Durusul Lughoh Bab 1 dan 2

Seperti yang sudah saya posting sebelumnya mengenai grup whatsapp Ummahaat Ath Tholibaat yang merupakan kumpulan emak-emak yang sedang belajar bahasa Arab, maka insya Allah mulai saat ini akan saya post pelajaran yang sudah diajarkan. Semoga memberi manfaat bagi yang membutuhkan. Tidak menutup kemungkinan editing (terutama setelah dibaca para asatidzah UAT hehe..)
Copyright ustadzah UAT : ummu ahmad, ummu aisyah

Bagi yang mau mengikuti dars, silakan googling ebook durusul lughoh ataupun membeli bukunya yaa..

*********************

BAB 1 DAN BAB 2

Faidah dari Bab 1 & 2:

 – Sebelum kita melangkah jauh kita harus tahu 3 istilah ini: al harfu (huruf), al kalimatu (kalimah = kata), al jumlatu (jumlah = kalimat).

 – Kita mengenal isim. Isim adalah kata yg digunakan utk menyebutkn nama orang, nama hewan, nama tumbuhan, benda, dan lainnya)

 – Kita mengenal isim isyaroh (kata tunjuk) : hadza (ini utk laki2), hadzihi (ini utk wanita), dzalika (itu utk laki1). Isim isyaroh ini bisa dipakai utk yg berakal maupun tidak berakal

 – Kita dapati ada awalan “a” (hamzah), seperti pada kata ahadza, ahadzihi, adzalika, ini namanya hamzah istifham (istilah kt, partikel “a” yg letaknya di awal kalimat digunakan sbg kata tanya). Ahadza baitun? Maknanya, apakah ini rumah? Dst

 – Kita mengenal beberapa isim istifham (kata tanya) lain yaitu : maa (apa utk yang tidak berakal spt binatang & benda), dan man (siapa utk yg berakal yaitu manusia)

 – Kita dapati kata “wa” (wawu difatkhah) artinya dan. “wa” disini adalah kata penghubung

 – Pada bab satu dua jg kt mulai menjumpai mubtada khobar (istilah bhs indonesia yg plg gampang adl “diterangkan menerangkan”, seperti hadza kitaabun (ini buku).

Hadza : mubtada , kitaabun : khobar. Lebih detil tentang mubtada akan kita bahas belakangan. Yang jelas kita akan mulai menjumpai banyak contoh mubtada khobar di bab-bab selanjutnya

 – Kita mengenal isim mudzakkar (bersifat laki-laki). Isim mudzakkar tdk mesti hrs orang tp dlm bhs arab benda2 jg bs disifati mudzakkar. Pd bab 1-2 sptnya semua mudzakkar. Misal, kitaabun, masjidun, hishoonun, baitun, qolamun, dsb.

 – Nanti akan ada pasangan isim mudzakkar yaitu isim muannats

 – Bagaimana membedakan mudzakkar muannats? Yang jelas ini mudzakkar itu muannats sdh ditentukan dr sononya (bil wadh’i, emang peletakan bahasa mereka seperti itu), kita akan mengetahuinya dengan berlatih dan belajar, lama-lama kita akan mngenal mana mudzakkar dan muannats.

 Untuk mengetahui perbedaan jenis kelamin pada kata benda dalam bahasa arab, ada ketentuan ketentuan sbb:

ISIM MUANATS

1. Mempunyai tanda ta’ marbuthah

2. Isim isim tsb memang hanya digunakan untk menyatakan jenis perempuan walaupun tidak di akhiri ta’ marbuthah

Misal: ummu, maryam

3. Anggota badan yg berpasangan

Misal: katifun (bahu), ‘ainun (mata)

 

Adapun kata benda jenis laki laki ISIM MUDZAKAR

Tidak diakhiri ta’ marbuthah dan selain ciri ciri isim muanats diatas

Namun ada beberapa isim mudzakar yg diakhiri ta marbuthah(pengecualian)

Seperti: hamzah, thalhah,maisarah,waraqah

 

Pd bab 1&2 ini semua ditanwin, kitaabun, baitun, masjidun, dsb.

Tanda tanwin “un” ini menunjukkan indefinite article, atau isim nakiroh, yaitu isim yg mnunjukkan makna umum yakni blm diketahui atau blm ditentukan “yg mana”. Kitaabun > kitab yg mana?. Pokoknya Kitab mana aja lah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s