Olshop Story >> Tantangan Kulakan

Judulnya kayaknya lebay banget yaa.. emang apa sih kok kulak wae ada tantangannya..

Jangan salaaahh… baik order kulakan via internet maupun manual alias datang sendiri ke supplier itu membutuhkan perjuwangan dan penuh tantangan *didramatisir*

Kalo kulak via internet memang tidak terlalu challenging. Paling tinggal order, transfer, dan nunggu barang datang. Nah, tantangannya adalah ketika menunggu barang datang yang bisa jadi waktunya agak lama dari perkiraan. Belum lagi kalo ada barang atau kardus pembungkus yang rusak. Alhamdulillah kalo supplier mau ditukarkan barang yang ngga berfungsi, masih bisa mendapat laba dari penjualan barang. Pernah terjadi pada saya, complain saya mengenai barang rusak ngga ditanggapi, dan ada juga yang ditanggapi tapi berkesan menyalahkan pihak lain, yaitu ekspedisinya.. and she not even say sorry -_-‘

Untuk kulak manual lain lagi ceritanya.

Kalo berdasar pengalaman saya pribadi, tantangan kulakan manual pertama adalah waktu kulak mainan edukatif kayu yang lokasi supplier ada di kota Bogor, sekitar 20 km-an dari rumah kami. Waktu itu saya dan zauji naik motor. Oleh karena volume mainan edukatif yang lumayan besar karena memerlukan packing tambahan berupa kertas koran agar mainan tidak rusak, maka kardus yang kami bawa ketika pulang juga berukuran lumayan besar. Walhasil zauji harus mengendarai motor ekstra hati-hati dalam jarak tempuh yang cukup jauh. Sesekali kami berhenti untuk membetulkan posisi kardus yang diletakkan didepan zauji (dan juga untuk minum sop buah hehehe..*ngga penting*)

Kemudian beberapa waktu lalu ketika kulak mainan juga di daerah Cibubur (kurleb 20km dari rumah kami). Kardus mainan lumayan besar diletakkan di depan zauji, sedangkan saya membawa satu plastik besar yang lumayan buat olahraga lengan, karena sampe rumah baru terasa pegelnya hehe.. Selama dalam perjalanan, klakson sempat terpencet beberapa kali, dan untuk belok pun zauji harus bermanuver karena kardus mainan mefet sama stang. Bahkan ada ibu-ibu mengendarai motor di depan kami kemudian berhenti karena klakson bunyi terus (maaf ya buuu, tidak berkamsud nglaksonin ibuuu) :D

Dan gongnya tantangan kulakan adalah hari Senin yang lalu. Saya kulak sendirian ke daerah Depok. Ngga terlalu jauh sih dari rumah, dan medan jalannya pun ngga terlalu sulit. Mungkin karena saya terlalu sok kuat bawa barangnya lumayan banyak, ditambah gerimis mengundang,  sehingga terjadilah hal yg tidak diinginkan *hayah*.. yaitu nyungsep dari montor :'(

Waktu itu saya “hanya” membawa 2 mainan kreta, 3 legobrick, 2 laptop, 1 mainan gardening, yang terdiri dari 2 plastik besar. Yang menjadi kendala adalah playset train yang lumayan besar dan panjang sehingga saya harus memangkunya di depan. Alhamdulillah sudah mau sampe rumah, kurang lebih tinggal sekiloan lagi. Sampai di depan sebuah SLB, ngerem mendadak (pake rem depan), kehilangan keseimbangan karena mencoba “njagani” mainan, plus jebulnya ada krikil hingga kemudian mak glangsaaarr.. saya sudah terjelungup bersama dengan motor saya.

Dengan sok gagah berani *hayah* saya langsung bangkit ketika orang-orang datang berkerumun *padune isin dadi tontonan* xixi.. Dengkul, dagu, dan tangan sengkring-sengkring pertanda lecet tapi berusaha dicuekin, yang pertama dicek adalah kardus mainan playset train yang agak mbredel hikss… (lhah piye tho iki, kok malah dulanan wae sing dipikir).

Ngga lama kemudian setelah footstep yang agak bengkok dibantu dibenerin sama bapak-bapak yang ada disitu, saya langsung ngacir pulang dengan membawa satu tas plastik. Satu plastik lagi saya tinggal karena takut ngribeti lagi.

Sesudah mission accomplished, sampe di rumah baru deh cek-cek luka. Dagu dan tangan kanan lecet ringan, yang agak lumayan adalah bagian dengkul yang rada babak bunyak :'( . Sudah menginjak hari ke 4 tapi luka masih basah dan agak nyeri kalau buat berdiri lama. Tapi insya Allah sudah membaik dari satu dua hari yang lalu yang bahkan membuat saya migrain karena menahan sakit di dengkul yang cekot-cekot.

Ya wis, akhirnya ketika ada beberapa pesanan lagi zauji tidak mengizinkan saya untuk kulakan sendiri hehe *manut*

Begitulah cerita saya, apa ceritamu? ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s