Durusul Lughoh Bab 7 dan Bab 8

(Pelajaran ke 7)

 

* Man haadzihi? > siapa ini?
haadzihi aaminatu > ini aminah

* wa man tilka? > dan siapa itu?
tilka faathimatu > itu fathimah

* haadzihi thobiibatun wa tilka mumarridhotun > ini dokter perempuan dan itu perawat perempuan
* haadzihi minal hindi wa tilka minal yaabaani > ini dari india dan itu dari jepang
* haadzihi thowiilatun wa tilka qoshiirotun > ini panjang dan itu pendek

* man haadzaa? > siapa ini?
Haadzaa haamidun > ini hamid

* wa man dzaalika? Dan siapa itu?
dzaalika ‘aliyyun > itu ali

* a-tilka dajjaajatun? Apakah itu ayam betina?
Laa, tilka baththotun > tidak/bukan, itu bebek

* maa tilka? > apa itu?
Tilka baidhotun > itu telur

* haadzihi sayyaarotul mudarrisi wa tilka sayyaarotul mudiiri > ini mobil pak guru dan itu mobil pak kepala sekolah

* a-saa’atu ‘abbaasin haadzihi? > apakah ini jam abbas?
Laa, haadzihi saa’atu haamidin wa tilka saa’atu ‘abbaasin > tdk/bukan, ini jam hamid dan itu jam abbas

* dzaalika diikun wa tilka dajjaajatun > itu ayam jantan dan itu ayam betina

Faidah pelajaran ke-7:

1. Pd bab ini kita mempelajari penggunaan kata tunjuk/ isim isyaroh ﺗﻠﻚ (tilka) , yang merupakan bentuk muannats dari ﺫﻟﻚ (dzaalika) yang artinya “ITU”.


2. Ada 2 macam isim isyaroh:

a. Isim isyaroh lil qoriib (kata tunjuk dekat/ini):

– haadzaa > utk mudzakkar

– haadzihi > utk muannats

b. Isim isyaroh lil ba’iid (kata tunjuk jauh/itu):

– dzaalika > utk mudzakkar

– tilka > utk muannats


3. Isim isyaroh diatas digunakan utk isim mufrod/tunggal yg ‘aqil (berakal) maupun ghoiru ‘aqil (tdk berakal)

Ad darsu atstsaaminu

Pelajaran ke-8

★ Haadzar-rojulu taajirun wa dzaalikar-rojulu thobiibun (Laki2 ini seorg pedagang dan laki2 itu seorg dokter)

★ Ismut-taajiri mahmuudun wasmuth-thobiibi sa’iidun (nama pedagang itu mahmud dan nama dokter itu sa’id)

★ haadzal baitu lit-taajiri wa dzaalikal-baitu lith-thobiibi (Rumah ini milik pedagang dan rumah itu milik dokter)

★ baitut-taajiri amaamal masjidi wa baituth-thobiibi kholfal madrosati (Rumah pedagang itu di depan masjid dan rumah dokter itu dibelakang sekolah)

★ li-man haadzihis-sayyaarotu wa li-man tilka? (Milik siapakah mobil ini dan milik siapa itu?)

★ haadzihis-sayyaarotu lith-thobiibi wa tilka lit-taajiri (Mobil ini milik dokter dan itu milik pedagang)

★ haadzihis-sayyaarotu minal yaabaani wa tilka min amriikaa (Mobil ini dari jepang dan itu dari amerika)

Faidah bab 8:

1. Pd bab terdahulu kita tlh belajar bgm mengatakan “ini buku” (ﻫﺬﺍ ﻛﺘﺎﺏ / haadzaa kitaabun). Skrg kita belajar mengatakan “buku ini” (ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ / haadzal kitaabu).

Kedua contoh diatas berbeda. Ini buku / haadzaa kitaabun adl sebuah kalimat. Sedangkan buku ini / haadzal kitabu bknlah kalimat, dia msh berupa frase yg blm lengkap.

Kalimat haadzaa kitaabun telah memberi faidah sempurna layaknya kalimat yg lengkap, yg memiliki subyek dan predikat. Sedangkan haadzal kitaabu msh menyisakan prtnyaan,

“buku ini….”.

Utk membuatnya mjd sebuah kalimat kita perlu menambahkan semcm sebuah predikat, misal:

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺟﺪﻳﺪ

(haadzal kitaabu jadiidun/ buku ini baru).

Pd bab ini kita mendapati beberapa contoh pemakaian isim isyaroh/kata tunjuk dengan model seperti ini.

Perhatikan:

ﻫﺬﺍ ﺭﺟﻞ  —  ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ

haadzaa rojulun  — haadzar-rojulu

(Ini seorg laki2 —  laki2 ini )

bedakan:

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ  —  ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺗﺎﺟﺮ

Haadzar-rojulu — haadzar-rojulu taajirun

(Laki2 ini — laki2 ini seorg pedagang)

2. Kita menjumpai kata yg tadinya berakhiran “u” atau dhommah (kedudukannya marfu’), berubah menjadi berakhiran “i” atau kasroh (berkedudukan majrur), dg sebab berikut ini:

a. Diawali huruf jar

ﻟﻠﺘﺎﺟﺮ – littaajiri (milik pedagang)

ﻟﻠﻄﺒﻴﺐ – liththobiibi(milik dokter)

ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ – ﺍﻟﻄﺒﻴﺐ , ath thobiib dan attaajir majrur atau berakhiran kasroh krn diawali huruf jar “li”
b. Mjd mudhof ilaihi

ﺍﺳﻢ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ – ismut taajiri (nama pedagang itu)

ﺑﻴﺖ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ – baitut taajiri (rumah pedagang itu)

ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ,  at taajir berakhiran kasroh krn jd mudhof ilaih
c. Diawali zhorof (ﻇﺮﻑ)

ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ – amaamal masjidi (di depan masjid)

ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻤﺪﺭﺳﺔ – kholfal madrosati (di blkg sekolah)

Amaama dan kholfa adalah zhorof, kata yg dibelakangnya (masjidi dan madrosati) majrur atau berakhiran kasroh karena zhorof membuat kata yg dimasukinya menjadi majrur.

2 Comments

  1. Assalamualaikum Ustadz. Kapankah kita harus menggunakan kata tanya maa tilka? atau maa dzaalika? Padahal kita tidak tahu benda yang kita tanyakan itu isim mudzakkar atau isim muannats? Mohon perncerahannya. Wassalam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s