Dilemma Olshop antara K dan L

Menjadi keinginan bagi -sebagian besar- para ibu untuk dapat melayani keluarga dengan sebaik-baiknya dan mendampingi anak di rumah dalam masa tumbuh kembangnya, begitu pun dengan saya. Itulah alasan saya resign dari kantor tahun lalu dan memilih untuk berada di rumah.

Sebagai kegiatan tambahan ketika berada di rumah, juga untuk menambah pemasukan bagi keluarga saya mulai merintis online shop di bidang mainan anak. Alhamdulillah seiring berjalannya waktu lapak saya mulai bertambah omzetnya hingga mencapai 20 kali lipat dari awal usaha, dan perlahan-lahan mulai mendekati penghasilan saya di kantor terdahulu.

Ternyata dampak dari peningkatan pendapatan lapak, juga berimbas ke keluarga. Itulah maksud dari judul saya di atas yaitu dilemma online shop, antara Keluarga dan Lapak (bukan antara Kuala dan Lumpur).

Hal ini tidak hanya dialami oleh saya, tapi juga oleh rekan-rekan sesama pedagang online lainnya, yg notabene kebanyakan perempuan dan berperan sebagai ibu.

Seringkali kami agak keteteran membagi waktu antara rumah dan usaha kami. Di sela pekerjaan rumah tangga yang meliputi memasak, mencuci, memandikan anak, beberes rumah, dan sebagainya, kami juga harus melayani customer, baik via notebook maupun hp, mengupload barang baru, mencatat pembukuan, packing dan mengantar paket ke ekspedisi.

Bagi saya pribadi alhamdulillah selama ini terbantu dengan zauji (terkadang ikut packing dan seringkali antar paket), serta adanya ART (pocokan) yaitu ummu Bima . Kalau saya sedang melakukan kegiatan lapak, Khansa diajak bermain oleh ummu Bima.

Tapi tetap saja saya merasa kurang dalam memperhatikan Khansa. Saya tidak bisa sesering dulu bermain dengan Khansa, misalnya main puzzle, bongkar pasang, dll. Dulu pernah pas ummu bima ngga masuk agak lama malah saya lebih banyak waktu main dengan Khansa. Mulai dari pagi dia nemenin saya nyuci, bantu jemur baju, masak bareng, kegiatan lapak agak saya abaikan. Tapi ketika ada ART saya malah seperti terlenakan hiks..

Poor my baby, seringkali juga ketika ummu bima sudah pulang saya tetap menghadap laptop sementara Khansa disamping saya bermain sendiri, hanya sesekali saya alihkan perhatian dari layar komputer ke dia.  Ataupun terkadang dia minta gendong sementara saya masih sibuk membalas sms dari customer *sigh* :'(

Pengennya sih bisa online malam hari ketika Khansa dan suami tidur, tetapi seringkali kebablasan sampe pagi. Pernah beberapa waktu sempat beberapa hari online malam hari mengerjakan web, qodarullah sesudah itu tensi ngedrop dan kena vertigo. Akhirnya sesudah itu saya mengurangi online malam dan tidak memaksakan diri, kalau mengantuk ya langsung tidur.

Mudah-mudahan ke depannya saya bisa mengelola dan memanajemen waktu dengan lebih baik lagi antara online shop dan keluarga. Sehingga bisa tetap memprioritaskan hal yang utama yaitu keluarga, sesuatu yang akan saya pertanggungjawabkan kelak di akhirat nanti.

I think it will be better kalau suatu saat nanti ketika sudah ada rizki punya asisten online shop sehingga waktu saya akan lebih banyak utk berkonsetrasi ke keluarga. Mudah-mudahan bisa terlaksana. Untuk saat ini berusaha dulu membagi waktu dengan sebaik-baiknya antara keluarga dan lapak.

Berikut saya copas curahan hati salah seorang ummahat yang juga pemilik online shop besar -mba dora ummu azka- yang patut menjadi renungan bagi ummahat yang juga merangkap pemilik usaha. Pelecut bagi diri saya pribadi utk menjadi ibu yang lebih baik, insya Allah.

******

Please Bunda tolong berhenti
Tolong jangan buka si Lappy lagi
Please bunda, tolong berhenti
Jangan kau nyalakan komputer lagi

Janganlah Mata bunda hanya melihat layar LCD
Lebih baik melihat anakmu ini
Janganlah jari jemarimu hanya menekan keyboard yang sunyi
Lebih baik kau belai anakmu ini

Please bunda tolong berhenti
Janganlah kau perhatikan HP-HP ditangan kanan dan kiri
Please bunda tolong berhenti
Janganlah kau hiraukan BBM, whatsapp ataupun sms yang selalu berbunyi

Tidakkah kau ingin mendampingi aku yang lagi bermain disini?
Tidakkah kau ingin mengikuti perkembanganku yang secepat angin berlari?
Tidakkah kau ingin mengajari aku pelajaran yang tidak kumengerti?
Tidakkah kau ingin bercanda denganku sebelum aku semakin besar nanti?

Please bunda tolong berhenti
Karena kau akan banyak kehilangan waktu bersamaku nanti
Please bunda tolong berhenti
Buat apa kau disini tapi hadirmu tak kurasa kini?
Please bunda tolong berhenti
Hanya engkaulah milikku yang paling berharga saat ini
Please bunda tolong berhenti
Antara uang dan aku, manakah yang paling kau sayangi?

Please bunda, tolong mengerti
Waktu anak-anakku sudah tinggal sedikit lagi
Berganti waktu remaja yang mulai mencari jati diri
Dimana kemungkinan besar aku akan lebih sering bersama teman-temanku nanti

Please Bunda, tolong mengerti
Kaulah segalanya bagiku saat ini
Kaulah cinta sejati
Sebelum cintaku terbagi, kepada seseorang yang akan aku nikahi
Sebelum cintaku terbagi, kepada jundi-jundi kecilku nanti

Aku ingin mengingatmu dengan sepenuh hati
Dengan bangga menceritakan kepada semua orang bahwa aku punya seorang ibu yang seperti bidadari
Seorang ibu yang mengajarkan kekuatan hati
Dan juga selalu berjuang tanpa henti
Tapi tetap mempunyai stok kasih sayang yang tidak pernah padam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s