Susu UHT atau Susu Bubuk?

 

Minggu lalu ketika memeriksakan Khansa ke dokter, ada satu hal pernyataan dari dokter yang lumayan membikin kening saya berkerut dan bertanya-tanya dalam hati.

Waktu itu saya bilang ke dokter kalo susu tambahan untuk Khansa adalah susu UHT, tapi beliau bilang bahwa lebih baik susu bubuk (susu formula) saja karena kalo susu UHT menggunakan pemanasan tinggi sehingga banyak vitamin yang hilang. Tentu saja hal ini membuat saya dan zauji spontan berpandangan, karena sepengetahuan saya justru malah susu formula-lah yang banyak hilang kandungan nutrisinya.

Tanpa bermaksud mengesampingkan keilmuan dokter yang menangani Khansa serta saran beliau, saya tetap melanjutkan memberikan susu UHT kepada Khansa.

Untuk lebih meyakinkan diri saya, baru saja saya browsing (lagi) mengenai manfaat dan kelebihan susu UHT dibandingkan dengan susu formula. Alhamdulillah -insya Allah- benar seperti yang saya yakini sebelumnya bahwa susu UHT – bi idznillah- lebih baik daripada susu formula. Wallahu a’lam, cmiiw :)

Mengapa bisa begitu?

Berdasar artikel yang saya baca di sini dan di sini, dapat saya rangkum sebagai berikut :

  • Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk.
  • Kalau dibandingkan dari ketiga proses pengawetan susu dengan thermal/ suhu tinggi, yang paling urutan potensi rusaknya vitamin dalam susu adalah:
    1. Pembuatan susu bubuk
    2. Pembuatan UHT
    3. Pasteurisasi
  • Misconception yang sering terjadi, kandungan vitamin dan tambahan-tambahan asam lemak (linoleat, linolenat,AA, DHA) susu bubuk formula lengkap sekali. Jadi seakan-akan harus minum susu formula meskipun sudah diatas 1 tahun.
    Padahal susu bubuk formula banyak vitamin difortifikasi, untuk menggantikan banyak vitamin yang hilang dalam proses pengeringan bubuk susunya dan penggunaan campuran skimmilknya menurunkan kandungan asli vitamin larut lemak dalam susu formula.

Untuk lebih lengkapnya saya copas isi dari salah satu artikel di atas. Smoga bermanfaat bagi kita untuk memilihkan yang terbaik bagi anak :)

**********

Benarkah Susu UHT lebih Baik dari Susu Formula ?

 

Susu merupakan sumber gizi terbaik bagi mamalia yang baru dilahirkan. Susu disebut sebagai makanan yang hampir sempurna karena kandungan zat gizinya yang lengkap. Selain air, susu mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral, enzim-enzim, gas serta vitamin A, C dan D dalam jumlah memadai. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molukel yang terkandung di dalamnya.

Susu segar merupakan cairan yang berasal dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Dalam prakteknya sangat kecil peluang kita untuk mengonsumsi susu segar definisi SNI tersebut di atas. Umumnya susu yang dikonsumsi masyarakat adalah susu olahan baik dalam bentuk cair (susu pasteurisasi, susu UHT) maupun susu bubuk.

Susu pasteurisasi merupakan susu yang diberi perlakuan panas sekitar 63-72 derjat Celcius selama 15 detik yang bertujuan untuk membunuh bakteri patogen. Susu pasteurisasi harus disimpan pada suhu rendah (5-6 derjat Celcius) dan memiliki umur simpan hanya sekitar 14 hari.

Susu bubuk berasal susu segar baik dengan atau tanpa rekombinasi dengan zat lain seperti lemak atau protein yang kemudian dikeringkan. Umumnya pengeringan dilakukan dengan menggunakan spray dryer atau roller drayer.

Umur simpan susu bubuk maksimal adalah 2 tahun dengan penanganan yang baik dan benar. Susu bubuk dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu susu bubuk berlemak (full cream milk prowder), susu bubuk rendah lemak(partly skim milk powder) dan susu bubuk tanpa lemak (skim milkprowder) (SNI 01-2970-1999).

Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjat Celcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baikpembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti susu segarnya.

Proses Susu UHT

Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untukmembunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku, proses pengolahan dan pengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi. Hal ini didukung oleh perlakuan pra panen hingga pasca panen yang terintegrasi. Pakan sapi harus diatur agar bermutu baik dan mengandung zat-zat gizi yang memadai, bebas dari antibiotika dan bahan-bahan toksis lainnya. Dengan demikian, sapi perah akan menghasilkan susu dengan komposisi gizi yang baik. Mutu susu segar juga harus didukung oleh cara pemerahan yang benar termasuk di dalamnya adalah pencegahan kontaminasi fisik dan mikrobiologis dengan sanitasi alat pemerah dan sanitasi pekerja. Susu segar yang baru diperah harus diberli perlakuan dingin termasuk transportasi susu menuju pabrik.

Pengolahan di pabrik untuk mengkonversi susu segar menjadi susu UHT juga harus dilakukan dengan sanitasi yang maksimum yaitu dengan menggunakan alat-alat yang steril dan meminimumkan kontak dengan tangan. Seluruh proses dilakukan secara aseptik.

Susu UHT dikemas secara higienis dengan menggunakan kemasan aseptik multilapis berteknologi canggih, Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk ke dalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violet tak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultra violet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Proses tersebut secara otomatis dilakukan hampir tanpa adanya campur tangan manusia sehingga menjamin produk yang sangat higienis dan memenuhi standar kesehatan internasional.

Dengan demikian teknologi UHT dan kemasan aseptic multilapis menjamin susu UHT bebas bakteri dan tahan lama tidak membutuhkan bahan pengawet dan tak perlu disimpan di lemari pendingin hingga 10 bulan setelah diproduksi.

Keunggulan Susu UHT

Kelebihan-kelebihan susu UHT adalah simpannya yang sangat panjang pada susuh kamar yaitu mencapai 6-10 bulan tanpa bahan pengawet dan tidak perlu dimasukkan ke lemari pendingin. Jangka waktu ini lebih lama dari umur simpan produk susu cair lainnya seperti susu pasteurisasi. Selain itu susu UHT merupakan susu yang sangat higienis karena bebas dari seluruh mikroba (patogen/penyebab penyakit dan pembusuk) serta spora sehingga potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.

Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein. Di lain pihak kerusakan protein sebesar 30 persen terjadi pada pengolahan susu cair menjadi susu bubuk.

Kerusakan protein pada pengolahan susu dapat berupa terbentuknya pigmen coklat (melanoidin) akibat reaksi Mallard. Reaksi Mallard adalah reaksi pencoklatan non enzimatik yang terjadi antara gula dan protein susu akibat proses pemanasan yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama seperti pada proses pembuatan susu bubuk. Reaksi pencoklatan tersebut menyebabkan menurunnya daya cerna protein.

Proses pemanasan susu dengan suhu tinggi dalam waktu yang cukup lama juga dapat menyebabkan terjadinya rasemisasi asam-asam amino yaitu perubahan konfigurasi asam amino dari bentuk L ke bentuk D. Tubuh manusia umumnya hanya dapat menggunakan asam amino dalam bentuk L. Dengan demikian proses rasemisasi sangat merugikan dari sudut pandang ketersediaan biologis asam-asam amino di dalam tubuh.

Reaksi pencoklatan (Mallard) dan rasemisasi asam amino telah berdampak kepada menurunnya ketersedian lisin pada produk-produk olahan susu. Penurunan ketersediaan lisin pada susu UHT relatif kecil yaitu hanya
mencapai 0-2 persen. Pada susu bubuk penurunannya dapat mencapai 5-10 persen.

Tip Penggunaan Susu UHT :

1. Apabila kemasan susu UHT telah dibuka, maka susu tersebut harus disimpan pada refrigerator.

2. Susu UHT harus dihindarkan dari penyimpanan pada suhu tinggi (di atas 50 derajat Celcius) karena dapat terjadi gelasi yaitu pembentukan gel akibat kerusakan protein.

3. Kerusakan susu UHT sangat mudah dideteksi secara visual, ciri utama yang umum terjadi adalah kemasan menggembung.

Gembungnya kemasan terjadi akibat kebocoran kemasan yang memungkinkan mikroba-mikroba pembusuk
tumbuh dan memfermentasi susu. Fermentasi susu oleh mikroba pembusukmenghasilkan gas CO2 yang menyebabkan gembung.

4. Kerusakan juga ditandai oleh timbulnya bau dan rasa yang masam.

Selain menghasilkan gas, aktivitas fermentasi oleh mikroba pembusuk juga menghasilkan alkohol dan asam-asam organik yang menyebabkan susu menjadi berflavor dan beraroma masam.

5. Hindari mengkonsumsi susu UHT yang telah mengental.

Fermentasi susu oleh bakteri pembusuk juga pembusuk juga menyebabkan koagulasi dan pemecahan protein akibat penurunan pH oleh asam-asam organik. Koagulasi dan pemecahan protein inilah yang menyebabkan tekstur susu rusak yaitu
menjadi pecah dan agak kental.

PT. Tetra Pak Indonesia
Ronny Hendrawan

Sumber : Prof Dr Ir Made Astawan MS, WASPADA Online

Ref : milis asiforbaby

 

12 Comments

    • khansa dari umur 1 tahun juga minumnya susu UHT mba rin, ngga tau juga nih, ngga berani nge-judge keilmuan beliau xixixi.. lha piye mba, beliau dokter yang paling deket rumah n sebenernya komunikatif banget, mung yo kadang ada beberapa hal yg mengganjal *hayah*

      pernah nyoba ke dokter anak lain lha kok malah aku traumaa *lebay* (padahal khansa yg diperlakukan kurang syopan xixixi), galak dan ngga komunikatif samsek :'(

  1. Anak saya mengkonsumsi dua2nya,klo siang dia lebih suka minum UHT mgkn krn dingin dan segar disimpan di kulkas tp klo pagi ato mlm dia selalu mnta susu hangat.saya sdh sering baca artikel ttg susu UHT yg lbh baik dr susu bubuk tp kdg dlm hati kecil saya jg ada brtanya apakah itu tdak ada unsur strategi pemasaranya jg ya?

  2. Menurut dokter ( beliau mantan penderita kanker) yang sekarang sedang mendalami kanker dan tumor , susu bubuk adalah susu yang paling aman dikonsumsi ( merk apapun boleh ) dibandingkan susu cair. segala minuman dalam kemasan yang bentuknya cair pasti menggunakan pengawet, sangat disayangkan ketidakjujuran dari produsen susu, saya pun kaget krn anak saya kadang juga minum susu uht, tapi setelah konsultasi kesehatan dengan dokter tersebut saya jadi tahu, anak saya kadang bingung kenapa tidak boleh minum susu uht, daripada mereka ribut terus akhirnya sekali kali saya perbolehkan mereka minum susu uht. Semoga bermanfaat ;)

    • Afwan, kalau susu bubuk itu sendiri tidak ada pengawetnya ya?
      Mudah-mudahan apa yg dikonsumsi keluarga kita terhindar dari kemadhorotannya.

      Pada akhirnya semua kembali pada pilihan masing2, apakah akan mengkonsumsi susu bubuk, susu uht, atau tidak minum susu sama sekali (karena banyak artikel yg membahas tidak pentingnya susu, bahwa susu sapi hanya utk anak sapi). Utk hal yg terakhir saya kurang sependapat karena Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- mengkonsumsi susu, dan bahkan dalam Qur’an pun tercantum akan manfaat susu. Wallahu a’lam.

      Terima kasih atas informasinya

      • anak saya baru 1bulan ini saya pindahkan ke susu UHT. dapat informasi dari teman sebenarnya setiap usia anak punya batasan mengkonsumsi gula(glukosa, sukrosa dan teman2nya)perhari tidak lebih dari 7 sendok teh (usia diatas 7th) 3 sendok teh (usia 4th )karna akan berpengaruh terhadap daya konsentrasi anak. sementara anak2 bukan hanya sufor nya ada gula, belum lg mereka makan donat dll.. Saya lihat di susu UHT terutama yg fullcream tidak ada kandungan gulanya…jadi saya coba UHT ..afwan klu ada yg salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s