Durusul Lughoh Bab 4

Ad darsu ar roobi’ ، PELAJARAN KE 4.

Muqodimah

Di awal bljr bahasa arab dikenalkan beberapa istilah dasar penting: al harfu (huruf), al kalimah (kata), al jumlah al mufidah (kalimat). Penjelasannya sebagai berikut:

 1. Al harfu (huruf)

Yaitu penyusun kalimah/ penyusun kata. Seperti huruf ba, ta, tsa, dst. Huruf ada 2 macam:

huruf mabani (penyusun kata), yaitu huruf hijaiyah.

huruf ma’ani (huruf yg memiliki makna), spt fii, min, wa, au,ila

 

2. Al kalimah (kata)

Yaitu sebuah lafadz/kata yg memiliki makna. Misal: kitaabun (maknanya: buku), baitun (maknanya: rumah),dsb

 

3. Al jumlah al mufidah

Yaitu susunan kata yg memiliki faidah sempurna (atau disebut jg kalaam). Misal: ahmadu thoolibun (ahmad seorg murid),  Dikatakan memiliki faidah sempurna apabila si pendengar bisa mengerti kalimat yg diucapkan tanpa menyisakan pertanyaan. Misal dikatakan: idza jaa-a muhammadun (jika muhammad datang). Kalimat ini trsusun dr bbrp kata, tp tdk mmberi faidah sempurna, jika muhammad datang *terus kenapa??*

Istilah bhs indonesianya, jumlah mufidah atau bisa disebut juga jumlah saja adalah kalimat yg minimal mengandung subyek dan predikat. Dengan 2 unsur ini kalimat sudah bisa cukup dimengerti. Aku makan, aku tidur. Informasinya jelas dan tidak membuat bertanya-tanya.

 

Al kalimah (kata) terdiri dr 3 mcm:
1. Isim
2. Fi’il
3. Harfu (huruf), yg trmasuk kalimah adl huruf ma’ani (yg memiliki makna), bukan huruf hijaiyah

 

Apa itu isim? Diambil dari kitab “at ta’liiqoot al jaliyyah ‘ala syarh al muqoddimah al juruumiyyah”.

Dlm bhs arab dikenal istilah kalimah. Macam-macam kalimah ada 3: isim, fi’il, dan huruf yg bermakna. Lebih khusus akan dijelaskan tentang isim dan huruf, sesuai apa yg sedang kita pelajari.

Isim adalah apa-apa yang menunjukkan atas suatu makna pada dirinya sendiri dan tidak berkaitan dengan zaman (waktu). Jadi tidak terpengaruh lampau, sekarang maupun yg akan datang sebagaimana fi’il. Contoh kitaabun, madrosatun, muhammadun. (Kalau fi’il berubah bentuk, kataba-yaktubu)

Alamat atau tanda-tanda isim antara lain:

1. Kasroh > diakhiri kasroh, misal marortu birojulin kariimin, rojul dan kariim adl isim krn dia berakhiran kasroh

2. Tanwin > diakhiri tanwin, misal hadza rojulun, rojul adl isim krn dia ditanwin

3. Diawali alif lam, misal al masjidu, masjid adl isim krn berawaln alif lam

4. Diawali huruf jar, misal fil baiti, ‘alal maktabi. Baitun dan maktabun adl isim krn bs dimasuki huruf jar

Adapun huruf yg msk kalaam adl huruf ma’ani (yg memiliki makna). Spt huruf jar yg sdh dan akan dipelajari, misal fii, ‘ala, ila, min, ‘an, dsb

Macam-macam isim ma’rifah:

1. Isim yg ada alif lam. Contohnya alkitabu, albaabu, almudarrisu dsb

2. Dhomir/kata ganti spt huwa,hiya ,anta, anti dst

Di halaman 23 Durusul Lughoh kita tambah lg jenis isim ma’rifah yg ktiga yaitu al alam (nama orang) contohnya Muhammadun, Khaalidun, Haamidun. Krn pada nama orang penunjukkannya jelas yaitu sesuai namnya. Misalnya aina muhammad? Dimana Muhammad? Tentu yg ditanyakan tdk lain dn tdk bkn adalah Muhammad bukan Khalid atau Hamid. Makanya isim ‘alam termasuk isim ma’rifah yg penunjukkannya sudah jelas.

Mari slnjutnya kita lihat lebih dalam ttg isim alam ini. Trnyata dlm bhs arab nama orang (isim ‘alam)itu ada 3 mcam :

-kunyah: nama yg dmulai dg kata ummun, abun, ibnun contohnya ummu salman, ummu fatimah, abu muhammad, ibnul jauzi dst.

-laqob: nama gelar krn sifat yg dimilkinya spt al amiin (yg dipercaya),al kadzdzab (si pendusta), dst

– ism: nama slain kunyah dn laqob. Contohnya spt dihalaman 23 ini.

 >> Kaidah penting:
Nama orang yg ada ta’ marbutohnya tdk boleh ditanwin. Baik nama laki2 ataupun prempuan. Contoh faathimatu (bukan faathimatun), ‘Aaisyatu (bukan ‘Aaisyatun), Mu’awiyyatu (bkn Mu’awiyyatun), Salamatu (bkn Salamatun). Ada lagi yg ga blh ditanwin….yaitu nama2 yg bkn nama arab (alias nama ‘ajm) contohnya Zainabu (bkn Zainabun), Ibraahiimu (bkn Ibrahimun), Ismaa’iilu (bkn Ismaa’iilun) dan nama2 asing lainnya.

Nanti di bab 4 B akan mulai menemukan fi’il, fi’il adalah apa-apa yg menunjukkan makna pd dirinya sendiri dan berkaitan dengan zaman (waktu).

Lebih gampangnya, fi’il itu kata kerja, ada 3, fi’il madhi (kata kerja lampau, telah dilakukan, misal kataba artinya telah menulis), fi’il mudhori’ (sedang atau yg akan dilakukan misal yaktubu artinya sedang atau akan menulis) dan fi’il amr (kata kerja perintah misal uktub artinya tulislah!)

 

********

Masuk pembahasan BAB 4

A. Fii

– Al baitu + fii => fil baiti (di/di dlm rmh)

– al masjidu + fii => fil masjidi (di/di dlm masjid)

– al maktabu + ‘ala => ‘alal maktabi (di atas meja)

– as sariiru + ‘ala => ‘alas sariiri (di atas tempat tdr)

 

B. Aina, huwa, hiya, fii

– aina muhammadun? (Di mn muhammad?) => huwa fil ghurfati (dia ‘ada’ di kamar)

– wa aina yaasiru? (Dan di mn yasir?) => huwa fil hammaam (dia ‘ada’ di kmr mandi)

– wa aina aaminatu? ( dan di mn aminah? => hiya fil mathbakhi (dia ‘ada’ di dapur)

– ainal kitaabu? (Di mn kitab itu?) => huwa ‘alal maktabi (dia ‘ada’ di atas meja)

– ainas saa’atu? (Di mn jam itu?) => as saa’atu ‘alas sariiri (jam itu ‘ada’ di atas tempat tidur)

 

Ket:

fii: di/ di dlm

‘Ala: di atas

aina: di mn

huwa: dia (tunggal, mudzakkar)

hiya: dia (tunggal, muannats)

Kata berakhiran dhommah/dhommatain yang dimasuki fii dan ‘ala berubah mjd akhiran kasroh

 

>> Faidah bab 4:

1. Dlm bahasa arab, harokat akhir suatu kata menunjukkan fungsi atau posisinya dlm kalimat. Harokat akhir yg normal pada asalnya adl “u” (dhommah), dikenal dengan istilah marfu’. Seperti pd kalimat: al baitu. Harokat akhir u (dommah) akan berubah mjd kasroh atau fathah jika kemasukan ‘amil (faktor pengubah). Seperti: al baitu + fii = fil baiti (akhiran u menjadi i, baitu menjadi baiti)

2. Pada bab ini kita mempelajari harful jar (huruf jar), istilah kita adl preposisi atau kata depan. Ada beberapa harful jar dlm bhs arab, tapi pd bab ini kita pelajari 2 dulu, yaitu fii dan ‘ala

3. Bila huruf jar masuk pd suatu kata maka dia akan mengubah kata tsb berposisi majrur (mjd berakhiran kasroh). Sebenarnya majrurnya suatu kata tdk hanya dg tanda kasroh, tapi pada bab ini kita baru mempelajari majrur dg tanda kasroh.

4. Kita menemukan kata ganti (dhomir), huwa (dia utk tunggal mudzakkar) dan hiya (dia utk tunggal muannats).. huwa dan hiya bisa dipakai utk yg berakal maupun tdk berakal.

5. Kita menemukan bbrp kata muannats, spt ghurfah (kamar), aaminah (nama wanita), saa’ah (jam). Pd hal slnjtnya akan kt jumpai lbh byk lg isim muannats.

6. Pd tamrin (latihan), ada kata man (siapa), man artinya “siapa” (utk yg berakal), utk yg tdk berakal menggunakan “maa” (apa). Ada jg kata maadzaa (artinya apa spt maa), utk yg tdk berakal. Man, maa, maadzaa trmasuk isim istifham (kata tanya).

 

Tambahan:

Makna fii antara lain:

1. “Di”
Spt pd: adrusu fil fashli (aku belajar di kelas)

2. “Di dlm”
spt pd: anaamu fil hujroti (aku tidur di dlm kamar)

3. “Pada”
spt pd: wulidtu fii ‘asyaro romadhoon (aku dilhrkn pada 10 romadhon)

 

Makna ‘ala antara lain:

1. Di atas
spt pd: al kitaabu ‘alal maktabi (kitab itu ada di atas meja)

2. Kepada
spt pd: tawakkaltu ‘alalloh (aku berserah diri kepada Alloh)

Klo pd kalimat, “a amintum man fis samaa’…”, fii bima’na ‘ala (fii bermakna ‘ala atau di atas).

 

BAB 4 bagian (ب)/ B, halaman 24

Kita pelajari huruf jar yg lain yaitu: min (dari*) dan ila (ke)

Langsung sj diterjemah:

G:  dari mana kamu?

M: aku dari jepang

G: dan dari mana ammar?

M: dia dari cina

G: dan dari mana hamid?

M: dia dari india

G: dimana abbas?

M: dia telah keluar

G: kemana dia pergi?

M: dia telah  pergi ke kepala sekolah

G: dan kemana ali pergi?

M: dia pergi ke WC

 

Note:

dari*: (berasal) dari

 

>> Faidah bab 4B :

1. Kita mempelajari huruf jar min dan ila, yg secara umum min bermakna dari dan ila bermakna ke.

Tambah :

 # makna min:

dari, misal:

ﺭﺟﻌﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺪﺭﺳﺔ (roja’tu minal madrosati) > aku kembali/pulang dari sekolah

– berasal dari, misal:

 ﺃﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻬﻨﺪ (ana minal hindi) > aku berasal dari india

– bagian dari, misal:

ﺍﻟﺤﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﺍﻼ ﻳﻤﺎﻥ  (al hayaa u minal iimaan) > malu bagian dari iman

 

# makna ila:

ke, misal:

ﺃﺫﻫﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺟﺪ (adzhabu ilal masjidi) > aku pergi ke masjid

– kepada, misal:

ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﷲ (uhibbu ilallah) > aku cinta kepada allah

– sampai, misal:

ﺃﻣﺸﻰ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ (amsyi minal baiti ilal masjidi) > aku berjalan dari rumah sampai masjid

 

2. Kita mempelajari dhomir/kata ganti yg lain yaitu ana dan anta (semua insyaallah tahu maknanya). Ana adl kata ganti org pertama tunggal, bs utk mudzakkar dan muannats, sdgkn anta adl kata ganti org kedua tunggal

 

3. Kita mempelajari bbrp fi’il madhi (kata kerja lampau), yaitu khoroja (dia telah keluar), dan dzahaba (dia telah pergi). Jika setelah fi’il madhi ada fa’il atau subyek, maka “dia” dihapuskan.

Perhatikan:

– dzahaba ilal masjid > dia telah pergi ke masjid

– dzahaba muhammadun ilal masjidi > muhammad telah pergi ke masjid (tanpa “dia”)

Tambahan :

>> Kalau isim alam yaitu nama… diakhiri oleh ta marbuthoh maka dia tidak ditanwin baik itu mudzakkar au muannats

Contoh muawiyah dan fathimah

>>  Semua nama muannats selain yg diakhiri oleh ta marbutoh juga mamnu minash shorf… bi syarth lebih dari 3 huruf. Contoh su’aad سعاد dan زينب و رحاب

>> Untuk yg tiga huruf … kalau huruf di tengah berharokat hidup… maka dia tidak ditanwin. Contoh sahar dan qomar dan amal سحر قمر أمل

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s