Grup Whatsapp Ummahaat

Awal mulanya dari iseng. Iseng install whatsapp di hape nokiyem lungsuran dari adikku seri E71 yang alhamdulillah sangat berjasa dalam fungsi komunikasi dan berlapak ria.   Kemudian iseng whatsapp-an sama teman-teman akhowaat. Kemudian iseng bikin grup dengan mengumpulkan saudari-saudariku blogger ummahat++ (plus yang belum ngeblog), yang pada akhirnya menghasilkan sesuwatu yg -insya Allah- bermanfaat bagi kebaikan kami ^_^

Grup ummahaat awalnya hanya terdiri dari beberapa gelintir emak-emak yaitu saya, ummu ahmad (rumahku sekolahku), ummu fathimah (bergantihari), ummu salman (mrsgt), dan ditambah ummu aisyah (teman SMA saya yg merupakan rekan sefakultas ummu ahmad dan ummu fathimah). Tadinya ingin menambahkan ummu Fatih (duniarumah), tapi untuk saat ini beliau belum install whatsapp (ditunggu ya umm :D ).

Kemudian karena kegaptekan saya, yang tadinya mau menambah beberapa ummahaat lagi tapi ngga bisa-bisa, akhirnya ummu fathimah yang  canggih beud *tsaah* membuat satu lagi grup “Ummahaat” dengan menambahkan beberapa ibu-ibu yg berkompeten dalam beberapa bidang, yaitu ada ustadzah, ada dokter, ada apoteker, wis pokokmen komplit lah :D. Grup tersebut dimoderatori oleh ummu ahmad yang emang organisatoris abez xixii.. Pembahasan dalam grup “Ummahaat” meliputi diniyah : fiqh dll (hari Senin dan Selasa), Rabu-Kamis tema bebas (parenting, kesehatan, ngiklan, dll), ditambah jumat (bebas juga)

Sementara itu untuk grup bentukan awal yg tadinya mau dihilangkan (tapi tidak jadi), berubah menjadi grup untuk belajar bahasa Arab dibimbing oleh ummu Aisyah dan ummu Ahmad, dengan menggunakan panduan kitab Durusul Lughoh. Grup tersebut berganti nama menjadi “al ummahaat aththolibaat” . Sesuai nama grupnya ya, jadi isinya emak-emak yang sedang belajar hehe… Oh ya, haturnuhun kepada Diana yang sudah mengirimkan ebooknya yaa :), maklumlah saya bahasa arabnya baru tingkat underground (dibawahnya prebasic), jadi buku panduanpun tak punya hiks..

Setelah beberapa waktu mengikuti pelajaran-pelajaran di UAT (Ummahaat Ath Thoolibat) alhamdulillah saya mulai memahami sedikit demi sedikit kaidah bahasa Arab. Saya pun menyadari, bahwa untuk belajar bahasa Arab itu membutuhkan dua komponen penting, yaitu guru (ustadzah) dan teman senasib seperjuwangan. Makanya ketika dulu saya membeli CD dan buku belajar bahasa Arab tapi ngga mudenk-mudenk ya karena ngga ada tempat bertanya kalo tidak tahu ;p ,  semangat terus turun karena ngga ada teman sepenanggungan yg saling menyemangati utk melanjutkan belajar. Alhamdulillah dengan adanya UAT ini kalau ada mufrodat (kosakata) arabic yg saya tidak tahu bisa bertanya ke teman-teman di grup, ditambah lagi adanya tamrin (latihan) yg membantu kita mengingat kembali dars (pelajaran) yang sudah diajarkan.

Saya dan suami juga menjadi giat kembali untuk belajar (kemampuan saya dan suami 11-12 dalam arabic xixixi). Misalnya kemarin malam kami tebak-tebakan beberapa kata dan kalimat dalam bahasa arab. Bahkan Khansa pun ngga mau ketinggalan. Ketika kami sebutkan dengan suara agak keras suatu mufrodat, diapun mengikutinya, misalnya baabun (pintu), qolamun (pena/pulpen), najmun (bintang), kalbun (anjing), qomiishun (pakaian), Khansa sudah mulai hafal kata-kata tersebut. Nanti kalau mau tidur saya ulangi lagi. Alhamdulillah utk angka arabic dia sudah mulai hafal 1-10. 

All I can say is jazaakunallah khoiron kepada teman-teman ummahaat yang saya cintai karena Allah. Smoga apa yg kita lakukan dapat membawa kemanfaatan di dunia dan akhirat ^_^

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s