang ngga mau -_-‘

    • alhamdulillah mba rin, sperti yg daku bilang nang ummu fatih, ketoke saking kesednya aku sehingga Allah memberi jalan demikian :D

      ketoke nek ummahat melu kajian perlu perjuangan dan energi ekstra yo mba, meneh nek sing melu akeh (artinya semakin banyak anak2).. tambah ga iso konsen ndengerin n catet2.. walhasil pulang k rumah minta dibagi ilmu sama suami masing2 :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s