Sakit opo tho nduuuk?

Seminggu yang lalu dimulai hari Selasa pagi Khansa demam selama 3 hari  dengan kisaran 38’c. Hari pertama demam hanya satu kali saya berikan tempra yaitu ketika sempat mencapai 39,3’c (suhu ketika tidur). Treatment yang saya lakukan yaitu memandikannya air hangat, dan membiarkannya berendam di bak mandi. Alhamdulillah ketika demam Khansa tetap aktif, yaa… biasa, hanya sedikit rewel dan gendongan :). Alhamdulillah yah, waktu itu dengkul masih cenat cenut dan lukanya belum kering eh genduk pas sering minta gendong :D

Malam pertama demam, tidurnya gelisah. Bangun jam 10 malam menangis, dislimur kemudian bobok lagi. Sesudah itu tidurnya pun ngga nyenyak. Kemudian bangun lagi sekitar jam 4 pagi, nangis, dislimur kemudian bobok lagi.

Malam kedua demam, tidurnya juga masih gelisah. Berkali-kali bangun hanya untuk menggigit nen ihiks..

Malam ketiga demam, tidurnya sudah mulai agak nyenyak. Sesekali bangun untuk nen. Qodarullah habis ujan jadi hawanya adem, soalnya Khansa sering banget “sumukan” ketika baik ketika tidur maupun saat beraktivitas.

Selama demam itu dia malesss banget makan. Makan cuma beberapa suap, habis itu dilepeh-lepeh. Padahal biasanyadia bisa menghabiskan  semangkuk nasi sayur blender kasar (biar maemnya cepet ^^ ), nasi + sayur (entah sop, bayam, sayur asem) biasanya juga doyan. Bikin simboknya lumayan pusiang, jadi kurusan deh si Khansa :'( . Akhirnya suatu saat saya beri dia bubur beras merah instant dan alhamdulillah bisa habis dua sachet kemasan 20 gram *biar dikit-dikit yang penting ada asupan*. Hadeh, padahal pas bayi ngga pernah maem bubur instant karena saya batasi gula garamnya, eh sekarang udah agak gedean malah maem itu hehehe *kuwalik tenan*

Oya, dan selama 3 hari ini dia hobi menggigit. Entah tangannya sendiri, pundak saya, tangan saya, mainan-mainannya.. pokoke apa aja yang deket dia pas pengen nggigit ya dicokot. Sering banget tangannya dimasukkan ke dalam mulut.

Hari Jum’at adalah hari ke empat skaitnya. Dari pagi saya ukur suhunya alhamdulillah sudah turun dan terus stabil di kisaran 37’c. Niatnya mau tetap membawa Khansa ke dokter walaupun suhunya sudah normal. Qodarullah di dokter anak di klinik dekat rumah ketika saya telpon ternyata tidak praktek karena sedang menjalani pendidikan. Setelah hunting dokter, kami mendapat info dokter senior di RSIA Annisa Citeureup, lalu kami segera melaju kesana tadi siang jam 11. Qodarullah dokter sudah selesai praktek dan baru praktek lagi jam 4 sore. Sekali lagi kami niatkan untuk datang ke dokter tersebut pada jam 4, qodarullah jam 3an hujan deras mengguyur Cibinong.

Hari Sabtu alhamdulillah kondisinya sudah semakin baik, dalam artian sudah tidak demam lagi dan sudah mulai mau makan. Qodarullah sabtu sore usai saya bawa silaturrahim ke tetangga yang habis melahirkan lha kok keluar bercak kemerahan di daerah pipi dan juga punggungnya. Ketika hampir mendekati magrib kok bercaknya semakin nyata dan melebar. Mau ke dokter anak di dekat rumah, beliau sudah pulang. Akhirnya telpon kesana kemari dan mendapat info ada dokter anak -sebut saja dokter S- yang masih praktek hingga jam 7 malam di RSIA dekat rumah kami.

Tanpa ba bi bu langsung kami siap-siap dan membawa Khansa kesana. Ternyata pasiennya lumayan sepi jadi kami langsung dapat antrian. Begitu kami masuk, kami mendapati seorang dokter yang -mohon maaf- kurang cooperative dengan pasien. Bliau cuma menanyakan beberapa hal secara sekilas-sekilas. Penjelasan kami mengenai demam Khansa selama 3 hari ngga dianggap (kami sampai tidak sempat menyodorkan catatan demamnya yg sudah saya tulis rapi di kertas), beliau hanya menanyakan susu apa yang Khansa minum, kemudian menyuruh saya untuk menyeboki Khansa lebih bersih (??), dan melarang Khansa makan telur dan coklat dulu karena bliau bilang alergi (padahal hari itu dia ngga makan telur, dan biasanya dia makan telur juga -insya Allah- ngga keluar merah-merah).

Nuwun sewu sekali lagi, sebagai dokter anak, caranya memperlakukan anak itu sangat “ngga banget”. Sudah tau anak saya nangis jejeritan bukannya dislimur dulu ato bagaimana..eh malah dipaksa kemudian alat yang berbentuk semacam penggaris (mbuh opo kuwi jenenge), dimasukkan mulut dan ditekankan ke lidah Khansa untuk memeriksa tenggorokannya. Khansa tiba-tiba langsung diam, shock kayaknya *hayah*. Kalo “membandingkan” dengan dokter A di klinik deket rumah perlakuannya beda sekali. Ketika Khansa didudukkan di tempat tidur periksa kemudian diberi senter buat mainan, diajak omong, wis pokoke ramah mamah lah. Oleh dokter S diresepkan antibiotik, anti radang, dan salep sebamed. Yang kami ambil hanya salepnya saja *bandel*.

Sampai sekarang saja juga masih bingung sebenarnya Khansa terserang sakit apa? Memang sih setelah baca artikel sana-sini, kesimpulan terbesar adalah karena adanya faktor tumbuh gigi (demam, suka nggigit, ngga mau makan, nenen terus). Tapi kok keluar bercak kemerahan di hari keempat dan kelima itu yang saya belum tau penyebabnya (hari ke enam bercak kemerahan menghilang sendiri). Ketika suami telpon budhe yang seorang perawat bisa jadi itu campak semu. Wallahu a’lam.

Alhamdulillah hari keenam hingga saat ini Khansa sudah mulai back to normal. Sudah mulai mengacak-ngacak rumah, sudah bisa ditinggal sebentar untuk wudhu (waktu dia sakit saya masuk kamar mandi aja langsung nangis jejeritan).  Smoga Allah memberkahinya kesehatan dan menghindarkannya dari penyakit yang membawa kemadhorotan.

Sebagai sekilas info, berikut saya copas mengenai tumbuh gigi pada bayi yang saya ambil dari sini

**********

Apa tumbuh gigi itu?

Tumbuh gigi adalah saat gigi bayi Ibu mulai menembus gusinya dan muncul. Seiring tumbuhnya akar giginya, ujung gigi terdorong melewati gusi . Beberapa orang juga menyebutnya ‘cutting teeth’. Biasanya acara tumbuh gigi ini diiringi rasa tidak nyaman pada bayi. Jangan heran bila mereka menjadi rewel.

Kapan bayi saya mulai tumbuh gigi?

Kapan gigi pertama si kecil akan muncul, memang tak ada patokan pasti. Rata-rata, pada mulai umur 6 bulan, gigi bayi sudah mulai kelihatan, namun ada juga yang sudah mulai tumbuh saat ia 3 bulan.

Di Indonesia, gigi anak-anak umumnya baru lengkap pada usia 3–3,5 tahun. Gigi-geligi yang disebut gigi susu tersebut, akan tanggal satu demi satu, untuk kemudian digantikan dengan gigi tetap. Jumlahnya sekitar 20 buah, yaitu sepuluh di atas dan sepuluh lagi di bawah.

Jika bayi Ibu masih belum memiliki gigi di usia 12 bulan, bicaralah dengan dokter Ibu.

Nyeri tumbuh gigi

Tumbuh gigi seringkali menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi, membuatnya resah dan mudah tersinggung. Bayi biasanya merasa paling kesakitan saat gigi pertamanya tumbuh  karena itu sensasi baru, dan saat gigi geraham tumbuh karena ukurannya yang besar.
Rasa nyeri ini bias diikuti dengan meningkatkan suhu tubuh. Namun tidak sampai menimbulkan demam tinggi.
Tanda-tanda bayi Ibu sedang tumbuh gigi

• Rewel serta menangis lebih sering di malam hari.
• Banyak berliur.
• Selalu ingin menggigit untuk mengurangi rasa sakitnya. Berikan teether untuk membantu negurangi rasa gatal dan sakit pada gusinya.
• Pipinya memerah.
• Suhu tubuhnya sedikit naik (tapi tidak lebih dari 39oC, yang menIbukan demam).
• Gusinya membengkak dan merah.
• Lebih sering minta minum ASI, atau justru menolak minum ASI karena gusinya sakit.
• Selera makannya rendah.
• Tidurnya tidak nyenyak.

Cara membantu bayi Ibu yang tumbuh gigi

• Beri dia banyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang karena banyak berliur.
• Memberinya teether untuk digigiti (yang dapat didinginkan di kulkas lebih baik).
• Dokter Ibu mungkin menyarankan memberikan pereda nyeri anak-anak seperti parasetamol atau ibuprofen.
• Oleskan krim pencegah iritasi (barrier cream) ke dagu, leher dan dadanya untuk mencegah iritasi kulit di daerah yang terkena liur.
• Alihkan perhatiannya dengan banyak pelukan atau mainan.

8 Comments

  1. hiks.ndroo arsa jg gi demam. trn naik gt panasnya. hari pertama sampe 39,5 :( kukasi paraset dubur (warisan seko saudi,hihi) soale arsa susah bgt minum obat :( ini uda gari k3 dan demamnya trn naik.apa skt psikologis ya.krn mau d tinggal ayahnya abroad lagi*ya elah ktauan deh:p* yaa doain aja ya ukhti :( soale ibuku uda mau ngasi AB aje dgn alesan arsa mo pergi(nguntapke ayahe). huhu emg ab nylesein mslh gituh?

    • waaa..alhamdulillah.. mau goin’ abroad lagi yaaa? lha kok arsa ngga ikut knapa? kemenong ta? *pertanyaane borongan xixi
      nek khansa ora tau ta wenehi ab, nek demam paling yo diakehi mimik, mandi air hangat, banyak istirahat, pakaian ngga terlalu tebal, digawekne jus buah, maeman berkuah
      tapi kan ibumu sing luwih ngerti piye keadaane ta hehe.. tergantung sakite arsa opo

  2. sekarang adik khansa dah sembuh kan?….
    wah pernah juga fatih kayak gitu…..demam tinggi ga ketahuan sakitnya. setelah cari2 info di internet karena gejala demam, susah makan , timbul bercak merah…akhirnya kami simpulkan camapk….
    trus kami priksakan ke dokter (berkali2), n saya bilang campak dokter bilang bukan…malah dikasih resep obat batuk. (ga saya ambil)> karena masih tetep yakin campak…
    sampai berlarut2…akhirnya diopname….didiagnosa macem2…..digrojok ab…
    seminggu setelah sembuh…panas lagi trus muncul gejala yang sama…
    akhirnya diputuskan rawat sendiri aja di rumah…asalkan ga sampe dehidrasi. kasih makan yang banyak, minum bnyak…..setelah bercak merah dah keluar semua. akhirnya sembuh….

    kalo kasusnya adik khansa …bisa jadi emang mau tumbuh gigi yah? Dah nambah berapa dik giginya?

    • alhamdulillah khansa sudah sembuh ammah, sudah bisa ngacak2 rumah lagi :D
      ana juga kurang tahu waktu itu kenapa umm, ada temen yang bilang kemungkinan roseola infantum, wallahu a’lam
      ini juga ana tunggu2 giginya kok belum ada yang baru nongol hehe.. kemarin pas sakit ana liat ada putih2 di gusi siy, tapi belum menampakkan dirinya sampe sekarang , masih malu2 kayaknya ^^
      sekarang gigi khansa baru 8 ammah, tapi sukanya maem krupuk, peyek, kripik , sing atos2 *hadeh* .. ngasah untu ;p
      smoga mas fatih sehat2 yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s