Cek Ricek Obat

Hari Selasa yang lalu saya dan zauji kembali memeriksakan Khansa ke dokter. Mau kontrol hasil pemberian nutrisi tambahan selama 10 hari yaitu L-Bio dan puyer racikan (my mistake, tidak ngecek apa racikan dalam puyer tersebut hiks..). Dengan harap-harap cemas saya membawa Khansa ke dokter, maklum.. kalo berat badannya ngga naik, bisa-bisa Khansa disuntik untuk tes mantoux. Belum lagi membayangkan proses pengobatan kalo ternyata hasilnya positif (na’udzubillahi mindzalik). Kekhawatiran saya bertambah karena sudah dua hari ini Khansa mencret. Hal ini disebabkan dia meminum susu UHT yang (sepertinya) sudah agak lama di freezer (4 harian) *dasar emak-emak terrr..laaa…luuu…

Berdasar pemeriksaan dokter, alhamdulillah –insya Allah- tidak ada indikasi flek pada Khansa, dan alhamdulillah juga berat badan Khansa mengalami kenaikan yaitu 200 gram (dalam 10 hari ya lumangyan lah ). Kemudian dokter memberikan lagi resep yang sama seperti 10 hari sebelumnya yaitu racikan puyer (ngga pake L-Bio).

Ketika menebus obat di apotik, zauji menanyakan kepada apoteker mengenai kandungan yang ada di puyer tersebut, yaitu heptasan, tb vit, dan cobazim. Apoteker pria berpendapat kalo tb vit itu biasanya untuk pengobatan flek (kata halus dari tb/tubercolosis), sedangkan setelah zauji ngomong “lho mas, kata dokter tadi ngga ada indikasi tb, kenapa diberi obat tb?”, eh mas-nya tampak kebingungan. Kemudian apoteker wanita yang ada di sebelahnya urun bicara “bukan buat obat flek, tb vit itu isinya enzim”.

Suami saya lalu bertanya lagi, “lha kalo heptasan dan cobazim ini apa mbak?”. Mbaknya bilang “itu untuk perangsang nafsu makan dan enzim pencernaan juga”. Dengan mengangguk-angguk kami iyakan saja kata-kata dari apoteker tersebut, mengingat waktu sudah malam dan Khansa juga sudah agak rewel karena mengantuk. Pikir saya, nanti sampai rumah mau browsing aja mengenai kandungan puyer tersebut.

Qodarullah sehari sesudahnya saya baru browsing dan menemukan informasi mengenai ketiga obat tersebut :

Heptasan :
Mengandung cyproheptadine, suatu antihistamin, namun pemakainnya lebih banyak utk efek sampingnya, yaitu merangsang nafsu makan. Efek antihistaminnya tidak lemah, karena itu memang bagus juga dipakai utk memperbaiki nafsu makan >> sumber : http://www.iwandarmansjah.web.id/forum.php?m=view&id=2323

Tb Vit :
TB vit B6 sudah mengandung isoniazid dan vitamin B6 dalam satu sediaan, sehingga praktis hanya minum sekali saja. Isoniazid atau isonikotinil hidrazid yang disingkat dengan INH. Isoniazid secara in vitro bersifat tuberkulostatik (menahan perkembangan bakteri) dan tuberkulosid (membunuh bakteri) >> sumber : http://medicastore.com/tbc/obat_tbc.htm

Cobazim :
COBAZIM® mengandung 5,6 Dimethyl benzimidazole Cobamide Koenzim, yang merupakan bentuk Vitamin B12 yang normal terdapat dalam hati dan jaringan – jaringan.
COBAZIM adalah  obat  non-steroid  yang   menstimulasi anabolisme   protein,   bekerja   dengan   cara   menstimulasi pengikat asam amino menjadi protein dan mempunyai efek-efek yang  menguntungkan  pada  keseimbangan  nitrogen, perbaikan nafsu makan dan kondisi umum dari organ-organ.
COBAZIM®digunakan untuk pengobatan gangguan-gangguan metabolisme protein pada orang dewasa dan anak-anak, sangat dianjurkan karena mempunyai aktivitas menstimulasi pertumbuhan dan dapat ditolerir dengan baik oleh tubuh.

Tak dinyana ternyata tb vit yang diperdebatkan dua apoteker tersebut memang benar keterangan dari apoteker pertama bahwa itu adalah obat flek/tb. Padahal ketika di rumah saya sempat bilang zauji dan menyalahkan apoteker pria “masnya tu kalo ngga tau kenapa ngomong begitu ya?”.

Bingung juga saya, kenapa kalo memang dokter -insya Allah- yakin ngga ada indikasi tb kenapa diberikan obat anti tb ya? hmm..

Saya jadi dilemma nih, karena sebelumnya sudah lumayan cocok dengan dokter tersebut karena beliau orangnya ramah dan komunikatif. Kalo memang begini, sepertinya perlu mencari alternatif dokter anak lain apabila diperlukan (semoga saja Khansa sehat-sehat sehingga tidak perlu melakukan pengobatan ke dokter).

From this case saya belajar sesuatu. Dengan tidak bermaksud meremehkan keilmuan seseorang yang sudah ahli di bidangnya, ada perlunya juga kita cross check keterangan yang diberikan oleh mereka, baik dengan meminta second opinion ke tenaga ahli lain, ataupun bisa juga melalui sarana pengetahuan lainnya (internet, buku, dll).. sehingga informasi yang kita dapatkan adalah info akurat, terlebih jika hal tersebut merupakan sesuatu yang penting bagi diri kita dan keluarga. We should do the best for our fam, right?

 

10 Comments

    • sudah meluncur beberapa hari lalu ke blog teh rini.. jazaakillah khoiro ya teh, ulasannya mangstab sekali ^^
      insya Allah sangat bermanfaat bagi dirikyu yang masih newbie jadi ortu inih hehe..

      aku udah komeng juga d blog anti tapi udah masup belum ya teh?soalnya waktu itu pake hape, lha wis inetnya lemot bwanget.. aku nungguin loading sampe ketiduran hiks..

      barokallohufyki

  1. Betul kata mb Rini (umminya ahmad) bukunya dr Wati is recommended mb.. plus aku follow beberapa dokter anak yang RUM dan komunikatif di twitter.. Jadi walau bukan pasien waktu kita tanya lewat twitter beliau-beliau mau jawab lho.. Asal bukan nanya minta obat ya :)..

    • he-eh ya yus?daku dadi tambah pengen tuku ki xixixi.. *ndeso yah, rung nduwe :D
      aku nduwene sing smart patient dr agnes, alhamdulillah dibahas dikit ttg polifarmasi, antibiotik, dll.. tapi kayaknya ngga sekumplit yang buku dr purnamawati

      wii.. ummu dzikri aktip twitter juga yak wekekk.. daku nggawe account twitter tapi wis ra tau disentuh ki ;p

  2. assalaamu’alaikum umi,…

    thanks infonya, sangat bermanfaat. memang sebaiknya sih kalo boleh saya sumbang saran, ga usah lah anak kita terlalu banyak dijejali obat kimia mending herbal, lebih bagus lagi yang sesuai sunnah Nabi. saya baru ‘ngeh’ tuh setelah Om Gray dengan Deadly Mist nya terbit. astaghfirullah…jahat banget ya mereka. so, mari kita lawan mereka dengan pola hidup sehat ala rosul, saya good bye to chemistry medicine. mudah-mudahan dengan cara itu kita bisa menghadirkan generasi islam yang tangguh agar panji-panji islam tetap jaya di dunia maupun akhirat nanti. Amin!

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh

      iya mba, saya juga setuju kalo anak kita jangan terlalu banyak dijejali obat-obatan kimia, na’udzubillahi mindzaalik

      selama ini utk booster daya tahan tubuh anak saya, saya minumkan madu (syamil) yang sudah mengandung habbatus sauda, alhamdulillah -bi idznillah- daya tahan tubuhnya meningkat.. yang tadinya flu jadi langganan tiap bulan, alhamdulillah -bi idznillah- sekarang jarang flu :)
      pokoknya diperbanyak asupan sayur, buah, sama makanan yg mengandung protein (dan nutrisi yg lain temtunyah)..

      mudah2an keluarga kita terhindar dari kemadhorotan ya mba iis ^^

  3. Saya Apoteker,

    Mau mengklarifikasi saja. Apoteker memang tahu obat fungsi obat, seperti apoteker pria yg Mbak sebutkan. Namun Apoteker tidak berhak menentukan penyakit pasien. Memang seharusnya Apoteker menanyakan dahulu kepada pasien atau keluarganya ttg apa yg telah Dokter jelaskan mengenai obat tersebut, supaya tidak tumpang tindih informasinya. Dan Apoteker wanita tidak salah juga (melakukan kebohongan publik) dengan menyebutkan jawaban seperti itu, karena beliau menjawab berdasarkan informasi yg Ibu tahu dari Dokter, tidak ada indikasi TB. Jadi begitulah seharusnya Apoteker berkomunikasi. Tidak menembak diagnosis.

    Mohon dimaafkan atas kekhilafan rekan sejawat saya. Mungkin masih baru.

    Kemudian soal efek samping. Semua obat tentu dan pasti memiliki efek samping. Dan apakah semua efek samping tersebut pasti terjadi?

    Anda tahu efek samping Panadol? Sirosis.
    Efek samping Fludane? Stroke.
    Efek samping Proris? Lambung berdarah.
    Efek samping Neo Rheumacyl? Gagal ginjal.
    dan masih banyak lagi.

    Terdengar mengerikan memang kalo Dokter harus jujur bilang INH punya efek samping sirosis, detak jantung kacau, depresi, kejang, diabetes, darah menjadi asam, dsb (Drug Information Handbook, 17th Edition). Ibu bisa shock dan langsung kabur. Dokter tersebut tahu, kondisi yang bagaimana yang bisa menyebabkan kemungkinan efek samping tinggi terjadi. Misalnya, jika pasien diminumkan sepuluh bungkus sekaligus.

    Terakhir soal bahan kimia (mengkomen salah satu komentar). Setiap hari kita makan bahan kimia. Garam, air, gula, terong, jengkol, daging, daging dipanggang, daging digoreng, daging direbus. Intermezo.

  4. Sama anak saya 2th berat badan nya jg susah sekali naek nya, baru saya bawa ke dokter untuk konsultasi dikasih nafsu makan yg isinya cobazim,heptasan,alinamain, makanya seneng bgt pas nemu blog ini.. Bisa sharing.. Sebelumnya saya gak pernah ke dokter alhamdulillah biar kecil anak saya gak pernah sakit jd minum madu aja sama vitamin di apotik kdng temulawak tp karena gak ada hasil jd konsultasi ke dokter.. Mudah2an segera naek berat badan nya, karena anak saya susah sekali makan dan gak mau sufor jd harus ekstra telaten untuk ksh makan nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s