Kuda Bertopeng

Ketika kami pulang ke Semarang dan Demak pada bulan Desember tahun 2012 yang lalu, bapak (mertua) membelikan Khansa mainan kuda tunggang yang terbuat dari karet. Waktu itu Khansa diajak bapak pergi keluar, eh tahu-tahu pulang sudah membawa mainan tersebut.

Penampakan mainan tersebut memang menyerupai mahluk bernyawa, dalam artian selain badannya, terdapat juga telinga, mata, dan mulut. Sebenarnya kami kurang sreg dengan mainan tersebut karena bentuknya itu, tapi karena sudah dibelikan eyang kakungnya Khansa dan genduk pun menyukainya, akhirnya mainan tersebut kami boyong ke Cibinong.

Sesampai di Cibinong zauji lalu menyelotip bagian wajah kuda-kudaan tersebut, jadi di bagian muka full dengan selotip, agar tidak menyerupai mahluk berbentuk kuda. Khansa lalu menyebutnya “kuda pake topeng” hehe..

Suatu saat mama saya datang ke rumah ketika zauji sakit typhoid/typhus beberapa waktu lalu, mama kemudian bertanya “kok jaran’e diselotip napa?”, saya lalu bilang, “supaya tidak menyerupai mahluk yangti, soalnya nanti malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah”.

Ya, selama ini kami berusaha mengikuti tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- dengan tidak memajang berbagai bentuk gambar/foto maupun patung mahluk bernyawa seperti masyarakat pada umumnya yang suka memajang foto keluarga ataupun membeli hiasan-hiasan keramik yang berbentuk mahluk bernyawa, misalnya kucing, anjing, ikan, dll. Biarlah rumah kami tidak terlalu tampak indah dengan hiasan-hiasan, karena sepemahaman kami terdapat hadits berikut ini :

*********

Rasulullah bersabda: “ Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing, juga tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (patung)” [Hadits sahih Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Majah]

Rasulullah bersabda (yang artinya) : “ Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar (patung)” [Hadits sahih ditakhrij oleh Ibnu Majah dan lihat Shahihul Jami’ No. 1961]

Ibnu Hajar (Fathul Bari bab 48 At-Tashawir hadits No. 5949) berkata : “Ungkapan malaikat tidak akan memasuki….” menunjukkan malaikat secara umum (malaikat rahmat, malaikat hafazah, dan malaikat lainnya)”. Tetapi, pendapat lain mengatakan : “Kecuali malaikat hafazah, mereka tetap memasuki rumah setiap orang karena tugas mereka adalah mendampingi manusia sehingga tidak pernah berpisah sedetikpun dengan manusia. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya.

Di dalam kitab Faidhul-Qadir 2/394, Imam al-Manawi mengatakan : “Yang dimaksud dengan malaikat pada hadits tersebut adalah malaikat rahmat dan keberkahan atau malaikat yang bertugas keliling mengunjungi para hamba Allah untuk mendengarkan dzikir dan sejenisnya, bukan malaikat penulis amal perbuatan manusia karena malaikat itu tidak akan pernah meninggalkan manusia sekejap pun sebagai mana halnya malaikat maut. Mengapa malaikat rahmat tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing ?. Karena anjing itu mengandung najis, sedangkan malaikat terpelihara dari tempat-tempat yang kotor. Mereka adalah makhluk Allah yang paling mulia serta tetap berada pada tingkat kebersihan dan kesucian yang paling luhur. Perbandingan antara malaikat yang suci dan anjing yang najis laksana terang dan gelap. Barangsiapa yang mendekati anjing, malaikat akan menjauh darinya.

Sumber >> di sini

********

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s