Durusul Lughoh Bab 5

(Pelajaran ke 5)

Terjemahan :  

* S: sa’id

   Y: yasir

S: apakah ini kitab muhammad wahai yasir?

Y: tidak, ini kitab hamid

S: dimana kitab muhammad?

Y: dia ada di atas meja sana

S: dimana buku tulis ammar?

Y: dia ada di atas meja pak guru

S: pena siapa ini wahai ali?

Y: ini pena pak guru

S: dimana tas pak guru?

Y: dia di bawah meja

 

Faidah bab 5:

1. Pd bab ini kita mempelajari mudhof dan mudhof ilaihi (frase sandar menyandarkan).

 

Misal:

kitaabu muhammadin (kitab muhammad)

kitaabu:  mudhof

muhammadin:  mudhof ilaihi

 

Ketentuan mudhof – mudhof ilaihi:

– mudhof tdk boleh ditanwin

– mudhof ilaih pasti majrur (berakhiran kasroh), bisa bertanwin bisa pula diawali “al”

– mudhof dan mudhof ilaih keduanya isim

 

Misal:

– kitaabu muhammadin

(Tdk blh kitaabun muhammadin > kitaabu ga blh ditanwin)

(Tidak boleh kitaabu muhammadun > hrs muhammadin bkn muhammadun)

 

Contoh yg pake “al”:

ﺑﻴﺖ ﺍﻟﻤﺪﻳﺮ >> baitu  al mudiiri (rumah kepala sekolah)

 

Makna yg trkandung dlm idhofah:

– makna min (ﻣﻦ) = dari

Misal: ﺧﺎﺗﻢ ﺣﺪﻳﺪ (khootamu hadiidin = cincin besi), maknanya cincin dari besi

– makna li (ل) = milik

misal: ﺑﻴﺖ ﺣﺎﻣﺪ

(Baitu haamidin = rumah hamid), maknanya rumah milik hamid

– makna fii (ﻓﻲ) = didlm

misal: ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻘﺒﺮ

(‘Adzaabul qobri = adzab kubur), maknanya adzab di dlm kubur.

 

2. Kita mengenal dhorof makaan (kata keterangan tempat), dhorof yg kita temui adalah tahta (di bwh). Kata benda yg mengikuti tahta berada dlm posisi majrur (berakhiran kasroh).

spt dlm hiwar:

tahta al maktabi (di bwh meja) >> tdk blh tahta al maktabu

 

Kita mempelajari huruf nida (kata panggilan atau kata seruan). Yaitu “yaa”.

misal:

yaa yaasiru

yaa ahmadu

(Tanpa ditanwin)

 

Isim setelah huruf nida disebut munada (yg dipanggil).

 

Faidah tambahan terkait munada:

 

# jika munadanya adalah isim ‘alam (nama) satu kata seperti yasir, hamid, maka munada marfu’ atau didhommah dan tdk ditanwin (spt pd hiwar/percakapan di atas)

– yaa yaasiru

– yaa haamidu

 

# jika munadanya jadi mudhof, maka munada manshub atau difathah

misal:

– yaa ‘abdallohi (bkn yaa ‘abdullohi)

 

# jika huruf nidanya pakai yaa ayyuhaa atau yaa ayyatuhaa, maka munadanya marfu’ atau didhommah jg.

misal:

– yaa ayyuhannaasu

– yaa ayyatuhal muslimaatu

(Bkn yaa ayyuhannasa/i, bkn yaa ayyatuhal muslimaata/i)

Allohu a’lam bish showab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s