Catatan Ramadhan 2012

Ramadhan tahun ini insya Allah hampir usai, mudah-mudahan Allah meperkenankan kita untuk bertemu dengan bulan ramadhan tahun berikutnya dalam keadaan sehat *amin*.

Alhamdulillah mulai dari awal Ramadhan sampai sekarang diberkahi Allah kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa walaupun masih menyusui Khansa. Karena Khansa sekarang sudah makan apa aja jadi ASI yang diminum juga tidak terlalu banyak, terlebih sekarang sudah mengkonsumsi susu UHT,  biasanya dia nenen kalo mau tidur saja, yaitu di pagi dan siang hari.

Selama berbuka puasa di cibinong, menu berbuka puasanya juga standar, ngga berlebihan (kalo ngga sempat masak ya beli ^^). Hanya kadang-kadang membuat kolak ataupun kacang hijau. Alhamdulillah kadangkala di sore hari tetangga datang membawa makanan, entah gorengan, lauk berupa soto, ayam, sayur asem, maupun kolak dan bubur ketan item. Zauji juga terkadang pulang kantor membawa lauk berbuka puasa hasil dari ikut rapat di kantor (ya, walaupun sedang libur semesteran tapi seringkali dibutuhkan kantor entah untuk rapat, membuat presentasi, maupun laporan *nasib tempat kuliahnya deket kantor hehe*)

Sahurpun juga ngga neko-neko nyiapin ini itu. Modal menghangatkan lauk yang masih ada ataupun menggoreng telur *cari yang praktis* sambil membuat minuman hangat (milo, susu coklat, jahe). Tentu saja sesuai sunnah, kami mengakhirkan makan sahur yaitu mepet dengan imsak (biasanya jam 4-an baru saur). Kalopun pernah sudah imsak baru makan itu karena kebablasan tidur xixixi…

Bagaimana dengan Khansa?
Untuk sahur pernah ikut sekali karena waktu itu sudah mepet subuh dan dia masih mau nenen, jadi diangkut sekalian ke meja makan.
Sedangkan untuk keseharian alhamdulillah Khansa seringkali menemani saya sholat tarawih di rumah. Tentu saja sesudah tarawih kondisi kamar bagaikan kapal pecah (lebay), mainannya berserakan dimana-mana, pakaian yang habis dijemur disebar, pokoknya semrawutlah. Belum lagi ada iklan bocah eek, bergandulan di kipas angin, selonjoran di tempat sujud, mau nyuapin saya jambu ketika sholat, narik-narik mukena  dan berbagai ulah hebatnaya yang kadang bikin deg-degan karena pernah sambil menarik-narik kabel yang nglewer (opo iki basa indonesiane). Walaupun begitu, semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran proses ibadah yang terekam dalam ingatannya.

Oleh karena kami mudiknya lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga kami berkesempatan menjalani ibadah puasa di kampuang selama 10 hari *horeee*. Alhamdulillah mengalami peningkatan gizi dari menu-menu sahur dan berbuka ketika di rantau hehehe… Alhamdulillah bisa mencicipi nikmatnya sate, kakap asam manis,mie goreng langganan ibu saya yang semuanya maknyusss… dan juga menikmati sayur mangut atau pecak mangut yang agak susah didapatkan di Cibinong. Dan ketika hampir tengah malam perut kruyuk-kruyuk ada nasgor keliling yang siap sedia. Lhoo… kok malah ngomongin makanan xixixi…

Ketika mudik di tempat zauji alhamdulillah diberkahi kemudahan juga, terutama dalam mengasuh Khansa :) . Di sini khansa senang banget melihat kuda, kambing, ayam.. apalagi kemarin juga sempat naik dokar dan tadi naik becak hehehe.. ternyata membahagiakan anak ngga perlu mahal-mahal yaaa… cukup dengan 10ribu rupiah keliling naik becak, Khansa sudah syenang sekaliiii…

Begitulah sekilas catatan ramadhan tahun ini. Smoga kualitas ibadah bertambah di waktu-waktu selanjutnya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s